Selasa, 13 Oktober 2026 WIB

Anak Dipaksa Layani Ayah Tiri Seminggu 3 Kali

- Kamis, 30 November 2017 10:17 WIB
1.098 view
Anak Dipaksa Layani Ayah Tiri Seminggu 3 Kali

Singkawang, Pesisirnews.com - Masa remaja Melati (17, bukan nama sebenarnya) sungguh pedih. Dia menjadi "pelayan" ayah tirinya, IW, sejak berusia 13 tahun.

Akibatnya, remaja asal Kecamatan Singkawang Timur, Kalimantan Barat, itu berbadan dua.

Perbuatan bejat IW terbongkar saat Melati menjalani tes kesehatan sebagai salah satu syarat menjadi tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

Baca Juga:

Berdasarkan hasil tes, Melati dinyatakan sedang hamil dua bulan. Melati tak kuasa menahan derita. Dia akhirnya mengadu kepada kakek dan ibu kandungnya.

RN, ibu kandung Melati, langsung melaporkan perbuatan IW kepada pihak berwajib.

Baca Juga:

"Saya terkejut saat anak saya menceritakan ulah bapak tirinya ini. Kami langsung melaporkan kejadian ini ke polisi," ujar RN ketika ditemui di Polsek Singkawang Timur, Senin (27/11), seperti dilansir dari jpnn.com, kamis (30/11).

RN menambahkan, IW melakukan perbuatan asusila itu saat dirinya tak berada di rumah.

"Pengakuan anak saya, dalam seminggu sebanyak tiga kali ayahnya mengajak begituan di rumah," ujar RN.

Sementara itu, Kanit Reskrim Ipda Supianik mengatakan, pihaknya menangkap IW pada Jumat (24/11) lalu.

 "Kami langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan tersangka tanpa perlawanan," ujar Supianik.

Dia menambahkan, IW dijerat pasal 81 ayat 1, 2 dan 3 Undang-undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sumber jpnn.com 

SHARE:
beritaTerkait
Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba
HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi
Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan
komentar
beritaTerbaru