Minggu, 25 Oktober 2026 WIB

Pembangunan Menara 400 Meter di Jaksel Ditunda

- Senin, 06 April 2015 21:59 WIB
601 view
Pembangunan Menara 400 Meter di Jaksel Ditunda
Menara Peruri
KARAWANG, PESISIRNEWS.COM - Perum Peruri yang terletak di Blok M Jakarta Selatan (Jaksel) dengan ketinggian gedung 400 meter, akhirnya pengerjaannya ditunda. Keputusan diambil setelah melalui proses review ulang selama 2 tahun, mulai dari 2013 hingga akhir 2014.

"Pembangunan gedung 400 meter yang sempat dicanangkan dua tahun lalu ditunda sementara. Kita bakal mengkaji ulang proyek menara yang terletak di Blok M, Jakarta Selatan itu," kata Direktur Utama Peruri Prasetio di Pabrik Percetakan Uang Peruri, Karawang, Jawa Barat.

Prasetio mengatakan, proyek yang sebelumnya direncanakan bakal dibangun 400 meter tersebut belum sesuai dengan syarat dan ketentuan Peruri, tanpa menyebut secara rinci apa-apa saja yang tidak sesuai itu. Namun lokasi, tetap dibangun di kawasan Blok M.

"Kita sudah laporkan juga ke BUMN, dan kita mendapatkan support," tuturnya.

Meski ditunda, dia mengatakan proyek ini masih akan berjalan. Namun, Prasetio belum bisa memastikan kapan realisasi dari proyek ini.

Dia mengharapkan, nantinya proyek yang bakal dibangun di lahan seluas 3,5 hektar tersebut bisa menjadi menara tertinggi di Jakarta.

"Kita inginnya yang paling baik, paling tinggi, dan paling menguntungkan," tutupnya.


Sumber:
Detik.com
Editor: Ndo

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Serahkan SHM Warga Transmigran, UPT Tiram Jaya Disiapkan Menjadi Dusun Mandiri
Dukung Program Prioritas Kapolri,Polri Bersama Masyarakat,Kapolres Inhil Serahkan Bantuan 3 (Tiga ) Mesin Katinting kepada Nelayan
Wakil Bupati Yuliantini Hadiri Pelepasan Jenazah H. Andi Rusli, Antarkan Hingga ke Pemakaman di Keritang
Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba
HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda
komentar
beritaTerbaru