Minggu, 13 September 2026 WIB

Militer Myanmar usir warga Rohingya masih tersisa di desa

- Kamis, 05 Oktober 2017 08:51 WIB
521 view
Militer Myanmar usir warga Rohingya masih tersisa di desa
Merdeka.com
Pesisirnews.com - Pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh mengungkapkan, kini pasukan militer Myanmar melipatgandakan kekuatan untuk mengusir orang-orang muslim yang masih tersisa di Negara Bagian Rakhine.

Pengusiran disertai ancaman kekerasan tetap dilakukan padahal pemerintah telah sesumbar akan menjamin keamanan penduduk minoritas Rohingya yang masih bertahan di desa-desa.

"Pejabat setempat meyakinkan kami selama berminggu-minggu bahwa kami akan selamat jika tetap tinggal di desa. Namun kemudian tentara-tentara itu datang dari pintu ke pintu memerintahkan kami untuk angkat kaki," kata salah seorang pengungsi dari desa Maungdaw, Rashida Begum, seperti dikutip dari laman AFP (4/10).

Setelah mengusir warga, pasukan pemerintah pun mulai melakukan pembakaran terhadap rumah-rumah yang ditinggalkan warga.

"Mereka bilang mereka tidak akan menyakiti kami, tapi akhirnya mereka mengusir kami dan membakar rumah kami," lanjutnya.

Begum yang baru tiba di Bangladesh pada Senin malam kemarin melarikan diri bersama dengan putrinya. Selain dirinya, ada juga ratusan pengungsi lain yang telah mengantre untuk menyeberangi Sungai Naf, pemisah Myanmar dan Bangladesh.

Senada dengan Begum, Hasina Khatun, yang ikut melarikan diri juga, mengaku sebenarnya tidak ingin meninggalkan tanah kelahirannya. Namun karena situasi kian memburuk di desanya, dirinya tak punya pilihan lain selain pergi.

"Saya masih ingin tinggal di desa. Mereka (pejabat setempat) mengatakan 'jangan pergi ke Bangladesh, semua akan baik-baik saja'. Kami percaya, tetapi karena keadaan tak juga membaik, akhirnya kami terpaksa harus pergi," akunya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan dalam periode hingga 30 September, sudah ada 509.000 warga Muslim Rohingya yang telah meninggalkan wilayah konflik Rakhine. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat, mengingat sekitar 4.000 sampai 5.000 warga Rohingya melintasi perbatasan setiap harinya.

Saat ini, sudah ada 10.000 pengungsi yang berkumpul di perbatasan Bangladesh dan siap bergabung dengan ratusan ribu pengungsi lain yang bertahan hidup di kamp-kamp pengungsian meski di tengah kondisi memprihatinkan.

Sumber Merdeka.comĀ 

SHARE:
beritaTerkait
HKG PKK ke-54 Segera Digelar, Katerina Susanti Matangkan Rangkaian Kegiatan di Inhil
Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Cek Karhutla di Inhu, Tegaskan Penanganan Kolaboratif
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Jalan Budiman Tembilahan
Cegah Karhutla, Polda Riau Masifkan Sosialisasi hingga Pasar dan Permukiman
Buka Lahan dengan Membakar di Suaka Margasatwa Kerumutan, Tiga Orang Jadi Tersangka
Temui Polisi Malaysia, Kapolda Riau Paparkan Gotong Royong Tangani Karhutla
komentar
beritaTerbaru