Minggu, 27 September 2026 WIB

Tiap Tiga Menit, Balita Indonesia Kehilangan Nyawa

- Jumat, 21 November 2014 08:28 WIB
571 view
Tiap Tiga Menit, Balita Indonesia Kehilangan Nyawa
Ilustrasi. Balita setiap tiga menit sekali meninggal di Indonesia, salah satu penyebabnya ialah gizi buruk. (Foto: imgarcade.com)
JAKARTA, PESISIRNEWS.com - Setiap tiga menit, satu balita di Indonesia meninggal. Data ini  disampaikan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa UNICEF. Jika dijumlahkan, angka balita meninggal ini mencapai sekitar 150.000 anak setiap tahun. 

Sebenarnya, menurut UNICEF angka kematian anak di bawah lima tahun ini telah berkurang setengahnya dalam periode 1990 - 2013. 

Menurut Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia Gunilla Olsson, penurunan angka kematian terjadi dari 84 kematian per 1.000 kelahiran hidup menjadi 29 per 1.000 kelahiran hidup. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan, apalagi secara keseluruhan upaya pengurangan angka kematian ibu dan anak telah melambat, bahkan mencapai titik stagnasi selama kurun waktu 5 - 10 tahun terakhir.


"Kita perlu mencari cara yang inovatif untuk menangani tantangan-tantangan yang mendasar ini," ujar Olsson pada Kamis (20/11).

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengungkapkan masih banyak lingkungan keluarga yang belum aman dan nyaman bagi anak. 

"Semoga Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Keluarga Sejahtera bisa memenuhi kebutuhan anak," ujarnya. 

Angka kematian anak cukup tinggi di Indonesia disebabkan karena beberapa hal, antara lain jumlah orang yang buang air besar (BAB) sembarangan di Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di dunia (63 juta orang) dan sepertiga anak Indonesia tidak punya akses kepada air bersih.

Tidak adanya sanitasi dan kebesihan, serta air yang tercemar menyebabkan diare dan penyakit mematikan lainnya. Sementara itu, sepertiga dari jumlah kematian anak di bawah satu tahun disebabkan oleh diare. Diare yang berulang juga dapat menyebabkan gizi buruk.

Faktor lain, jumlah anak yang tidak diimunisasi lengkap di Indonesia menempati peringkat ketiga terbesar di dunia. Indonesia masih mengalami wabah penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin, seperti campak dan diphtheria yang berisiko terhadap kelangsungan hidup dan kesehatan anak. Wabah ini dapat dicegah dengan mudah jika anak-anak divaksinasi pada usia yang tepat.

Indonesia menempati peringkat kelima tertinggi dalam hal jumlah anak yang menderita gizi buruk yang dialami oleh sekitar 36 persen anak balita.

Gizi buruk masih menjadi penyebab utama kematian anak. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan melanjutkan ASI hingga usia dua tahun sangat penting. Anak yang pendek menurut usia (stunting) tumbuh dan belajar lebih lambat dari anak yang mendapatkan gizi baik. (Ant)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polda Riau Kerahkan Tim Kesehatan dan Trauma Healing ke Wilayah Terdampak Karhutla di Kerumutan
Bupati Herman dan ketua PMI  Peringati Hari Kesehatan Nasional
Puskesmas Tembilahan Laksanakan Skrining Bagi UKK Pelabuhan
Dinkes Inhil Himbau Ibu Hamil Terapkan Pola Hidup Sehat
Pentingnya Pola Makan Sehat
Dinkes Inhil Himbau Masyarakat Terapkan 3 M Plus
komentar
beritaTerbaru