Kamis, 20 Agustus 2026 WIB

Tiga Polisi Dikeroyok Oleh Delaparan Orang Saat Gerebek Toko Obat Di Bekasi

Haikal - Sabtu, 03 November 2018 01:38 WIB
247 view
Tiga Polisi Dikeroyok Oleh Delaparan Orang Saat Gerebek Toko Obat Di Bekasi
Ilustrasi tawuran/perkelahian penganiayaan. Shutterstock
Pesisirnews.com, Bekasi - Tiga anggota Polisi dikeroyok delapan orang ketika menggerebek toko obat yang diduga menjual obat keras tanpa resep pada Kamis malam, 1 November 2018. Peristiwa yang membuat ketiga polisi luka-luka itu terjadi di Jalan Bintara Pradana, Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Tempo, ketiga anggota Kepolisian Sektor Bekasi Kota tersebut adalah Inspektur Dua Kabul Priyono, Brigadir Kepala M. Solichin dan Brigadir Dua Arif Prabowo. Mereka mendatangi toko obat F2 di Jalan Bintara 11, karena mengaku menerima laporan masyarakat kalau toko itu menjual obat terlarang.

Sampai di toko, seorang yang diduga pemilik toko menghubungi orang yang disebutnya sebagai anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berpangkat Komisaris. Bersamaan dengan itu, datang delapan orang diduga preman ke lokasi yang sama. Tanpa basa-basi, ketiga polisi tersebut dikeroyok

Karena kalah jumlah, ketiga polisi itu segera melarikan diri menuju pos polisi tak jauh dari lokasi toko. Namun penganiayaan tetap terjadi hingga korban babak belur. Korban mengalami luka sebagian besar di wajah seperti pelipis robek, hingga hidung patah.

Baca Juga:

Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Indarto, membenarkan peristiwa itu dan mengatakan segera menerjunkan tim ke lokasi. Menurut dia, satu orang pelaku utama berinisial A sudah bisa langsung ditangkap. "Tujuh lainnya melarikan diri ke jalan tol," kata Indarto, Jumat, 2 November 2018.

Indarto mengimbau para pelaku pengeroyokan segera menyerahkan diri. Sebab, menurut Indarto, timnya bakal melakukan pengejaran sampai tertangkap, "Kalau melawan akan diberikan tindakan tegas," ujar Indarto.

Baca Juga:

Adapun penggeledahan di toko obat, menurut Indarto, menemukan ribuan butir obat keras yang dijual tanpa resep dokter. Pemiliknya, berinisial R, tak ada di tempat ketika tim dari polres datang. "Kami telah menyita obat-obatan tersebut dan lokasi juga telah dipasangi garis polisi," seperti di lansir tempo.co ucap Indarto.



SHARE:
beritaTerkait
Terindikasi Akibat Penyakit Bawaan, Tahanan Rutan I Medan Meninggal Dunia*
Jagung Menguning di Pelosok Kateman, Polsek dan Petani Tuai 2 Ton Harapan dari Desa Air Tawar
Wabup Yuliantini Apresiasi Kreativitas Anak Muda Inhil Lewat Pekik Merdeka Vol. 3
Bupati Herman Apresiasi Miftahul Hidayah, Dorong Pesantren Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak
Pabrik Miras di Bogor Didemo ormas Islam Buntut Skandal Penistaan di Event The Sounds Project, Sepakat Berhenti Beroperasi 7 Hari
Satlantas Polres Inhil Pasang Spanduk Larangan Balap Liar di Parit 19 dan 21
komentar
beritaTerbaru