Kepala Bidang
Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan
(PMKL) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ria, Kamis (10/9)
kemarin mengatakan bahwa pihaknya belum menetapan KLB DBD di Kepulauan
Meranti karena penetapan KLB harus ada keputusan bupati. Selain itu ia
mengatakan KLB akan ditetapkan jika DBD sudah menyebabkan tiga korban
meninggal dunia.
"Tahun lalu terdapat 104 kasus DBD, sementara per September 2015 sudah terdapat 95 kasus," ujarnya.
Dikatakan Ria juga, pihaknya hanya menyatakan ada
peningkatan kasus (kematian akibat) DBD di tahun 2015. Ia menambahkan,
langkah-langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan pengasapan pada
lokasi penemuan kasus.
Namun yang paling utama, menurutnya, adalah kesadaran
masyarakat dalam gerakan 3 M meliputi menguras, menutup dan mengubur
benda-benda yang bisa menjadi tempat genangan air. Tiga M itu juga
ditunjang dengan abateisasi (pemberian bubuk abate).
Baca Juga:
Ria juga berpesan agar setiap Puskesmas dapat berkoordinasi
bersama perangkat desa atau kelurahan untuk menggiatkan gotong royong
secara massal. Ia juga mengakui sebelumnya pemberian larvasidasi tidak
merata di setiap desa.
"Larvasida adalah zat kimia yang dapat digunakan untuk
membunuh larva nyamuk. Larvasidasi hanya diberikan ke desa yang memiliki
potensi DBD tinggi, itu pun hanya dilakukan tiga bulan sekali,"
ujarnya.
Baca Juga:
Sementara itu, Sutrisno, Kepala Desa Alah Air Timur,
Kecamatan Tebingtinggi membenarkan jika ada satu warganya yang meninggal
akibat DBD. Ia menjelaskan korban sempat dilarikan ke RSUD
Selatpanjang, namun karena sudah parah, korban kemudian dirujuk ke RSUD
Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
"Minggu yang lalu memang ada warga kami yang meninggal
dunia akibat DBD, umurnya masih berusia delapan bulan, sebelum dibawa ke
RSUD Selatpanjang, korban sempat dirawat di klinik," ujarnya.
Menanggapi
hal ini, Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti, Ardiansyah SH MSi,
mengharapkan kepada Dinas Kesehatan untuk bertindak cepat dalam
mengatasi masalah ini.
"Diharapkan kepada Dinas
Kesehatan untuk bertindak cepat mengatasi masalah DBD ini agar tidak
ada lagi jatuh korban selanjutnya. Dan kepada masyarakat harus tanggap
bila menemui gejala DBD karena DBD bisa diselamatkan bila cepat dibawa
ke rumah sakit," ungkap Ardiansyah.(Adi)