Senin, 14 September 2026 WIB

Polling Said Didu,Hanya 2 Persen Nitizen Mau Wakaf Mereka Dikelola Pemerintah.

- Sabtu, 30 Januari 2021 15:37 WIB
902 view
Polling Said Didu,Hanya 2 Persen Nitizen Mau Wakaf Mereka Dikelola Pemerintah.
Foto twitter @msaid_didu

PESISIRNEWS.COM- Said Didu mantan sekretaris jenderal Kementrian BUMN membuat polling atau jajak suara terkait penyaluran Wakaf,said membuat dua pilihan pada Nitizen tentang penyaluran wakaf lewat pemerintah atau secara langsung ke penerima

"Kali ini coba buat polling,jika anda memberikan wakaf: melalui langsung ke penerima atau melalui pemerintah" tulis said didu dikutip dari twitter nya.


Sejak diunggah 26 januari lalu hanya 2% wakaf mereka yang mau di kelola oleh pemerintah.
[adsense]
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang 9GNWU), Senin (25/1/2021). Gerakan ini merupakan salah satu program pengembangan ekonomi syariah untuk mendukung percepatan pembangunan nasional.
Jokowi juga menyebut potensi wakaf uang bisa mencapai Rp 188 triliun. Adapun total wakaf uang yang ada di bank mencapai Rp 328 miliar hingga 20 Desember 2020, sedangkan project base wakaf sebesar Rp 597 miliar.[adsense]
"Potensi wakaf sangat sangat besar di negara kita potensi wakaf per tahun mencapai Rp 2.000 triliun dan potensi wakaf uang bisa menembus angka Rp 188 triliun," ujar Jokowi saat konferensi pers di Istana Negara yang disiarkan secara virtual.

Fajar.co.id

Baca Juga:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
MusKab Perbasi Inhil Rampung, Okki Prasetyo Dipercaya Nahkodai Basket Negeri Seribu Parit
Malam Puncak Milad ke-61 Inhil Meriah, Ribuan Warga Larut dalam Sukacita Pesta Rakyat
Polres Indragiri Hilir Gelar Razia Serentak di Tempat Hiburan Malam, Wujudkan Zero Toleransi Narkoba
Pemkab Inhil Terbitkan SE Pajak Kesenian dan Hiburan, Dorong Optimalisasi PAD 2026
Satgas Trantibum Lakukan Penertiban dan Pengawasan Parkir Liar, Bangunan Liar dan Aktivitas Bongkar Muat di Bahu Jalan
IWO Kecam Teror Kepala Babi Ke Kantor Tempo, "Ancaman Nyata Terhadap Kebebasan Pers"
komentar
beritaTerbaru