Kapolsek Kateman Cup 2026 Resmi Dibuka, Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80
Kateman, Inhil Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polsek Kateman Polres Indragiri Hilir menggelar pembukaan Op
Artikel
(Pesisirnews.com) - Sri Lanka menghadapi krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya karena ketidakmampuannya untuk membayar utang luar negerinya. Tetapi krisis ini tidak hanya terjadi di Sri Lanka. Puluhan negara lain berada di ambang jurang maut yang sama.
Melansir Reuters Minggu, bahaya seperti kenaikan harga komoditas, inflasi dan kekacauan di pasar dunia sudah mulai mengintai negara-negara tersebut.
Menurut laporan Reuters, Sri Lanka, Lebanon, Rusia, Belarusia, Suriname dan Zambia berada dalam kondisi ekonomi yang sangat buruk.Negara-negara ini telah menjadi mangkir utang.
Baca Juga:
Negara-negara ini harus menanggung beban utang sekitar 40 ribu miliar dolar. Dari jumlah ini, hanya Argentina yang harus membayar utang maksimum 15 ribu miliar dolar. Ekuador dan Mesir harus membayar utang sebesar 4000 hingga 4500 juta dolar.
Namun, para ahli mengatakan beberapa negara mungkin dapat menghindari default (ketidakmampuan membayar utang) jika pasar global tenang dan Dana Moneter Internasional (IMF) mendukung mereka. Tetapi risiko tetap ada di beberapa negara.
Baca Juga:
Reuters telah menyusun daftar 12 negara yang berisiko gagal bayar. Negara-negara tersebut adalah Argentina, Ukraina, Tunisia, Ghana, Mesir, Kenya, Ethiopia, El Salvador, Pakistan, Belarus, Ekuador, dan Nigeria.
[br]
Berikut 5 negara dari 12 negara yang berisiko gagal bayar utang:
1. Argentina
Jumlah cadangan di negara Amerika Selatan Argentina terus berkurang.Nilai mata uang juga terdepresiasi.Sejak 2020, ekonomi negara berada di jalur yang berlawanan. Pemerintah juga tidak memiliki cukup utang untuk melanjutkan operasi hingga 2024. Kekhawatiran telah muncul bahwa wakil presiden negara yang kuat, Cristina Fernandez de Kirchner, dapat menarik Argentina dari Dana Moneter Internasional.
2. Ukraina
Agresi Rusia telah membawa bencana besar bagi perekonomian Ukraina. Negara ini sekarang membutuhkan lebih dari $ 2 triliun dana untuk menghidupkan kembali ekonominya yang babak belur. Investor berpengaruh seperti Morgan Stanley dan Amundi Warne telah menyatakan keprihatinan atas perekonomian negara ini. Ukraina yang dilanda perang akan berada dalam masalah jika tidak mampu membayar cicilan pinjaman sebesar 1,2 miliar dolar pada September mendatang.
3. Tunisia
Tunisia terus mencoba untuk mendapatkan pinjaman dari Dana Moneter Internasional, jatuh ke dalam krisis ekonomi yang parah. Ketidakstabilan politik telah dikaitkan dengan krisis ekonomi.Presiden Qais Saeed berusaha mati-matian untuk memperketat kendalinya atas rezim. Di sisi lain, Kepala Bank Sentral, Marwan Abbasi, mengatakan kesepakatan dengan IMF menjadi hal yang esensial bagi negaranya.
4. Pakistan
Cadangan Pakistan turun menjadi $ 9,8 miliar. Akibat krisis likuiditas, negara kesulitan mengimpor BBM. Pemerintah baru yang berkuasa setelah jatuhnya Imran Khan juga tidak dapat menemukan cara yang tepat untuk mengatasi krisis tersebut.Islamabad mencapai kesepakatan penting dengan IMF minggu ini.
[br]
5. Mesir
Rasio utang terhadap PDB negara Afrika ini mendekati 95 persen. Menurut statistik organisasi dana FIM Partners, negara akan membutuhkan 10 miliar dolar tunai untuk memenuhi pengeluaran lima tahun ke depan.
Bagaimana dengan posisi utang Indonesia?
Meski utang Indonesia juga sangat besar, syukurnya posisi Indonesia masih aman dalam kemampuan membayar utangnya. Karena ketidakmampuan negara dalam membayar utang akan sangat berdampak pada perekonomian negara tersebut.
Kegagalan negara dalam membayar utang dapat mengakibatkan tak terkendalinya inflasi, meningkatnya pengangguran, hilangya kepercayaan investor, dan lain sebagainya.
Yang terparah menurut indiatimes.com, ketidakmampuan negara dalam membayar utangnya dapat menyebabkan terjadinya kekacauan politik di dalam negeri, runtuhnya kekuasaan, dan timbulnya gejolak sosial yang sulit dikendalikan. (PNC)
Kateman, Inhil Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polsek Kateman Polres Indragiri Hilir menggelar pembukaan Op
Artikel
Kateman Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80, Polsek Kateman melaksanakan kegiatan bedah rumah layak huni hari kedua pada Ra
Artikel
Tembilahan, (24/6/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi Purna Praja Dharma Ast
Artikel
Tembilahan, (24/6/2026) Dalam rangka mendukung penyelesaian studi akademiknya, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inh
Advertorial
Tembilahan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mengapresiasi langkah tegas Kantor Bea Cukai Tembilahan dalam melakukan pemusnahan Baran
Peristiwa
Tembilahan Polres Indragiri Hilir menggelar Konferensi Pers Pengungkapan Tindak Pidana Narkotika sekaligus pemusnahan barang bukti hasil
Peristiwa
Mandah Dalam rangka mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Bekawan melaksanakan kegiatan samba
Artikel
(Pesisirnews.com) TEMBILAHAN Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, saat membuka resmi Musyawarah Kabupaten (Muskab) Korps Pegawai Republi
Advertorial
Indragiri Hilir Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan anjangsana kep
Artikel
Tembilahan Bupati Indragiri Hilir, Herman, meninjau sejumlah pembangunan infrastruktur yang bersumber dari dana Corporate Social Respons
Advertorial