Sabtu, 20 Juni 2026 WIB

BBM Naik, Pertamina Sebut Harga di RI Termurah se-Asia

- Sabtu, 28 Maret 2015 20:32 WIB
510 view
BBM Naik, Pertamina Sebut Harga di RI Termurah se-Asia
net
PESISIRNEWS.COM - Pemerintah memutuskan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), salah satunya bensin premium jadi Rp 7.300/liter. Awalnya PT Pertamina (Persero) meminta harganya naik jadi Rp 8.000/liter, tapi ditolak Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Djalil. Awalnya BUMN energi ini meminta agar harga bensin premiun mencapai Rp 8.000/liter. Namun ditolak Kementerian ESDM yang hanya menyetujui kenaikan Rp 500/liter saja.

"Pertamina minta disesuaikan Rp 8.000 tapi ESDM minta kali ini menyesuaikan dulu Rp 500, nanti tentu tiap bulan dua kali di-review bisa naik atau turun," jelas Sofyan.

Pemerintah memang memiliki mekanisme menaikkan atau menurunkan harga bensin premium dan minyak solar, satu atau dua kali setiap bulan. Dengan mempertimbangkan harga rata-rata minyak dunia, dan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat.

Tapi kata Sofyan, di negara-negara Eropa, ketika harga minyak naik harga BBM di SPBU langsung naik, tapi ketika harga minyak turun, justru tidak harus selalu harga BBM-nya turun. Dengan begitu pemerintah mendapatkan pajak lebih dari penjualan BBM.

"Bahkan negara-negara lain misalnya di Eropa, saat harga minyak turun kemarin harga BBM-nya tidak diturunkan, sehingga mereka dapat pajak besar dari BBM. Tapi kita turun kan, untuk memberikan fairness kepada masyarakat," tutup Sofyan.

Pertamina Klaim BBM RI Termurah di Asia
Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga bensin premium Rp 7.300/liter dan minyak solar Rp 6.900/liter. Namun, menurut PT Pertamina (Persero), harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut, masih salah satu yang termurah dibandingkan negara-negara Asia lainnya.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, harga BBM yang baru dinaikan pemerintah dan berlaku sejak Sabtu (28/3/2015) pukul 00.00 waktu setempat, belum mencapai harga keekonomian.

"Dengan harga tersebut, memang masih belum mencapai keekonomian. Keekonomian akan tercapai apabila Harga Indeks Pasar (HIP) turun," kata Wianda dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2015).

Namun menurutnya, harga BBM tersebut masih yang termurah dibandingkan negara di ASEAN lainnya. Wianda memberikan data harga BBM di beberapa negara Asia.

    Kamboja, harga gasoline (premium) Rp 17.254/liter, sedangkan gasoil (solar) Rp 15.937/liter
    Laos, harga gasoline Rp 16.727/liter, sedangkan gasoil Rp 14.752/liter
    China, harga gasoline Rp 14.225/liter, sedangkan gasoil Rp 12.644/liter
    Thailand, harga gasoline Rp 14.093/liter, sedangkan gasoil Rp 10.800/liter
    India, harga gasoline Rp 13.698/liter, sedangkan gasoil Rp 11.327/liter
    Filipina, harga gasoline Rp 12.644/liter, sedangkan gasoil Rp 8.825/liter
    Vietnam, harga gasoline Rp 11.195/liter, sedangkan gasoil Rp 9.747/liter
    Malaysia, harga gasoline Rp 6.849/liter, sedangkan gasoil Rp 6.981/liter
    Indonesia, harga gasoline Rp 6.800/liter, sedangkan gasoil Rp 6.400/liter (sebelum naik harganya mulai hari ini)

Pemerintah telah menetapkan harga baru premium untuk wilayah penugasan luar Jawa Madura Bali sebesar Rp 7.300 per liter (semula Rp6.800 per liter). Adapun harga baru solar sebesar Rp6.900 per liter (semula Rp6.400 per liter).

"Artinya harga dengan sekarang BBM yang baru naik Rp 500/liter tersebut, harga BBM di Indonesia masih merupakan salah satu yang termurah," tutup Wianda.


Sumber: Detik.com

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemkab Inhil dan BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026
Ekonomi Warga Ikut Tumbuh! Ini Langkah Kapolsek Pelangiran
BBM Normal, Polsek Tempuling tetap Kawal SPBU di Tempuling.
BBM Normal, Polsek Tempuling tetap Kawal SPBU di Tempuling.
BBM Normal, Polsek Tempuling tetap Kawal SPBU di Tempuling.
Pemkab Inhil Belum Masuk Daftar Implementasi 100% BBM Satu Harga Tahap IV
komentar
beritaTerbaru