Jumat, 25 September 2026 WIB

Asap Pembakaran Sampah di TPA Gogok Ganggu Pengguna Jalan

Tidak Miliki Mesin Pencacah
- Senin, 13 Juli 2015 13:31 WIB
2.162 view
Asap Pembakaran Sampah di TPA Gogok Ganggu Pengguna Jalan
Ilustrasi Pembakaran Sampah
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Akibat tidak adanya mesin pencacah, pembakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Kepulauan Meranti, kerap menggangu pengguna jalan.

Jarak yang tidak begitu jauh dari pemukiman warga, menyebabkan asap tersebut menyelimuti daerah sekitar.

Nely (25), salah seorang warga Desa Alai Tebingtinggi Barat, merasa terganggu saat melintasi TPA Gogok tersebut, karena jarak yang tidak begitu jauh dari pemukiman warga menyebabkan asap menyelimuti daerah sekitar, "Selain mengaburkan pandangan, bau asap juga sangat menyengat. Semoga kedepan kalau memang ada pembakaran sampah janganlah di waktu-waktu warga sedang sibuk beraktivitas," ungkap Nely.

Untuk diketahui, Sampah yang menumpuk di TPA Gogok tersebut memang sengaja di bakar karena Kabupaten termuda di Propinsi Riau itu belum memiliki sistem pengolahan sampah lebih lanjut.

Tempat terpisah, Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Kepulauan Meranti, Joko Surianto Selamat, ketika di konfirmasi Minggu (12/7) kemarin mengatakan bahwa saat ini Meranti belum ada pengolahan sampah kecuali dibakar untuk menghancurkannya, "Saat ini sampah yang ada memang sengaja dibakar, karena kita belum mempunyai mesin pencacah pengolahan sampah," sebut Joko.

Ia juga menambahkan, sebenarnya sudah ada program pengolahan sampah dari Badan Lingkungan Hidup (BLH). Namun, untuk tahun ini tampaknya belum terealisasi seperti apa proses pengolahan sampah lebih lanjut. Sementara di DPKP, diakui Joko, tidak memiliki banyak anggaran. Sehingga banyak alat yang akan dibeli belum bisa terealisasi.

"Kalau ada dana lebih, kita akan membeli alat semacam mobil keruk untuk mengeruk sampah-sampah di TPA dan akan kita pindahkan lebih jauh. Namun, keterbatasan anggaran itu membuat kita tidak bisa berbuat banyak. Sampah itu hanya bisa dibakar," tambahnya.

Ia juga mengungkapkan untuk saat ini sudah agak lebih baik dibandingkan tahun-tahun yang lalu. Dimana, tambah Joko, tahun lalu sampah dibuang lebih dekat dengan jalan raya. Sehingga, tanpa dibakar saja aroma menyengat akan tercium oleh pengendara karena jarak sampah dengan jalan sangat dekat, "Kalau sekarang sudah lumayan bagus TPA kita ini, kami berharap kepada masyarakat untuk mengerti dengan kondisi ini," ujarnya lagi.

Tidak hanya itu, Lanjut Joko, untuk hari-hari biasa setidaknya ada sekitar 8 ton perhari. Namun, selama Ramadan ini produksi sampah di Kota Sagu semakin meningkat. Guna mengantisipasi tumpukan sampah tersebut, DPKP menambah jam kerja pegawai kebersihan.(Adi)

SHARE:
beritaTerkait
Inhil Dorong Hilirisasi Kelapa, Penguatan Perkebunan Rakyat Jadi Perhatian
Diduga Bangkai Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Terdampar di Tepian Pantai Bakau Mandah
Evaluasi Pemerintah Digital 2026, Kepala Diskominfops Inhil Dorong Penguatan SDM
Tabligh Akbar bersama UAS di Kapolres Rokan Hilir
Bupati Inhil Lepas 70 orang Kontingen Untuk Berkompetisi Diajang Porsenijar Tingkat Propinsi
Bupati Inhil Sambut Kunjungan Kerja Kajati Riau, Sinergi Antarlembaga Diperkuat
komentar
beritaTerbaru