Minggu, 09 Agustus 2026 WIB

Garam Laut Terancam Pencemaran Pelastik

- Selasa, 12 September 2017 09:16 WIB
1.555 view
Garam Laut Terancam Pencemaran Pelastik
Ilustrasi/Internet

Pesisirnews.com - Pencemaran plastik di laut yang kini menjadi masalah global mengancam kandungan garam yang biasa dikonsumsi manusia sehari-hari. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa banyak serpihan plastik yang tidak bisa hancur mengontaminasi garam dapur di penjuru dunia.

Kontaminan yang berasal dari serat mikroplastik, dari plastik sekali pakai seperti botol, ditemukan dalam 12 sampel garam. Garam yang tercemar tersebut didapat dari garam yang dijual di Inggris, Eropa, Amerika Serikat, dan China.

Sherri Mason, profesor Universitas Negeri New York di Fredonia, berkolaborasi dengan para periset di University of Minnesota untuk memeriksa mikroplastik dalam garam, bir, dan air minum. 

Baca Juga:

"Plastik tidak hanya meresap dalam masyarakat kita dalam kebutuhan sehari-hari, tapi juga meresap di lingkungan," ujarnya, seperti dikutip dari Dailymail.

Para ilmuwan pertama kali menemukan plastik dalam garam di Tiongkok pada tahun 2015. Partikel mikroskopis dari scrub wajah, kosmetik, dan botol plastik ditemukan pada sampel 15 produk garam di toko bahan makanan China. 

Baca Juga:

Awal tahun ini, ilmuwan asal Prancis, Inggris, dan Malaysia menguji 17 jenis garam dari delapan negara. Keenam belas sampel tersebut berisi partikel plastik kecil. Sejak saat itu, Inggris mengumumkan larangan penggunaan microbeads plastik untuk produk seperti scrub wajah.

Sebelumnya, penelitian dari University of Plymouth juga menemukan bahwa lebih dari satu dari tiga ikan yang ditangkap oleh kapal pukat di Selat Inggris, termasuk cod, haddock dan mackerel, mengandung partikel plastik.

Sementara itu, penelitian oleh para ahli di University of Exeter telah menemukan bahwa seluruh rantai makanan makhluk laut (mulai dari zooplankton hingga krustasea atau copepoda, kerang, kepiting, lobster dan ikan) telah terkontaminasi mikroplastik.

Sumber detik.com 

SHARE:
beritaTerkait
Polantas Karib Hadir di Car Free Day, Satlantas Polres Inhil Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas
Kebakaran di Kateman, 4 Bangunan Warga Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta
14 Tahun Mengabdi, IWO Berbagi Kebahagiaan di SD Muhammadiyah Bukit Duri
Tak Ada Ruang bagi Premanisme! PERADI, TPPA, dan IKADIN Bersatu Kawal Kasus Dugaan Intimidasi terhadap Advokat
Wabup Inhil Ajak Masyarakat Bermunajat dalam Doa Bersama Tolak Bala
Apel Gabungan Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026
komentar
beritaTerbaru