Sabtu, 25 Juli 2026 WIB

Ini Sikap Mitra Bisnis Kandidat Presiden AS, Setelah Mendengarkan Ucapan Donald Trump

- Sabtu, 12 Desember 2015 19:56 WIB
518 view
Ini Sikap Mitra Bisnis Kandidat Presiden AS, Setelah Mendengarkan Ucapan Donald Trump
Internet
ilustrasi
PESISIRNEWS.COM - Setelah Kandidat Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan bahwa umat muslim dilarang ke AS jika dirinya terpilih. sejumlah mitra bisnisnya di Timur Tengah memiliki beragam reaksi.

Selang beberapa waktu setelah Trump mengeluarkan pernyataan tersebut, Perusahaan dekorasi rumah yang berbasis di Dubai, Landmark Group Lifestyle, membekukan penjualan produk-produk milik Trump di lebih dari 160 cabang tokonya yang berada di Libya dan Pakistan.

"Mengingat laporan terbaru yang dibuat oleh calon presiden di media Amerika Serikat, kami menangguhkan penjualan semua produk dari Trump Home," kata CEO Landmark Group Lifestyle Sachin Mundhwa, dalam sebuah pernyataan yang dimuat CNBC (Jumat, 11/12).

Namun tak demikian dengan perusahaan properti yang juga berbasis di Dubai, DAMAC properties. Mereka juteru memilih untuk tetap melanjutkan kerjasama dengan Trump dalam proyek pembangunan real estate.

"Kami ingin menekankan bahwa kesepakatan kami adalah dengan Organisasi Trump sebagai salah satu operator lapangan golf premium di dunia, dan karena itu kami tidak akan berkomentar lebih lanjut mengenai agenda pribadi atau politik Trump" kata perwakilan DAMAC Niall McLoughlin, dalam sebuah pernyataan

LIKE fanspage Pesisirnews.com untuk dapatkan informasi terbaru lainnya. Silahkan Klik DISINI / DISINI


Source : Rmol.co

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Fakta Baru Penembakan Donald Trump, Ini Identitas Pelaku
Presiden Biden dan Trump Berniat Kembali Mencalonkan Diri pada Pilpres AS 2024
Trump Tinggalkan Sepucuk Surat ke Presiden AS Joe Biden yang Baru Dilantik, Apa Isinya?
Trump Sampaikan Pidato Perpisahan yang Tenang Namun Menyiratkan Tantangan
Facebook Bekukan Akun Presiden Trump Hingga Masa Jabatannya Berakhir
Langkah Trump di Pengujung Jabatan: Maroko Siap Normalisasi Hubungan dengan Israel
komentar
beritaTerbaru