TATARSTAN, Pesisirnews.com - Seorang remaja laki-laki dari Tatarstan, sebuah wilayah di Rusia yang berpenduduk mayoritas Muslim terpaksa ditembak mati oleh polisi setelah menikam seorang polisi dan mencoba membakar kantor polisi di Kukmor, Tatarstan.
Penyerangan kantor polisi oleh ramaja laki-laki itu terjadi pada Jumat ini (30/10/2020).
Dilansir dailymail.co.uk, media setempat menyebut penyerang remaja itu sebagai Vitaly Antopov, dan dia berusia 16 tahun.
Baca Juga:
Sebelum melakukan penyerangan ke kantor polisi tersebut, Antopov membekali dirinya dengan pisau dan bom molotov.
Komite Investigasi Rusia mengatakan pihaknya memperlakukan insiden itu sebagai upaya tindakan terorisme dan telah membuka kasus kriminal.
Baca Juga:
Kantor berita Rusia Interfax mengatakan remaja itu meneriakkan 'Allahu Akbar' dan menyebut polisi sebagai 'kafir' selama penyerangannya di wilayah Tatarstan.
[br]
Penyelidik mengatakan remaja itu mencoba membakar gedung polisi distrik dan menikam petugas polisi saat ditangkap.
Dia berteriak, “Saya akan membunuh kalian semua,†saat dia menikam seorang petugas tiga kali di pinggul dan lengan.
Petugas polisi lain telah melepaskan tembakan peringatan ke udara sebelum dipaksa melepaskan tembakan kearahnya, kata para pejabat setempat.
Pihak berwenang setempat mengatakan remaja itu telah meninggal karena luka-lukanya sebelum petugas medis tiba di tempat kejadian.
Sedangkan petugas yang terkena tikaman sebanyak tiga kali dibawa ke rumah sakit tetapi nyawanya tidak dianggap dalam bahaya.
Penyelidik telah membuka kasus ini menjadi 'percobaan tindakan teroris' dan 'pelanggaran terhadap kehidupan petugas penegak hukum', kata komite.
Antipov dilaporkan berasal dari wilayah Altai di Siberia dan memiliki pekerjaan di sebuah kafe halal bernama Barakat.
Pemiliknya Marat Zamaleev telah menjalani hukuman 14 tahun karena sabotase dan pembuatan senjata ilegal.
Sumber: (dailymail.co.uk)