Rabu, 17 Juni 2026 WIB

Tidak Penting tentang Gulat Medali Emas Manurung

- Minggu, 28 September 2014 08:52 WIB
606 view
 Tidak Penting tentang Gulat Medali Emas Manurung
Gulat Manurung (foto:Net)
PESISIRNEWS.com - 7 Hal Tidak Penting tentang Gulat Manurung. Setelah diperiksa sejak tadi malam, akhirnya KPK mengumumkan status Gulat Medali Emas Manurung. Gulat Manurung diduga kuat sebagai pihak pemberi uang suap kepada Gubernur Riau Annas Maamun. “Saudara GM (Gulat Medali) sebagai pihak pemberi, tersangka GM (Gulat Medali) ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan melanggar Pasal 5 Ayat 1 a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Ketua KPK Abraham Samad.

Gulat Manurung diduga kuat menyerahkan uang suap kepada Annas Maamun terkait dengan alih fungsi hutan kawasan industri. Dari hasil penyelidikan, Gulat Medali Emas Manurung diduga menginginkan lahan sawit 140 hektar milikinya dialihkan fungsi. Pertanyaannya sekarang adalah siapa sebenarnya pemilik nama lengkap Gulat Medali Emas Manurung ini?

 1. Gulat Manurung Adalah Alumni SMA 2 Pematang Siantar

Tidak mudah mencari jejak pendidikan. Namun dari situs sma2-psiantar.sch.id diketahui bahwa Gulat Manurung adalah alumni SMA 2 Pemantang Siantar Tahun 1990/1991 Jurusan Ilmu Fisika. Selain itu jejak pendidikan Gulat Manurung tidak jelas. Di internet beredar abstrak penelitian atas nama Gulat Medali Emas Manurung yang berjudul Pengaruh Nacl Dan Kcl Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Serta Serapan Hara Pada Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merr). Tampaknya Gulat Manurung adalah mahasiswa Fakultas Pertanian. Sepertinya Gulat Manurung kuliah di Universitas Riau karena setelah itu ia menjadi dosen di kampus itu.

“Sampai sekarang ini Indonesia masih mengimpor kacang kedelai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal ini adalah akibat dari rendahnya produksi kacang kedelai tersebut. Untuk meningkatkan produksi kacang kedelai tersebut, maka pemupukan yang tepat dan ekstensifikasi adalah altematif yang dapat ditempuh. Pupuk KCl adalah salah satu jenis pupuk yang digunakan untuk tanaman kedelai. Pupuk ini hingga sekarang adalah barang impor yang ikut menghabiskan devisa negara, karena Indonesia hingga sekarang belum memiliki tambang kalium,” itulah kutipan awal abstrak penelitian Gulat Manurung.

2. Gulat Manurung Adalah Dosen Universitas Riau

Rektor Universitas Riau, Aras Mulyadi, menyatakan bahwa Gulat Medali Emas Manurung adalah seorang dosen di Fakultas Pertanian Universitas Riau. “Atas nama universitas tentu saya ikut prihatin karena ini di luar dugaan, ternyata dia (Gulat) memang tersangkut kasus hukum ini,” kata Aras Mulyadi. Meskipun begitu, Aras Mulyadi belum memberikan sanksi untuk salah satu dosennya itu. “Kita belum tahu persis bagaimana kasusnya. Kalau sudah jelas kasusnya kita akan cari jalan sesuai prosedur yang ada,” kata rektor yang baru dilantik 9 Juni 2014 itu.

Seorang dosen Universitas Riau yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Gulat Medali Emas Manurung memiliki rekam jejak yang kurang bagus di universitas kebanggaan masyarakat Riau itu. Gulat Manurung diketahui sudah menjadi dosen selama sekitar 14 tahun dengan status Pegawai Negeri Sipil golongan 3A. Gulat Manurung awalnya hanya menjadi asisten penelitian dosen-dosen hingga akhirnya diangkat menjadi dosen tetap.

“Sampai sekarang golongannya tidak pernah naik karena rapornya di Universitas Riau merah. Gulat lebih aktif dengan kegiatan di luar kampus dengan mengatasnamakan Universitas Riau, tapi tak ada kontribusinya buat kampus,” ujar sumber rahasia tersebut. Sumber itu juga mengatakan bahwa Gulat Manurung sudah cukup lama menjalin kerjasama bisnis perkebunan kelapa sawit dengaan Annas Maamun sejak tahun 2004, ketika itu Annas Maamun masih menjabat Bupati Rokan Hilir.

3. Gulat Manurung Jadi Orang Kepercayaan Annas Maamun

Karena menggeluti bisnis perkebunan sawit di Rokan Hilir, perlahan Gulat Medali Emas Manurung menjadi orang kepercayaan Annas Maamun. Apalagi setelah Annas Maamun menjadi gubernur Riau. Hal ini diungkapkan oleh mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Zulkifli Yusuf. Zulkifli Yusuf mengatakan bahwa Dinas Kehutanan Riau pernah menemukan pelanggaran aktivitas perkebunan kelapa sawit milik Gulat Manurung di Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2011.

