Jumat, 25 September 2026 WIB

Syahganda Nainggolan : "Saya Bukan Kecewa, Ini Saya Lagi Menghitung Jokowi Kapan Jatuhnya,"

Haikal - Minggu, 01 Maret 2020 12:01 WIB
881 view
Syahganda Nainggolan : "Saya Bukan Kecewa, Ini Saya Lagi Menghitung Jokowi Kapan Jatuhnya,"
PESISIRNEWS.COM - Melihat banyaknya virus belakangan ini, aktivis senior yang juga pengamat politik Syahganda Nainggolan meramal Presiden Joko Widodo bakal lengser tahun ini.


"Saya bukan kecewa, ini saya lagi menghitung Jokowi kapan jatuhnya," kata Syahganda saat ditanya presenter talk show "Sarinya Berita" Rahma Sarita apakah dia kecewa dengan rezim Jokowi, seperti yang sebarluaskan, Sabtu (29/2).


"Tidak dijatuhkan, tidak ada yang jatuhkan, jatuh saja. Ini ramalan saya sebagai pengamat," lanjut Syahganda di akhir pernyatananya dalam wawancara tersebut.

Fenomenanya saat ini sudah panic game. Pemerintah dihantam banyak virus, dan bingung mau berbuat apa. Virus itu antara lain, virus corona, virus Jiwasraya, virus Harun Masiku, virus Asabri, dan virus omnibus law.

"Dalam teori organisasi, panic game itu karena struktur lemah, dan leadernya bakal jatuh. Jadi saya hitung-hitung, kalau corona bisa enam bulan tidak ketemu vaksinnya, mungkin Jokowi di tahun ini, enam bulan lagi bakal jatuh," terang Syahganda.

Akibat virus dari dalam dan luar negeri itu, Jokowi akan kesulitan mencari uang untuk membiayari rezimnya. Apalagi saat ini, pemerintah sangat membutuhkan iventasi untuk pembiayaan pembangunan ibukota negara baru.

Diprediksi, di tengah krisis pertumbuhan ekonomi dunia yang rata-rata sekitar 2 persen, dan laju pertumbuhan ekonomi China yang melambat karena virus corona, serta ditambah tidak kuatnya ketahanan ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperdiksi tambah anjlok.

"Bayangan saya pertumbuhan ekonomi kita pada angka 3 sampai 4 persen," sebut Syahganda yang merupakan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC).

Bukti panic game lainnya, diskusi siapa figur calon presiden 2024 sudah mulai dibicarakan, padahal Jokowi dan Maruf Amin baru saja dilantik. Orang-orang partai dan lembaga survei sudah membicarakan suksesi Jokowi.

"Biasanya survei pilres itu jelang dua atau satu tahun. Itu menunjukkan yang existing ini (Jokowi) sudah ditinggalkan orang, sudah mantan. Padahal masih menjabat," ujar Syahganda.

Dengan banyaknya virus dan fenomena panic game, tambah Syahganda, apa yang dilakukan pemerintah malah tidak nyambung. Pemerintah terlihat hanya sibuk mencari investor ke luar negeri untuk mendanai ibukota negara baru.
[ADNOW]
Dan tambah aneh lagi, di luar akal sehat pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp. 7,2 miliar untuk media dan influencer dalam rangka promosi wisata.


SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hotspot Terpantau, Polisi Tangkap Pria Diduga Membakar Lahan di Kateman
Polda Riau Tangani 55 Kasus Karhutla, 55 Orang Jadi Tersangka
Cegah Karhutla, Polda Riau Masifkan Sosialisasi hingga Pasar dan Permukiman
Buka Lahan dengan Membakar di Suaka Margasatwa Kerumutan, Tiga Orang Jadi Tersangka
Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
komentar
beritaTerbaru