Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
PEKANBARU Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar operasi gabungan di sala
Hukrim
Pesisirnews.com - Penyidik Polda Sumsel dan Polresta Palembang menemukan beberapa dugaan kronologis aksi bunuh diri yang dilakukan Fransiskus Xaverius Ong (47) sekaligus membunuh istri dan anaknya. Pembunuhan diduga sudah dipersiapkan dengan matang oleh Fransiskus.
Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara mengungkap dugaan kuat pembunuhan sudah direncanakan terlihat dari pengakuan pegawai yang diberikan uang serta perhiasan. Fransiskus melakukan itu sesaat sebelum ia memutuskan untuk membunuh keluarganya.
Dia memberikan uang kepada pembantunya dan perhiasan cincin kepada sopir pribadi sebagai bentuk kenang-kenangan.
Baca Juga:
Kemudian, Fransiskus mematikan CCTV yang dipasang di rumahnya pukul 02.30 atau beberapa saat sebelum eksekusi. Alhasil, aksinya tidak dapat terekam kamera yang menimbulkan banyak dugaan.
"Justru dipersiapkan sebagai pengakhiran kehidupan," ungkap Zulkarnain, Kamis (25/10).
Baca Juga:
Mengenai urutan eksekusi, Zulkarnain menyebut ada dua kemungkinan. Pertama menembak istrinya terlebih dahulu, lalu kedua anaknya, dan dua ekor anjing peliharaannya.
Kemungkinan kedua menghabisi kedua anaknya terlebih dahulu dilanjutkan membunuh anjing, terus menembak istrinya, dan akhirnya menembak kepalanya sendiri setelah mengunci pintu kamar.
Dari dua analisa itu, Fransiskus sempat minum kopi dan merokok sambil berpikir setelah membunuh salah satu korban. Sebab, penyidik menemukan puntung rokok yang terdapat bercak darah.
"Sepertinya dia (Fransiskus) mikir-mikir dulu karena satu peluru ditemukan di dekat situ (meja). Lalu dia nulis wasiat, bunuh kedua anaknya baru anjingnya, atau sebaliknya," terangnya.
Terkait tidak didengarnya suara tembakan oleh orang sekitar, Zulkarnain menduga suara senjata yang dihasilkan tidak besar. Apalagi penembakan dilakukan saat semua terlelap.
"Kalau dibekap bantal tidak mungkin karena kalau pakai bantal pasti berlobang, ini tidak ditemukan seperti itu," katanya.
Sumber Merdeka.comĀ
PEKANBARU Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar operasi gabungan di sala
Hukrim
TEMBILAHAN Penanganan stunting di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus didorong melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pem
Berita
Tempuling, (7/10/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, resmi membuka Santri Expo Tahun 2026 yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes)
Berita
TEMBILAHAN Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir (Inhil) mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu di wilay
Hukrim
TEMBILAHAN Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inh
Berita
TEMBILAHAN Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inh
Artikel
MANDAH Pembangunan jerambah beton yang menghubungkan Kelurahan Khairiah Mandah dengan Desa Igal, Kecamatan Mandah, menjadi perhatian Pem
Berita
Jakarta Komjen Herry Heryawan resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri setelah dilantik d
Artikel
KERITANG Polres Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pengamanan dan pendampingan kegiatan ekshumasi atau penggalian kembali jenazah almarhu
Peristiwa
INDRAGIRI HILIR, Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., mengajak masyarakat tetap tenang menyikapi
Artikel