Kamis, 08 Oktober 2026 WIB

Ayah dari 2 Anak Ini Dikeroyok OTK Hingga Alami Patah Kaki

- Kamis, 23 April 2015 21:18 WIB
670 view
Ayah dari 2 Anak Ini Dikeroyok OTK Hingga Alami Patah Kaki
Amran ditemani anaknya ketika terbaring lemah di RSUD Selatpanjang.
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Amran (42) ayah dari dua orang anak ini terpaksa terbaring lemas di Ruang Zaal Bedah 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang. Ia dikeroyok oleh orang tidak dikenal (otk) hingga menyebabkan korban mengalami patah kaki dan luka di bagian kepala, telinga hingga tangannya.

Menurut korban yang merupakan warga Jalan Manggis, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebingtinggi itu, kejadian bermula ketika dirinya hendak mencari barang bekas hingga larut malam. Ketika hendak pulang melalui Jalan Impres, tiba-tiba 3 otk langsung menjegat Amran.

"Kau maling ya. Dan Mereka (3 OTK, red) langsung menghajar saya hingga tak berdaya," ujar Amran saat ditemui sejumlah wartawan di RSUD Selatpanjang, Kamis (23/4/2015) siang.

Untungnya pada saat kejadian, dituturkan Amran, patroli rutin dari Polres Kepulauan Meranti segera datang untuk menyelamatkan dirinya dari amukan OTK tersebut. "Jika terlambat 5 menit polisi datang, mereka akan membakar saya," ungkap Amran mengingat kejadian sambil menahan sakit akibat luka yang dialaminya.

Diterangkan Amran, sebelum dirinya dihajar, Ia sempat menyakinkan kepada para pelaku jika dirinya bukan seorang pencuri. Namun ketiga OTK tersebut tidak memperdulikannya.

"Saya sempat bilang pada mereka (OTK, red), saya hanya mulung di sini, dan saya merupakan warga di sini. Kalau tidak percaya ayo kita ke rumah pak RT. Namun mereka tidak memperdulikan saya," paparnya.

Setelah itu kata Amran, Ia langsung tidak sadarkan diri, sampai akhirnya baru sadar setelah diperiksa di RSUD, Namun sayang, dari keterangann dokter yang menanganinya mengatakan jika kaki sebelah kanannya patah atas pukulan yang terlalu keras.

Namun atas hal itu pula, Dia belum mengkhawatirkan dirinya, namun yang sangat merisaukan hatinya yakni nasib kedua anaknya itu, yang perempuan berumur 6 tahun, dan laki-laki berumur 8 tahun yang saat ini masih menganjak di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Karena menurutnya, jika kakinya patah bagaimana untuk menafkahi kedua anaknya tersebut.

"Kalau isteri saya, sudah hampir setahun lalu meninggalkan kami bertiga. Jadi, sekarang ini hanya saya sendiri yang mengurus anak-anak. Sedangkan kini kaki saya sudah patah," ucapnya terbata-bata sambil meneteskan airmata.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP. Z Pandra Arsyad mengatakan saat ini pihaknya tengah mengusut perkara tersebut. "Kita sedang menangani kasusnya," sebutnya singkat. (*)

SHARE:
beritaTerkait
Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba
HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi
Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan
Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan
komentar
beritaTerbaru