Pemkab dan DPRD Inhil Sambut Baik Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi Berstandar Internasional
TEMBILAHAN (21/10/26)Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) berstandar internasional di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus
Berita
Hasil penelitian yang rumit tak bisa menjadi solusi mengatasi masalah
lingkungan global. Sebaliknya
peneliti kini dituntut untuk membuat panduan ilmiah yang tegas dan mudah
dipahami yang bisa membantu dunia atasi masalah lingkungan dan perubahan iklim.
Prinsip inilah yang menjadi landasan
aksi 520 ilmuwan dari 44 negara, termasuk dua peraih hadiah nobel dan 33
anggota National Academy of Sciences Amerika Serikat, untuk berkumpul di NASA
Ames Research Center di Mountain View, California akhir bulan lalu.
Bersama-sama mereka mengidentifikasi
lima masalah utama yang mengancam kelestarian ekosistem di bumi. Masalah
pertama adalah perubahan iklim yang telah memicu kenaikan suhu dan permukaan
air laut serta mengubah pola cuaca secara dramatis. Masalah kedua adalah
ancaman musnahnya spesies baik tanaman maupun hewan. Persoalan ketiga adalah
kerusakan ekosistem yang terus terjadi di seluruh penjuru bumi. Masalah keempat
adalah bertambahnya populasi dunia, dan masalah kelima adalah polusi.
Baca Juga:
Guna mengatasi semua masalah
tersebut mereka menghasilkan konsensus sebanyak 30 halaman berjudul,
“Maintaining Humanity’s Life Support Systems in the 21st Century”. Dengan ini,
“kami mengirimkan alarm kepada dunia,” tulis para ilmuwan di dalam sambutan
konsensus ini.
Konsensus
ini berisi tujuh rekomendasi mengatasi lima masalah lingkungan terbesar dunia.
Aksi ini sekaligus menjawab kritik yang menyatakan bahwa hasil riset ilmiah dan
penemuan para ilmuwan sulit untuk dipahami oleh industri, pembuat kebijakan dan
masyarakat umum. “Dalam konsensus ini, kami, 520 ilmuwan dari seluruh dunia,
membuat rekomendasi tegas yang bisa menjadi panduan bagi para pembuat kebijakan
lingkungan,” ujar Anthony Barnosky, Profesor di UC Berkeley sebagai mana
dikutip dalam berita universitas.
Baca Juga:
Rekomendasi pertama adalah mengurangi dampak perubahan iklim dengan menekan emisi gas
rumah kaca dan bersiap melakukan mitigasi perubahan iklim. Dalam tataran
praktis, konsensus ini meminta dunia untuk mengganti bahan bakar fosil dengan
sumber energi bersih dan terbarukan, seperti energi matahari, angin dan bahan
bakar nabati.
Konsensus ini juga menyarankan dunia
untuk terus memromosikan efisiensi energi pada bangunan, sektor transportasi
dan industri manufaktur. Dunia juga harus menjaga hutan dan mengatur penggunaan
lahan yang akan memaksimalkan fungsi jasa ekosistem dan penyerapan karbon.
Membuat rencana untuk mengatasi dampak perubahan iklim – seperti kenaikan air
laut dan perubahan pola produktivitas pertanian – juga harus menjadi prioritas.
Rekomendasi kedua,
menghentikan rusak dan hilangnya keanekaragaman hayati. Caranya dengan
menonjolkan manfaat ekonomi dari upaya perlindungan ekosistem alami dan manfaat
dari upaya pencegahan peningkatan keasaman air laut, eksploitasi perikanan dan
alih guna hutan.
Rekomendasi ketiga adalah mengurangi dan mencegah pelepasan bahan-bahan kimia beracun ke
lingkungan melalui penciptaan regulasi dan pengembangan produk-produk kimia
baru – melalui riset ilmiah – yang lebih ramah lingkungan.
Rekomendasi keempat, mencegah dan memerlambat alih guna lahan yang telah mengubah 40% wajah
permukaan bumi menjadi lahan pertanian, peternakan, kota dan wilayah kumuh. Hal
ini bisa diraih melalui upaya peningkatan efisiensi produksi pangan di wilayah
pertanian, memerbaiki distribusi pangan sekaligus mengurangi limbah makanan.
Rekomendasi kelima adalah memacu tingkat pertumbuhan di perkotaan dan mencegah
terciptanya kawasan pemukiman kumuh guna menjaga ruang alami yang berfungsi
menopang jasa lingkungan seperti menjaga kualitas air untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat.
Rekomendasi keenam adalah memerlambat dan menghentikan pertumbuhan populasi dunia
maksimal tidak lebih dari 9 miliar jiwa dan menguranginya menjadi 7 miliar jiwa
pada 2100. Caranya adalah dengan memastikan akses ke edukasi, peluang ekonomi
dan layanan kesehatan, termasuk layanan keluarga berencana dengan perhatian
khusus pada hak-hak perempuan.
Rekomendasi ketujuh, mengurangi eksploitasi sumber daya alam terutama di negara maju dengan
cara memromosikan perubahan perilaku konsumsi yang lebih ramah lingkungan dan
berkelanjutan.
Semua rekomendasi
tersebut bisa dibaca dalam situs Millennium
Alliance for Humanity and the Biosphere(MAHB). “Cara kita melakukan
mitigasi dan mengelola dampak lingkungan yang saling terkait ini akan
menentukan kualitas hidup manusia pada dekade-dekade mendatang,” ujar Barnosky. hijauku.com
TEMBILAHAN (21/10/26)Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) berstandar internasional di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus
Berita
TANJUNG MELAYU Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus mendorong penguatan status wilayah dan kepastian hukum kepemilikan tan
Advertorial
TEMBILAHAN Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir, Polres Indragiri Hilir (Inhil) menyerahkan bantuan 3 (Tiga) unit mesin
Artikel
TEMBILAHAN Wakil Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa pelepasan jenazah almarhum H. Andi Rusli, Wakil
Peristiwa
TEMBILAHAN Pemasangan tanjak, penyematan selempang dan penyerahan keris, menjadi isyarat pemberian amanah kepada yang terpilih. Doa dan res
Berita
PEKANBARU Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar operasi gabungan di sala
Hukrim
TEMBILAHAN Penanganan stunting di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus didorong melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pem
Berita
Tempuling, (7/10/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, resmi membuka Santri Expo Tahun 2026 yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes)
Berita
TEMBILAHAN Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir (Inhil) mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu di wilay
Hukrim
TEMBILAHAN Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inh
Berita