Minggu, 02 Agustus 2026 WIB

Otoritas Prancis Akui Telah Tutup Puluhan Masjid dan Sekolah Islam Sejak Januari ini

- Rabu, 21 Oktober 2020 15:16 WIB
765 view
Otoritas Prancis Akui Telah Tutup Puluhan Masjid dan Sekolah Islam Sejak Januari ini
Ilustrasi: Foto Masjid. (Kredit Foto: Getty)

PARIS, Pesisirnews.com - Pihak berwenang Prancis mengkonfirmasi telah menutup lebih dari 70 masjid dan sekolah Islam swasta sejak Januari tahun ini.

“Setidaknya 73 masjid dan sekolah swasta Islam di seluruhPrancistelah ditutup oleh pihak berwenang sejak Januari, dalam upaya untuk memerangi "Islam ekstremis", kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gerald Darmanan pada hari Selasa (13/10/2020) lalu.

Dalam konferensi pers, Mendagri Prancis membenarkan bahwa masjid dan sekolah swasta di daerah Heralt ditutup bulan lalu, bersama dengan organisasi dan sembilan toko Muslim di daerah lain.

Baca Juga:

Mendagri Prancis juga menyerukan pengusiran ratusan warga negara asing dari Prancis.

"Kita harus mengusir 231 orang asing dari wilayah Prancis, yang tinggal di sana secara ilegal, dan dikejar dengan tuduhan ekstremisme, termasuk 180 orang di penjara," katanya.

Baca Juga:

Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Prancis dan komunitas Muslim di negara tersebut.

[br]

Pekan lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan Islam sebagaiagama "dalam krisis" di seluruh dunia dan mengatakan pemerintah akan mengajukan rancangan undang-undang pada bulan Desember untuk memperkuat undang-undang tahun 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara di Prancis.

Dia mengumumkan pengawasan pemerintah yang lebih ketat terhadap sekolah dan kontrol yang lebih baik atas pendanaan masjid dari luar negeri.

Macron juga memperingatkan terhadap pembentukan "masyarakat tandingan" yang memegang hukumnya sendiri di antara Muslim Prancis.

Para sarjana di lembaga Islam Sunni bergengsi Mesir,Al-Azhar, mengecampernyataan itu sebagai "rasis" dan menuduh pemimpin Prancis itu menyebarkan "pidato kebencian".

"Dia membuat tuduhan palsu terhadap Islam, yang tidak ada hubungannya dengan esensi sejati dari agama ini," kata Akademi Riset Islam Al-Azhar dalam pernyataannya.

[br]

"Pernyataan rasis seperti itu akan mengobarkan perasaan dua miliar pengikut Muslim di seluruh dunia, dan menghalangi jalan menuju dialog yang konstruktif,” tambah pernyataan itu.

Al-Azhar mengatakan membuat "tuduhan palsu tentang Islam atau agama lain, seperti separatisme dan isolasi bertentangan dengan realitas sebenarnya dari apa yang diminta agama-agama ini.

Ia juga mengutuk mereka yang mengeksploitasi atau menggunakan teks agama untuk mencapai tujuan yang tidak baik.

[br]

Sementara itu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga membalas serangan pemimpin Prancis itu.

"Pernyataan Macron bahwa 'Islam sedang dalam krisis' adalah provokasi terbuka yang melampaui rasa tidak hormat," kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Siapa Anda untuk berbicara tentang penataan Islam?" kata Erdogan.

Erdogan juga menganggap pernyataan Macron sebagai "kurang ajar".

Erdogan menyarankan Macron untuk lebih memperhatikan saat berbicara tentang masalah yang dia abaikan.

"Kami berharap dia bertindak sebagai negarawan yang bertanggung jawab daripada bertindak seperti gubernur kolonial,” ujar Erdogan.

Turki adalah mayoritas Muslim - tetapi sekuler - negara yang merupakan bagian dari NATO tetapi bukan UE.Tawaran keanggotaannya untuk badan Eropa tersebut telah terhenti selama beberapa dekade karena berbagai perselisihan, baik yang terkait dengan kebijakan domestik maupun luar negeri.

Sumber: english.alaraby.co.uk

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polres Inhil Hadir Layani Masyarakat, Sat Lantas Amankan Kepulangan Anak Sekolah di Tembilahan
Bupati Herman Lantik 44 Kepala Sekolah, Perkuat Mutu Pendidikan di Inhil
Gotong Royong Bersama di Islamic Center, Wujud Dukungan Lanjutan Pembangunan Kawasan Keagamaan
Bupati Herman Tinjau Islamic Center Syekh Abdurrahman Siddiq, Siap Lanjutkan Pembangunan
RDP KOMISI 1 DPRD Inhil Tertutup, Wartawan Dilarang Diliput
Pemkab. Inhil Bantah Tuduhan Tutup Mata terhadap Pungli di Sekolah
komentar
beritaTerbaru