Rabu, 09 September 2026 WIB

Apakah Lebanon akan Berdamai dengan Israel? Ini Kata Presiden Lebanon Michel Aoun

- Minggu, 16 Agustus 2020 21:35 WIB
686 view
Apakah Lebanon akan Berdamai dengan Israel? Ini Kata Presiden Lebanon Michel Aoun
Presiden Lebanon Michel Aoun. (Kredit Foto : Reuters)

BEIRUT, Pesisirnews.com - Pasca penandatanganan kesepakatan pemulihan hubungan bilateral antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel, Kamis (13/8/2020) lalu, merebak berbagai spekulasi di Timur Tengah yang menyatakan UEA terlibat dalam sebuah konspirasi besar bersama Israel dan Amerika Serikat.

Tudingan negatif yang dialamatkan kepada UEA adalah keinginan negara kecil nan kaya itu dapat memiliki pengaruh sektoral yang lebih besar terhadap negara-negara lain yang ada di kawasan Teluk Persia yang terdiri dari Bahrain , Kuwait , Irak, Oman , Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab sendiri.

Belum reda berbagai spekulasi terhadap normalisasi hubungan UEA-Israel, kini muncul spekulasi baru terkait dengan pernyataan Presiden Lebanon Michel Aoun dalam sebuah wawancara dengan TV Prancis " B F M ", yang disiarkan pada Sabtu (15/8/2020) malam.

Baca Juga:

Dalam wawancara tersebut Aoun mengatakan bahwa kesepakatan perdamaian negaranya dengan Israel tergantung pada beberapa masalah.

“Kami memiliki masalah dengan Israel, yang harus kami selesaikan terlebih dahulu,” katanya.

Baca Juga:

Terang saja pernyataan Presiden Lebanon dari "Gerakan Patriotik Bebas" itu menimbulkan polemik baru di kalangan politisi dan masyarakat Timur Tengah karena pernyataannya dianggap “bersayap”.

[br]

Telebih ketika dimintai pendapatnya mengenai perjanjian normalisasi antara Israel dan UEA, Aoun dengan lugas berkomentar, "UEA adalah negara merdeka.”

Namun sebagian pengamat menilai pernyataan Presiden Lebanon itu tidak lebih bersifat politis semata karena mustahil bagi Aoun yang didukung Hizbullah pada pemilihan presiden tahun 2016, berani mengambil terobosan dalam menormalisasi hubungan Lebanon-Israel. Apalagi masih lekang dalam ingatan rakyat Lebanon perang selama 34 hari dengan Israel pada Juli 2006 lalu.

Belum lagi campur tangan Iran melalui Hizbullah, rasanya akan sulit bagi siapa pun pemimpin Lebanon untuk menormalisasi hubungan negara itu dengan Israel di masa depan.

[br]

Perjanjian normalisasi UEA-Israel dikutuk oleh kekuatan politik dan populer di beberapa negara Arab dan Iran. Sedangkan kecaman paling luas terjadi di Palestina. Bahkan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei sempat melontarkan ancaman akan membumihanguskan Israel.

Tetapi tampaknya tidak semua negara di Jazirah Arab terlalu memusingkan normalisasi hubungan UEA-Israel seperti Bahrain dan Kesultanan Oman. Bahkan Mesir mengeluarkan pernyataan resmi dengan memberi selamat kepada Abu Dhabi atas langkah tersebut.

Pengumuman kesepakatan normalisasi antara Tel Aviv dan Abu Dhabi ini merupakan puncak dari rangkaian panjang kerja sama, koordinasi, komunikasi, dan pertukaran kunjungan kedua negara.


Non Reportase
Sumber : Daily Sabah Arabic

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Herman Lepas Pawai Ta’aruf, MTQ Kecamatan Pelangiran Jadi Momentum Syiar Islam dan Lahirkan Generasi Qur’ani
Ekonomi Warga Ikut Tumbuh! Ini Langkah Kapolsek Pelangiran
Polsek Pelangiran Turun ke Lahan, Tanam Jagung 1 Hektare Dukung Swasembada Pangan 2026
Polsek Pelangiran Ungkap Kasus Sabu, Dua Buruh Kontraktor Diamankan
Meriahnya Festival 'Perang Air' di Riau: Merawat Tradisi, Jaga Persaudaraan
Mahasiswa, dan Masyarakat Gelar Aksi Solidaritas Bagi-Bagi Bunga di Tembilahan
komentar
beritaTerbaru