Ketika itu Gulat Manurung ketahuan membuka kebun sawit di kawasan hutan tanpa ada izin pelepasan kawasan dari Kementerian Kehutanan. Namun entah mengapa laporan kasus dari Dinas Kehutanan itu tidak ditindaklanjuti. Beredar kabar bahwa kasus itu didiamkan karena ada intervensi dari Annas Maamun yang saat itu menjabat Bupati Rokan Hilir. “Alat berat mereka pernah kami sita, karena main gledor saja kawasan hutan untuk kebun sawit. Annas Maamun marah-marah ke saya karena alasannya itu kebun sawit untuk rakyat,” ujar Zulkifli Yusuf.

4. Gubernur Riau Annas Maamun Hadir dalam Perlantikan Gulat Manurung

Gulat Medali Emas Manurung dilantik sebagai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru pada tanggal 16 April 2014. Saat pelantikannya itu, Gubernur Riau Annas Maamun turut hadir. Ada yang menarik dari pidato gubernur kontroversial ketika itu. Pidato Gubernur Riau Annas Maamun normatif dan membosankan, ia mengharapkan Apkasindo membantu pemerintah pengentaskan kemiskinan karena perkebunan bisa diandalkan untuk mensejahterakan masyarakat.

Namun tampaknya Gubernur Riau Annas Maamun keceplosan dalam pidato selama 26.32 menit itu. Gubernur Riau Annas Maamun saat itu meminta maaf kepada masyarakat Riau jika telah salah memilih dirinya sebagai gubernur. “Saya dulu menjadi Ketua DPRD tiga periode. Menjadi bupati dua priode. Tujuh tahun setengah. Sekarang ditunjuk jadi gubernur. Bukan ditunjuk, menang kemarin. Entah apa pula. Entah salah pilih, entah tidak. Terserah sajalah. Pokoknya kalau telah salah pilih, minta maaflah. Yang penting saya sekarang sudah jadi gubernur,” katanya.

5. Gulat Manurung Ikut Mengatur Proyek Dinas PU Riau

Awal bulan Juli 2014 lalu, Gulat Medali Emas Manurung diyakini mengatur proyek Dinas PU Riau. Hal ini diperkuat dengan dibatalkannya pemenang lelang 38 paket proyek di Dinas PU Riau yang sangat mendadak. Pembatalan secara sepihak ini membuat para kontraktor kocar-kacir. Dugaan ini semakin kuat karena Kepala Dinas PU Riau Muhammad tidak bersedia memberikan penjelasan sama sekali kepada media. Tampaknya Muhammad ditekan orang-orang kepercayaan Annas Maamun. Sebelumnya tender proyek jembatan dan jalan yang menggunakan APBD Riau Tahun Anggaran 2014 senilai Rp280 miliar itu sudah dievaluasi dan tinggal diumumkan pemenang tendernya. Terdengar kabar 17 orang yang prores malah dipindahkan ke instansi lain.

6. Rumah Gulat Manurung Pernah Dilempat Molotov

Pada tanggal 7 Juli 2014, rumah Gulat Medali Emas Manurung di Jalan Rawa Mangun Pekanbaru dilempar bom molotov oleh seseorang. Tanggal 11 Juli 2014, Gulat Medali Emas Manurung melaporkan pelemparan bom molotov itu ke pihak kepolisian sambil memberikan rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku pelemparan bom molotov itu. Tapi sampai sekarang kasus ini mandek. Beredar kabar burung bahwa Gulat Medali Emas Manurung memiliki banyak “musuh” karena ia dianggap orang kepercayaan Gubernur Riau Annas Maamun yang memanfaatkan situasi. Setelah penemunya tidak pernah ditangkap, Gulat Manurung kemudian mengatakan sebenarnya yang dilempar itu bukan bom molotov, melainkan mercon.

7. Gulat Manurung Pernah Mengirim SMS Ancaman kepada Wide Wirawaty

Saat Annas Maamun terjerat kasus pelecehan seksual, Gulat Manurung pun turun tangan karena ia adalah orang kepercayaan gubernur kontroversial itu. Korban pelecehan seksual oleh Annas Maamun, Wide Wirawaty, mengaku pernah dikirimi SMS ancaman yang diduga kuat adalah Gulat Manurung. “Tadi saya diancam dengan sms dengan kata-kata -Hentikan permainan itu-. Namanya Gulat Manurung dosen di UNRI (Universitas Riau),” kata Wide Wirawaty setelah menyerahkan bukti SMS itu ke penyidik Bareskrim Mabes Polri. Sebelumnya Gulat Manurung diutus Annas Maamun untuk minta damai dengan Wide Wirawaty namun tawaran itu ditolak. Belum lepas dari kasus pelecehan seksual, kini Gubernur Riau Annas Maamun dan orang kepercayaannya Gulat Manurung sudah mendekam di penjara KPK.(sumber)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wabup Yuliantini Ikuti Peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi Secara Virtual
Polri Tetapkan Dua Tersangka Korupsi PT SPR BUMD Riau, Kerugian Capai Rp33 Miliar*
Mantan Kepala Desa Di Indragiri Hilir  Masuk DPO Polres Inhil
Terkait 3 Kasus Dugaan Korupsi, Kortas Tipikor Polri Mulai Periksa Pejabat PLN Pusat
Pj Bupati Inhil Erisman Yahya Ingatkan Ciptakan Pemerintahan Yang Bersih
Ancam Wartawan yang Soroti Kasus Dugaan Korupsinya, IWO Kecam Sikap Sekwan DPRD Lingga
komentar
beritaTerbaru