Pemkab dan DPRD Inhil Sambut Baik Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi Berstandar Internasional
TEMBILAHAN (21/10/26)Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) berstandar internasional di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus
Berita
Pesisirnews.com - Delapan anak-anak, termasuk empat saudara kandung, tewas akibat ledakan peluru mortir aktif yang mereka gunakan sebagai mainan.
Selain delapan anak yang meninggal, enam anak lainya dilaporkan terluka. Dua di antaranya dalam kondisi kritis dan kehilangan anggota badan akibat ledakan.
Anak-anak korban ledakan mortir itu semuanya berusia antara lima hingga 12 tahun. Mereka yang terluka kini tengah dirawat di sebuah rumah sakit di provinsi Faryab, Afghanistan barat.
Baca Juga:
"Mereka menemukan sebuah bom mortir yang tidak meledak dan membawanya pulang. Mereka penasaran dan saat mencoba membukanya, mortir itu meledak," kata Shukrullah, paman dari empat bersaudara yang meninggal.
Sementara ditambahkan sepupu korban, Mohammad Alam, mortir tersebut menimbulkan ledakan yang besar dan suara yang keras.
Baca Juga:
"Saya bergegas menuju ke tempat asal ledakan dan melihat anak-anak sudah berlumuran darah," katanya kepada AFP, Sabtu (22/9/2918).
Insiden ledakan mortir yang merengut nyawa anak-anak itu turut disesalkan oleh pejabat pemerintah. Mereka menuduh Taliban sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan itu.
Kelompok Taliban pada pekan lalu menguasai desa Koh-e-Sayad, di mana anak-anak tersebut tinggal.
Menurut juru bicara kepolisian Faryab, Abdul Karim Yoresh, kelompok milisi telah menanam ranjau dan bahan peledak di dekan pos pemeriksaan.
"Pada Jumat (21/9/2018) sore, anak-anak melewati daerah itu ketika ranjau mengenai mereka," kata Yoresh.
Anak-anak kerap terbunuh atau berakhir cacat karena bahan peledak yang tersisa dari konflik yang dibuang secara sembarangan atau sengaja ditanam sebagai ranjau.
Warga sipil, termasuk anak-anak telah menanggung beban konflik yang dimulai sejak invasi yang dipimpin AS pada 2001 yang menggulingkan rezim Taliban.
Data PBB menunjukkan angka 3.179 anak-anak tewas atau terluka selama tahun 2017. Jumlah itu hampir sepertiga dari total korban warga sipil selama setahun.
Sebanyak 545 di antaranya korban anak-anak tewas atau terluka akibat ranjau, sementara sisa artileri yang tidak meledak telah menewaskan 142 anak dan melukai 376 lainnya.
Sumber Kompas.com
TEMBILAHAN (21/10/26)Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) berstandar internasional di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus
Berita
TANJUNG MELAYU Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus mendorong penguatan status wilayah dan kepastian hukum kepemilikan tan
Advertorial
TEMBILAHAN Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir, Polres Indragiri Hilir (Inhil) menyerahkan bantuan 3 (Tiga) unit mesin
Artikel
TEMBILAHAN Wakil Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa pelepasan jenazah almarhum H. Andi Rusli, Wakil
Peristiwa
TEMBILAHAN Pemasangan tanjak, penyematan selempang dan penyerahan keris, menjadi isyarat pemberian amanah kepada yang terpilih. Doa dan res
Berita
PEKANBARU Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar operasi gabungan di sala
Hukrim
TEMBILAHAN Penanganan stunting di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus didorong melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pem
Berita
Tempuling, (7/10/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, resmi membuka Santri Expo Tahun 2026 yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes)
Berita
TEMBILAHAN Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir (Inhil) mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu di wilay
Hukrim
TEMBILAHAN Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inh
Berita