Minggu, 09 Agustus 2026 WIB

Ini Bahaya Bagi Perokok Menthol

- Senin, 16 Maret 2015 11:54 WIB
1.059 view
Ini Bahaya Bagi Perokok Menthol
illustrasi
PESISIRNEWS.COM – Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti terhadap para remaja di Kanada, remaja ternyata mampu merokok 2 kali lebih banyak jika dibandingkan dengan perokok biasa. Jika perokok biasa rata-rata merokok 26 batang seminggu, perokok mentol diketahui bisa merokok hingga 43 batang per minggunya.
Dibalik rasa mint yang dianggap mampu menyegarkan terggorokan, ternyata rokok menthol lebih berbahaya daripada rokok biasa. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa perokok mentol memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami masalah paru-paru.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan, diketahui bahwa perokok mentol mempunyai risiko penyakit pernapasan dan risiko mengalami batuk kronis (karena terjadi penumpukan penumpukan lendir di saluran pernapasan). Namun demikian, ternyata selama 18 bulan penelitian, diketahui bahwa perokok mentol mempunyai kesehatan paru-paru yang lebih buruk jika dibandingkan dengan perokok biasa. Perokok mentol pada umumnya kesulitan berjalan selama 6 menit, dan lebih mungkin mengalami kesulitan bernapas atau napas pendek jika dibandingkan perokok biasa.

Diluar faktor lain seperti riwayat penyakit dan usia, perokok mentol masih memiliki risiko lebih tinggi sebesar 29 persen untuk mengalami penyakit paru-paru jika dibandingkan dengan perokok biasa atau non-mentol.

Sumber : artikelkesehatan99.com
Editor    : Bayuku

SHARE:
beritaTerkait
Polantas Karib Hadir di Car Free Day, Satlantas Polres Inhil Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas
Kebakaran di Kateman, 4 Bangunan Warga Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta
14 Tahun Mengabdi, IWO Berbagi Kebahagiaan di SD Muhammadiyah Bukit Duri
Tak Ada Ruang bagi Premanisme! PERADI, TPPA, dan IKADIN Bersatu Kawal Kasus Dugaan Intimidasi terhadap Advokat
Wabup Inhil Ajak Masyarakat Bermunajat dalam Doa Bersama Tolak Bala
Apel Gabungan Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026
komentar
beritaTerbaru