Rabu, 19 Agustus 2026 WIB

Teganya, Anak Gadis Difabel 11 tahun Diperkosa di Rumah kosong

- Senin, 11 Agustus 2014 17:59 WIB
849 view
Teganya, Anak Gadis Difabel 11 tahun Diperkosa  di Rumah kosong
KETERANGAN GAMBAR :Tersangka IW yang diduga mengagahi anak dibawah umur difabel (tuna wicara/bisu), dirumah kosong.
BUKIT BATU, PESISIRNEWS.com- Miris lagi-lagi kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur(difabel) tuna wicara terjadi, kali ini terhadap korban NS (11) yang dilakukan oleh IW pekerjaannya buruh tani.

Kejadian bermula ketika NS saat berjumpa ayahnya temannya IW dijalan, dengan pertemuan tersebut, karena terdorong hawa nafsu yang kuat, IW pun mengajak NS ke rumah kosong di Jalan Sukajadi RT 16 RW 07 Dusun Sukoharjo, Desa Pakning Asal, Kecamatan Bukit Batu, Jumat (8/8/14) sekira pukul 14.30 WIB.

IW tidak mengakui perbuatan bejatnya saat ditanyai wartawan, Senin (11/8/2014), sedangkan NS sendiri mengakui perbuatan IW dirumah kosong tersebut. NS sendiri sempat melakukan perlawanan saat akan disetubuhi oleh IW. Karena NS bisu, dirinya hanya bisa pasrah. IW meninggalkan NS begitu saja, karena ada orang yang melintas dirumah kosong tersebut dan juga karena ketakutan.

Dalam keadaan yang tidak berdaya, NS bertemu dengan Misnuri (43) yang saat itu sedang berada diwarung. Misnuri terkejut karena melihat NS menangis dari kejauhan, setelah didekati NS menunjukkan rasa sakit pada kemaluannya dan menangis. Lantas NS diantarkan pulang ke rumah NS oleh Misnuri. Lalu Misnuri membuat laporan terhadap kejadian tersebut di Mapolsek pada hari yang sama sekitar pukul 17.30 WIB.

"Memang NS sering bermain dengan anak IW, dirumahnya. Saya tidak pernah menyangka perbuatan bejat yang dilakukan oleh IW, padahal IW sendiri memiliki anak, "ujar Misnuri.

Kapolsek Bukit Batu, Kompol Sasli Rais didampingi Kanit Reskrim, Ipda Edwi Sunardi membenarkan kejadian tersebut. Saat ini IW yang bekerja sebagai buruh tani, telah diamankan di Mapolsek Bukit Batu, guna pemeriksaan lebih lanjut. IW dibawa dan dipertemukan dengan NS yang bisu, lantas NS sambil menunjuk IW dan menangis lagi. Saat IW dibawa dan ditunjuk-tunjuk oleh NS, IW sempat mendapatkan bogem mentah dari masyarakat yang ramai di Polsek Bukit Batu.

"Kita sendiri kesulitan saat memeriksa NS, karena tidak bisa berbicara (bisu, red). Namun saat dipertemukan dengan IW, NS menunjuk IW sambil menangis. Saat ini kita masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Kita juga berharap, kasus ini bisa diselesaikan segera. Untuk selanjutnya diserahkan kepada jaksa, "ungkap Kapolsek. (yee)

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Apresiasi Miftahul Hidayah, Dorong Pesantren Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak
Pabrik Miras di Bogor Didemo ormas Islam Buntut Skandal Penistaan di Event The Sounds Project, Sepakat Berhenti Beroperasi 7 Hari
Satlantas Polres Inhil Pasang Spanduk Larangan Balap Liar di Parit 19 dan 21
Bupati Herman Ikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI Secara Virtual
Wakapolres Inhil Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Batang Tuaka, Wujudkan Kehadiran Negara di Wilayah 3T
Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan
komentar
beritaTerbaru