Selasa, 04 Agustus 2026 WIB

Polri Sebut Napi Teroris Masih Kuasai Senjata Milik Petugas

- Rabu, 09 Mei 2018 21:37 WIB
228 view
Polri Sebut Napi Teroris Masih Kuasai Senjata Milik Petugas
Kompas.com

Pesisirnews.com - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan bahwa narapidana terorisme yang melakukan penyanderaan masih menguasai senjata yang direbut dari petugas kepolisian.

Penyanderaan tersebut terjadi setelah insiden antara napi teroris dan polisi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada Selasa (8/5/2018) malam. Dalam insiden tersebut napi terorisme sempat merebut senjata dari enam polisi.

"Masalah senjata, kami masih belum bisa mengambil balik dari mereka, kami masih upayakan," ujar Setyo saat memberikan keterangan pers di Markas Korps Sabhara Baharkam, Depok, Rabu (9/5/2018).

Baca Juga:

Sementara itu, Setyo belum bisa memastikan berapa jumlah narapidana teroris yang menjadi penyandera.

Saat ini, polisi masih melakukan negosiasi untuk membebaskan satu anggota Densus 88 yang masih disandera, yakni Brigadir Kepala Iwan Sarjana. Sedangkan, akibat insiden tersebut lima polisi gugur.

Baca Juga:

"Mengenai di dalam kami belum menerima update yg terakhir. Kalau jumlah kami belum bisa mendata. Seperti kita ketahui bahwa di situ ada yang masih dalam proses penyidikan, masih diperiksa, ada yang kemarin baru datang. Jadi junlahnya tidak tahu pasti," kata Setyo.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal mengungkapkan bahwa insiden di Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa (8/5/2018) malam berawal dari keributan antara tahanan dan petugas kepolisian.

Keributan tersebut bermula dari penolakan pihak keluarga narapidana terorisme saat polisi hendak memeriksa makanan yang dibawa. Ketika itu pihak keluarga bermaksud menjenguk salah satu narapidana terorisme.

"Memang di media-media maupun media sosial berkembang. Nah saya kan ada di TKP sejak tadi malam. Saya lihat tahap demi tahap. bahwa apa yang diklaim oleh si A, B dan lain lain itu sama sekali tidak benar," ujar Iqbal daat memberikan keterangan pada awal media yang meliput tak jauh dari gerbang Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).

"Bahwa pemicunya adalah hal yang sepele, pemicunya adalah masalah makanan," ucapnya.

Iqbal menegaskan, sesuai standar prosedur operasional, seluruh makanan yang berasal dari luar dan diberikan kepada tahanan harus melalui pemeriksaan.

"Sesuai SOP memang makanan diverifikasi oleh kami apakah ada barang-barang lain, itu terjadi keributan, cekcok," kata Iqbal.


Sumber Kompas.comĀ 

SHARE:
beritaTerkait
Serangan Monyet Belum Mereda, PW IWO Riau Dorong Pemerintah Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak
Ketua Forum KKS Penilaian Kab/Kota Yang Sehat Selama 2 Tahun Sekali
Kaban Kesbangpol Inhil Zailani,S.Sos Hadiri Pembukaan Pusdiklat 36 Calon Paskibraka Riau 2026
Kesbangpol Inhil Antar Rinawal Zuqni Izzan Ikuti Pusdiklat Paskibraka Provinsi Riau 2026
Semangat HUT ke-81 RI, PT PLN Nusantara Power UP Tenayan dan PT Riau Pangan Bertuah Jajaki Kolaborasi Pemanfaatan Limbah FABA untuk Dukung Swasembada
Semarak HUT ke-81 RI, PLN Nusantara Power UP Tenayan Gelar Program Derma Nusantara sebagai Wujud Syukur dan Kepedulian Sosial
komentar
beritaTerbaru