Minggu, 26 Juli 2026 WIB

Waah, di Jepang Ada Tempat Sampah Barang dan Buku Porno Untuk Daur Ulang

- Sabtu, 26 Agustus 2017 10:38 WIB
994 view
Waah, di Jepang Ada Tempat Sampah Barang dan Buku Porno Untuk Daur Ulang
Tribunnews

Pesisirnews.com - Ini terjadi di Jepang. Buku-buku yang sudah tidak terpakai terutama buku porno dibuang di kotak surat putih (shiroi posuto) lalu didaur ulang. Kemudian jadi kertas baru lagi atau jadi karton baru atau produk kertas lain.

Hal ini dilakukan agar buku-buku tersebut tidak terbaca anak kecil. Bentuknya memang mirip kotak pos surat biasa yang ada di Jepang.

Kotak pos biasa warna merah atau oranye biasanya untuk kirim surat memang ada di banyak tempat di Jepang tetapi kali ini kotak pos putih. Hati-hati, itu bukan untuk kirim surat.

Baca Juga:

"Kotak pos putih sebenarnya ada di Amagasaki sejak tahun 1961," ujar pejabat Pemda Amagasaki, Yanagita dan Miki.

Di dalam Stasiun Amagasaki saja pada tahun 1980 ada di 8 lokasi disediakan kotak pos putih bagi para pemilik buku atau benda porno yang mau membuang barangnya itu.

Baca Juga:

Meskipun demikian kotak pos putih bukanlah tempat sampah, sehingga ada beberapa kotak pos putih memberikan keterangan besar di luarnya, "Ini Bukan Tempat Sampah!"

Saat ini di berbagai sudut Kota Amagasakiada 13 lokasi kotak putih. Pada saat barang porno dikeluarkan, dikumpulkan, beratnya bisa mencapai 130 kilogram.

Setahun mencapai sekitar 6000 buku atau benda porno harus didaur ulang dari kotak pos putih tersebut.

Dulu mungkin buku porno banyak ditemukan di dalam kotak putih yang berkunci. Kini ada sekitar 60 persen DVD dan 40 persen buku porno.

"Ada pula barang-barang terkait porno, misalnya alat perangsang karet dan sebagainya. Kotak pos putih banyak diletakkan di tempat umum. Misalnya di dekat supermarket umum, di stasiun kereta api dan sebagainya," kata dia.

Kota Amagasaki di sebelah tenggara Perfektur Hyogo Jepang, dari dulu terkenal dengan dunia seks dan porno, tempat PSK berkumpul serta bercampur orang miskin.

"Tempat kumuh", begitulah julukan banyak orang Jepang terhadap kota tersebut sehingga biaya kehidupan dan persewaan rumah menjadi murah, karena citra yang kurang baik tersebut.

Pada tahun 1950 industri penerbitan buku serta Asosiasi Orangtua Murid (PTA) berusaha mengantisipasi wabah komersialisasi seks dan kekerasan. Terutama soal penerbitan buku porno.

Barulah muncul secara resmi dan mulai populer tahun 1961 kotak pos putih, dikenal sebagai tempat pembuatan buku porno tersebar di berbagai tempat.

"Bagus bukan adanya kotak pos putih? Dari pada buang sembarangan bisa dilihat anak-anak kurang baik. Lagi pula beli sendiri pakai uang sendiri, tidak dibaca lagi ya dibuang sendiri, tak apa-apa bukan?" kata Watanabe seorang ibu rumah tangga Jepang seperti dilansir dari Tribunnews

Cetakan buku porno dalam bentuk gambar di kayu dan sebagainya sebenarnya sudah ada sejak jaman Edo Jepang yaitu sekitar tahun 1603-1868.

Bahkan ada perpustakaan di Jepang yang berisikan buku-buku porno bisa dibaca gratis rakyat Jepang di sudut tertentu.

Lalu di tahun 1960-an, muncul buku komik porno dan tahun 1980-an muncul film DVD porno di Jepang semakin merebak luas.

Menyusul film porno akhirnya menjadi gratis dapat dilihat gratis di internet di Jepang. Padahal sebelumnya tahun 1990-an muncul di internet dengan keharusan membayar.

Kotak pos putih ini banyak dijumpai di daerah di luar kota besar Tokyo dan Osaka. Masih bisa dijumpai seperti di Kochi, Yamanashi, Hiroshima dan sebagainya.

Sumber Tribunnews.com 

SHARE:
beritaTerkait
Gagal Lolos X-Ray! Kurir Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Telusuri Asal Barang
Dekranasda Inhil Luncurkan Baju Pengantin Sri Gemilang, Angkat Keindahan Budaya Melayu
Kapolres Indragiri Hilir Beri Kejutan Ulang Tahun ke-42 untuk Dandim 0314/Inhil, Perkuat Sinergitas TNI–Polri
Gudang Narkoba Dibongkar, Polisi Buru Otak Jaringan dan Kejar Aset Lewat TPPU
Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset
Bupati Herman Lepas 131 Jamaah Umrah PT Bimalyndo Hajar Aswad, Pesankan Jaga Kesehatan dan Doakan Daerah
komentar
beritaTerbaru