Selasa, 27 Oktober 2026 WIB

Bermain dengan Mortir Aktif, Delapan Anak di Afghanistan Tewas

- Sabtu, 22 September 2018 20:58 WIB
733 view
Bermain dengan Mortir Aktif, Delapan Anak di Afghanistan Tewas
Kompas.com
Ilustrasi

Pesisirnews.com - Delapan anak-anak, termasuk empat saudara kandung, tewas akibat ledakan peluru mortir aktif yang mereka gunakan sebagai mainan.

Selain delapan anak yang meninggal, enam anak lainya dilaporkan terluka. Dua di antaranya dalam kondisi kritis dan kehilangan anggota badan akibat ledakan.

Anak-anak korban ledakan mortir itu semuanya berusia antara lima hingga 12 tahun. Mereka yang terluka kini tengah dirawat di sebuah rumah sakit di provinsi Faryab, Afghanistan barat.

Baca Juga:

"Mereka menemukan sebuah bom mortir yang tidak meledak dan membawanya pulang. Mereka penasaran dan saat mencoba membukanya, mortir itu meledak," kata Shukrullah, paman dari empat bersaudara yang meninggal.

Sementara ditambahkan sepupu korban, Mohammad Alam, mortir tersebut menimbulkan ledakan yang besar dan suara yang keras.

Baca Juga:

"Saya bergegas menuju ke tempat asal ledakan dan melihat anak-anak sudah berlumuran darah," katanya kepada AFP, Sabtu (22/9/2918).

Insiden ledakan mortir yang merengut nyawa anak-anak itu turut disesalkan oleh pejabat pemerintah. Mereka menuduh Taliban sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan itu.

Kelompok Taliban pada pekan lalu menguasai desa Koh-e-Sayad, di mana anak-anak tersebut tinggal.

Menurut juru bicara kepolisian Faryab, Abdul Karim Yoresh, kelompok milisi telah menanam ranjau dan bahan peledak di dekan pos pemeriksaan.

"Pada Jumat (21/9/2018) sore, anak-anak melewati daerah itu ketika ranjau mengenai mereka," kata Yoresh.

Anak-anak kerap terbunuh atau berakhir cacat karena bahan peledak yang tersisa dari konflik yang dibuang secara sembarangan atau sengaja ditanam sebagai ranjau.

Warga sipil, termasuk anak-anak telah menanggung beban konflik yang dimulai sejak invasi yang dipimpin AS pada 2001 yang menggulingkan rezim Taliban.

Data PBB menunjukkan angka 3.179 anak-anak tewas atau terluka selama tahun 2017. Jumlah itu hampir sepertiga dari total korban warga sipil selama setahun.

Sebanyak 545 di antaranya korban anak-anak tewas atau terluka akibat ranjau, sementara sisa artileri yang tidak meledak telah menewaskan 142 anak dan melukai 376 lainnya.


Sumber Kompas.com 

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Serahkan SHM Warga Transmigran, UPT Tiram Jaya Disiapkan Menjadi Dusun Mandiri
Dukung Program Prioritas Kapolri,Polri Bersama Masyarakat,Kapolres Inhil Serahkan Bantuan 3 (Tiga ) Mesin Katinting kepada Nelayan
Wakil Bupati Yuliantini Hadiri Pelepasan Jenazah H. Andi Rusli, Antarkan Hingga ke Pemakaman di Keritang
Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba
HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda
komentar
beritaTerbaru