Kamis, 25 Juni 2026 WIB

Asap Pembakaran Sampah di TPA Gogok Ganggu Pengguna Jalan

Tidak Miliki Mesin Pencacah
- Senin, 13 Juli 2015 13:31 WIB
2.151 view
Asap Pembakaran Sampah di TPA Gogok Ganggu Pengguna Jalan
Ilustrasi Pembakaran Sampah
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Akibat tidak adanya mesin pencacah, pembakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Kepulauan Meranti, kerap menggangu pengguna jalan.

Jarak yang tidak begitu jauh dari pemukiman warga, menyebabkan asap tersebut menyelimuti daerah sekitar.

Nely (25), salah seorang warga Desa Alai Tebingtinggi Barat, merasa terganggu saat melintasi TPA Gogok tersebut, karena jarak yang tidak begitu jauh dari pemukiman warga menyebabkan asap menyelimuti daerah sekitar, "Selain mengaburkan pandangan, bau asap juga sangat menyengat. Semoga kedepan kalau memang ada pembakaran sampah janganlah di waktu-waktu warga sedang sibuk beraktivitas," ungkap Nely.

Untuk diketahui, Sampah yang menumpuk di TPA Gogok tersebut memang sengaja di bakar karena Kabupaten termuda di Propinsi Riau itu belum memiliki sistem pengolahan sampah lebih lanjut.

Tempat terpisah, Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Kepulauan Meranti, Joko Surianto Selamat, ketika di konfirmasi Minggu (12/7) kemarin mengatakan bahwa saat ini Meranti belum ada pengolahan sampah kecuali dibakar untuk menghancurkannya, "Saat ini sampah yang ada memang sengaja dibakar, karena kita belum mempunyai mesin pencacah pengolahan sampah," sebut Joko.

Ia juga menambahkan, sebenarnya sudah ada program pengolahan sampah dari Badan Lingkungan Hidup (BLH). Namun, untuk tahun ini tampaknya belum terealisasi seperti apa proses pengolahan sampah lebih lanjut. Sementara di DPKP, diakui Joko, tidak memiliki banyak anggaran. Sehingga banyak alat yang akan dibeli belum bisa terealisasi.

"Kalau ada dana lebih, kita akan membeli alat semacam mobil keruk untuk mengeruk sampah-sampah di TPA dan akan kita pindahkan lebih jauh. Namun, keterbatasan anggaran itu membuat kita tidak bisa berbuat banyak. Sampah itu hanya bisa dibakar," tambahnya.

Ia juga mengungkapkan untuk saat ini sudah agak lebih baik dibandingkan tahun-tahun yang lalu. Dimana, tambah Joko, tahun lalu sampah dibuang lebih dekat dengan jalan raya. Sehingga, tanpa dibakar saja aroma menyengat akan tercium oleh pengendara karena jarak sampah dengan jalan sangat dekat, "Kalau sekarang sudah lumayan bagus TPA kita ini, kami berharap kepada masyarakat untuk mengerti dengan kondisi ini," ujarnya lagi.

Tidak hanya itu, Lanjut Joko, untuk hari-hari biasa setidaknya ada sekitar 8 ton perhari. Namun, selama Ramadan ini produksi sampah di Kota Sagu semakin meningkat. Guna mengantisipasi tumpukan sampah tersebut, DPKP menambah jam kerja pegawai kebersihan.(Adi)

SHARE:
beritaTerkait
Diiringi Doa dan Rasa Hormat, AKP Irwanto Tanjung Tinggalkan Polsek Pulau Burung Menuju Jabatan Kabag Ops Polres Inhil
Polres Indragiri Hilir Gelar Turnamen Mobile Legends Kapolri Cup Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
Kapolsek Kateman Cup 2026 Resmi Dibuka, Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80
Polsek Kateman Lanjutkan Bedah Rumah Layak Huni Hari Kedua, Wujud Kepedulian di Hari Bhayangkara ke-80
Bupati Herman Pimpin Prosesi Purna Praja Dharma Astha Brata pada Resepsi Pernikahan Ica dan Raga
Ketua TP PKK Inhil Lakukan Penelitian Akademik di Bappeda dan Dinas Kesehatan
komentar
beritaTerbaru