Kamis, 20 Agustus 2026 WIB

Usai tembak istri, Fransiskus sempat ngopi & merokok sebelum bunuh anaknya

- Jumat, 26 Oktober 2018 19:49 WIB
7.235 view
Usai tembak istri, Fransiskus sempat ngopi & merokok sebelum bunuh anaknya
Merdeka.com

Pesisirnews.com - Penyidik Polda Sumsel dan Polresta Palembang menemukan beberapa dugaan kronologis aksi bunuh diri yang dilakukan Fransiskus Xaverius Ong (47) sekaligus membunuh istri dan anaknya. Pembunuhan diduga sudah dipersiapkan dengan matang oleh Fransiskus.

Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara mengungkap dugaan kuat pembunuhan sudah direncanakan terlihat dari pengakuan pegawai yang diberikan uang serta perhiasan. Fransiskus melakukan itu sesaat sebelum ia memutuskan untuk membunuh keluarganya.

Dia memberikan uang kepada pembantunya dan perhiasan cincin kepada sopir pribadi sebagai bentuk kenang-kenangan.

Baca Juga:

Kemudian, Fransiskus mematikan CCTV yang dipasang di rumahnya pukul 02.30 atau beberapa saat sebelum eksekusi. Alhasil, aksinya tidak dapat terekam kamera yang menimbulkan banyak dugaan.

"Justru dipersiapkan sebagai pengakhiran kehidupan," ungkap Zulkarnain, Kamis (25/10).

Baca Juga:

Mengenai urutan eksekusi, Zulkarnain menyebut ada dua kemungkinan. Pertama menembak istrinya terlebih dahulu, lalu kedua anaknya, dan dua ekor anjing peliharaannya.

Kemungkinan kedua menghabisi kedua anaknya terlebih dahulu dilanjutkan membunuh anjing, terus menembak istrinya, dan akhirnya menembak kepalanya sendiri setelah mengunci pintu kamar.

Dari dua analisa itu, Fransiskus sempat minum kopi dan merokok sambil berpikir setelah membunuh salah satu korban. Sebab, penyidik menemukan puntung rokok yang terdapat bercak darah.

"Sepertinya dia (Fransiskus) mikir-mikir dulu karena satu peluru ditemukan di dekat situ (meja). Lalu dia nulis wasiat, bunuh kedua anaknya baru anjingnya, atau sebaliknya," terangnya.

Terkait tidak didengarnya suara tembakan oleh orang sekitar, Zulkarnain menduga suara senjata yang dihasilkan tidak besar. Apalagi penembakan dilakukan saat semua terlelap.

"Kalau dibekap bantal tidak mungkin karena kalau pakai bantal pasti berlobang, ini tidak ditemukan seperti itu," katanya.


Sumber Merdeka.comĀ 

SHARE:
beritaTerkait
Terindikasi Akibat Penyakit Bawaan, Tahanan Rutan I Medan Meninggal Dunia*
Jagung Menguning di Pelosok Kateman, Polsek dan Petani Tuai 2 Ton Harapan dari Desa Air Tawar
Wabup Yuliantini Apresiasi Kreativitas Anak Muda Inhil Lewat Pekik Merdeka Vol. 3
Bupati Herman Apresiasi Miftahul Hidayah, Dorong Pesantren Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak
Pabrik Miras di Bogor Didemo ormas Islam Buntut Skandal Penistaan di Event The Sounds Project, Sepakat Berhenti Beroperasi 7 Hari
Satlantas Polres Inhil Pasang Spanduk Larangan Balap Liar di Parit 19 dan 21
komentar
beritaTerbaru