Kamis, 25 Juni 2026 WIB

Dua Nyawa Melayang, Diskes Meranti Belum Tetapkan KLB

- Jumat, 11 September 2015 13:24 WIB
474 view
Dua Nyawa Melayang, Diskes Meranti Belum Tetapkan KLB
Ilustrasi
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kepulauan Meranti semakin mengkhawatirkan. Setelah menelan dua (2) nyawa meninggal dunia di tahun 2015, namun Dinas Kesehatan (Diskes) Meranti belum menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan (PMKL) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ria, Kamis (10/9) kemarin mengatakan bahwa pihaknya belum menetapan KLB DBD di Kepulauan Meranti karena penetapan KLB harus ada keputusan bupati. Selain itu ia mengatakan KLB akan ditetapkan jika DBD sudah menyebabkan tiga korban meninggal dunia.

"Tahun lalu terdapat 104 kasus DBD, sementara per September 2015 sudah terdapat 95 kasus," ujarnya.

Dikatakan Ria juga, pihaknya hanya menyatakan ada peningkatan kasus (kematian akibat) DBD di tahun 2015. Ia menambahkan, langkah-langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan pengasapan pada lokasi penemuan kasus.

Namun yang paling utama, menurutnya, adalah kesadaran masyarakat dalam gerakan 3 M meliputi menguras, menutup dan mengubur benda-benda yang bisa menjadi tempat genangan air. Tiga M itu juga ditunjang dengan abateisasi (pemberian bubuk abate).

Baca Juga:

Ria juga berpesan agar setiap Puskesmas dapat berkoordinasi bersama perangkat desa atau kelurahan untuk menggiatkan gotong royong secara massal. Ia juga mengakui sebelumnya pemberian larvasidasi tidak merata di setiap desa.

"Larvasida adalah zat kimia yang dapat digunakan untuk membunuh larva nyamuk. Larvasidasi hanya diberikan ke desa yang memiliki potensi DBD tinggi, itu pun hanya dilakukan tiga bulan sekali," ujarnya.

Baca Juga:

Sementara itu, Sutrisno, Kepala Desa Alah Air Timur, Kecamatan Tebingtinggi membenarkan jika ada satu warganya yang meninggal akibat DBD. Ia menjelaskan korban sempat dilarikan ke RSUD Selatpanjang, namun karena sudah parah, korban kemudian dirujuk ke RSUD Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

"Minggu yang lalu memang ada warga kami yang meninggal dunia akibat DBD, umurnya masih berusia delapan bulan, sebelum dibawa ke RSUD Selatpanjang, korban sempat dirawat di klinik," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti, Ardiansyah SH MSi, mengharapkan kepada Dinas Kesehatan untuk bertindak cepat dalam mengatasi masalah ini.

"Diharapkan kepada Dinas Kesehatan untuk bertindak cepat mengatasi masalah DBD ini agar tidak ada lagi jatuh korban selanjutnya. Dan kepada masyarakat harus tanggap bila menemui gejala DBD karena DBD bisa diselamatkan bila cepat dibawa ke rumah sakit," ungkap Ardiansyah.(Adi)

SHARE:
beritaTerkait
Diiringi Doa dan Rasa Hormat, AKP Irwanto Tanjung Tinggalkan Polsek Pulau Burung Menuju Jabatan Kabag Ops Polres Inhil
Polres Indragiri Hilir Gelar Turnamen Mobile Legends Kapolri Cup Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
Kapolsek Kateman Cup 2026 Resmi Dibuka, Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80
Polsek Kateman Lanjutkan Bedah Rumah Layak Huni Hari Kedua, Wujud Kepedulian di Hari Bhayangkara ke-80
Bupati Herman Pimpin Prosesi Purna Praja Dharma Astha Brata pada Resepsi Pernikahan Ica dan Raga
Ketua TP PKK Inhil Lakukan Penelitian Akademik di Bappeda dan Dinas Kesehatan
komentar
beritaTerbaru