Selasa, 04 Agustus 2026 WIB

China Kembali Tuding AS Sengaja Sebarkan Disinformasi dan Konspirasi Terkait Virus Corona

- Kamis, 27 Mei 2021 12:07 WIB
967 view
China Kembali Tuding AS Sengaja Sebarkan Disinformasi dan Konspirasi Terkait Virus Corona
Pemandangan udara ini menunjukkan laboratorium P4 (kiri) di kampus Institut Virologi Wuhan di Wuhan di provinsi Hubei tengah China pada 27 Mei 2020. (Foto AFP)

Pesisirnews.com - China pada Rabu (26/5) kembali menuduh Amerika Serikat (AS) 'menyebarkan' teori konspirasi dan disinformasi" ketika teori itu muncul kembali bahwa virus corona muncul dari laboratorium China di Wuhan.

Atas hal tersebut China mendesak Washington untuk membuka fasilitas virologinya untuk diawasi.

AS diketahui selama ini membuat tekanan untuk penyelidikan baru terhadap asal-usul Covid-19 setelah misi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke China, yang diliputi oleh penundaan dan beban politik, mengembalikan temuan yang tidak meyakinkan.

Baca Juga:

Institut Virologi Wuhan menjadi sorotan setelah sebuah laporan di The Wall Street Journal, mengutip intelijen AS, mengatakan tiga pekerja laboratorium di sana dirawat di rumah sakit pada November 2019 dengan gejala mirip virus corona, sebulan sebelum kasus pandemi pertama yang dideklarasikan.

Surat kabar itu juga mengatakan para peneliti telah mengumpulkan sampel tujuh tahun sebelumnya dari sebuah tambang di barat daya China, tempat para penambang terjangkit penyakit misterius dari virus korona baru yang ditularkan oleh kelelawar.

Baca Juga:

Mengulangi penolakan laporan sebelumnya, Zhao Lijian, juru bicara kementerian luar negeri China, menuduh AS menyebarkan teori konspirasi dan disinformasi seperti kebocoran laboratorium.

Teori bahwa virus pembunuh bocor dari laboratorium China pada awalnya dipicu, antara lain, oleh pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump.

Zhao mengatakan itu tidak menghormati penyelidikan WHO dan merusak solidaritas global untuk melawan virus.

[br]

Sejak menginfeksi korban pertamanya di kota Wuhan di China tengah pada akhir 2019, patogen telah menyerang hampir setiap negara di dunia, menewaskan lebih dari 3,4 juta orang dan menggerogoti ekonomi nasional.

"Jika AS benar-benar menginginkan transparansi penuh maka seharusnya, seperti China, mengundang pakar WHO untuk mengunjungi AS dan menyelidiki fasilitas virologinya," tambah Zhao.

"Buka pangkalan militer Fort Detrick sedini mungkin, dan semua laboratorium biologi yang dimiliki AS di seluruh dunia," katanya, mengacu pada fasilitas penelitian AS di Maryland.

Laporan yang lama tertunda oleh tim ahli internasional yang dikirim ke Wuhan dan rekan-rekan China yang mendapat 'tekanan' membuat mereka tidak menarik kesimpulan tegas tentang asal mula pandemi.

Sebaliknya, tim yang dipimpin WHO mengatakan virus kemungkinan besar berpindah dari kelelawar ke manusia melalui hewan perantara.

Awalnya, laporan ahli mengatakan teori yang melibatkan virus yang bocor dari laboratorium "sangat tidak mungkin".

Namun, setelah laporan itu dirilis, kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bersikeras bahwa semua teori memilki kemungkinan sebagai penyebab munculnya virus corona. (AFP)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kaban Kesbangpol Inhil Zailani,S.Sos Hadiri Pembukaan Pusdiklat 36 Calon Paskibraka Riau 2026
Kesbangpol Inhil Antar Rinawal Zuqni Izzan Ikuti Pusdiklat Paskibraka Provinsi Riau 2026
Bunda Literasi Inhil Bahas Pengembangan Perpustakaan Apung sebagai Inovasi Layanan Literasi
Bupati Herman Pastikan Relokasi Pedagang Pasar Yos Sudarso Berjalan Adil dan Transparan
Bupati Herman Tegaskan Percepatan Kinerja OPD, Ingatkan ASN Tingkatkan Disiplin dan Tanggung Jawab
Dekranasda Inhil Luncurkan Baju Pengantin Sri Gemilang, Angkat Keindahan Budaya Melayu
komentar
beritaTerbaru