Selasa, 04 Agustus 2026 WIB

Cabai China Beredar di Wilayah Jatim, Layak Konsumsi?

- Rabu, 22 Februari 2017 21:08 WIB
205 view
Cabai China Beredar di Wilayah Jatim, Layak Konsumsi?
SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) akan bekerja sama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya, untuk menguji cabai rawit merah kering impor yang sudah beredar di pasaran.

"Upaya yang kita lakukan sekarang ini akan mengidentifikasi dan melakukan pengawasan terhadap supplier atau pemasok cabai rawit merah kering impor," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Rabu (22/2/2017).

Wagub yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan, dari informasi yang diterimanya, cabai rawit merah impor dari China dan India sudah beredar di paar tradisional seperti di daerah Tulungagung, Trenggalek, Sidoarjo dan beberapa daerah lainnya di Jatim.

Meski cabai impor tersebut kabarnya sudah mendapatkan izin dari negara asalnya, namun Pemprov Jatim bekerjasama dengan BBPOM akan menguji cabai tersebut, apakah mengandung bahan kimia berbahaya dan layak dikonsumsi atau tidak.

"Secara umum impor sesuai ketentuan, artinya sudah diuji kepatutan oleh negara asalnya. Tapi kita kan nggak tahu, apakah layak dikonsumsi atau tidak. Makanya kita bekerja sama dengan BBPOM untuk menguji," jelasnya.

Wagub menegaskan, jika ada yang menyalahi impor cabai rawit merah kering yang menyalahi aturan akan ditindak tegas.

"Apalagi mengandung bahan kimia yang berbahaya," jelasnya.


Sumber : detik.com 

SHARE:
beritaTerkait
Wakil Ketua I DPRD Inhil Hadiri Sosialisasi Pembangunan Pasar Desa Sungai Gantang
Bupati Inhil Herman dan Ketua TP PKK Katerina Susanti Herman lantik pejabat desa di Keritang
Wabup Inhil Hadiri Rilis Inflasi Daerah Juli 2026
Bupati Herman Pastikan 87 Pedagang Pasar Sungai Gantang Dapat Tempat Layak, Pembangunan Dimulai 2027
Monyet Liar Resahkan Warga Parit 13 Tembilahan, Tim Gabungan TNI-Polri dan Pemkab Inhil Bergerak Cepat
Serangan Monyet Belum Mereda, PW IWO Riau Dorong Pemerintah Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak
komentar
beritaTerbaru