Rabu, 26 Agustus 2026 WIB

Okupansi Hotel di Meranti Menurun Drastis

- Jumat, 03 Juli 2015 15:40 WIB
663 view
Okupansi Hotel di Meranti Menurun Drastis
Ketua PHRI Meranti, Uyung
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Kabupaten Kepulauan Meranti, saat ini terus berpacu dalam menggesa pembangunan dunia usaha, salah satunya usaha perhotelan. Dimana saat ini telah terdapat 5 hotel seperti Grand Meranti Hotel, Dyva Hotel, Furama Hotel, Trio Hotel, dan Lily Hotel. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Meranti, Uyung, yang memiliki tanggung jawab terhadap eksistensi hotel-hotel di Meranti, merasa prihatin terkait pengunjung atau tamu hotel yang belakangan ini jumlahnya menurun drastis.

Saat ditanyakan tentang maraknya rumah Kost yang menjamur di kota Selatpanjang, Ketua PHRI menanggapi dengan miris.

Sesama pengusaha, uyung mengatakan memang itu hak mereka. Tetapi, menjamurnya rumah kost sangat mempengaruhi Okupansi (tingkat hunian hotel resmi). Oleh karena itu, Ia sangat berharap kepada Dinas terkait agar tidak sembarangan memberikan izin.

"Kepada pihak Pemda Meranti, kita berharap agar lebih jeli menganalisa kebutuhan pasar, agar tidak mematikan usaha yang lama" ucapnya.

Sebagai salah satu Hotel yang peduli terhadap generasi muda Meranti, Grand Meranti Hotel telah mengirim 2 (dua) orang putra daerah untuk mengikuti pelatihan bidang perhotelan. Kedua orang tersebut masing masing, Mustafa asal desa Gogok dan Murizal. Setelah mengikuti ujian kompetensi dan dinyatakan lulus, saat ini mereka telah memiliki kemampuan dibidang Perhotelan.

Berdasarkan pantauan, Kamis (2/7) kemarin, saat ini di Kota Selatpanjang sudah ada belasan titik lokasi rumah kost, yang fasilitasnya mampu menyaingi fasilitas yang ada di hotel. 

Barisan rumah Kost terletak di Jalan Imam Bonjol, terdapat dua rumah kost mewah yang biasa disebut dengan rumah kost Wiliam. Selain itu, di Jalan Jempul terdapat dua rumah kost dengan sebutan rumah kost Ahwa, bahkan di Jalan Belanak juga terdapat satu rumah kost elite yang juga milik saudara Ahwa, serta rumah kost milik Kopi O. Dari informasi yang dirangkum, pada umumnya rumah kost tersebut dihuni oleh para karyawati Pujasera.

Uyung menambahkan, maraknya pembangunan rumah kost oleh pemilik modal yang sengaja membangun dengan fasilitas serba lengkap itu, telah berdampak buruk bagi dunia usaha Perhotelan di Kepulauan Meranti.

"Akankah Hotel resmi yang telah berkontribusi terhadap PAD Meranti ini dibiarkan mati suri, semoga dinas terkait serius menyikapi kondisi ini," tutupnya.(Adi)

SHARE:
beritaTerkait
Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla
Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, bagi Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, mesti sejalan dengan meneladani akhlak mulia Rasulullah.
Wakil Bupati Inhil Serahkan Satyalancana Karya Satya kepada 88 PNS
Diapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Ini Kerja Bersama, Fokus Kami Padamkan Api
Bupati Herman Dorong Penguatan Sinergi Pemkab Inhil dan Lapas Tembilahan
Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar
komentar
beritaTerbaru