PESISIRNEWS.COM TEMBILAHAN - Bupati HM Wardan mengaku bangga, senang dan
sangat bahagia saat melihat umat islam di Kabupaten Inhil yang selalu
ramai saat menghadiri hari besar islam.
Hal itu diutarakannya saat menghadiri Peringatan Maulid
Nabi Muhammad SAW yang digelar Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia
Kabupaten Indragiri Hilir, bertempat di gedung daerah Engku Kelana
Tembilahan, Selasa (13/12).
Baca Juga:
Maulid Nabi yang dilaksanakan PHI ini selain dihadiri
Bupati HM Wardan, kegiatan keagamaan tersebut turut dihadiri Unsur
Forkopimda Indragiri Hilir (Inhil), sejumlah pejabat eselon di
lingkungan Pemkab Inhil serta anggota Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia
(IPHI) Inhil dengan mengahdurikan penceramah Ustadz Zulhendri Rais, LC.
MA.
"Saya merasa bangga, senang, bahagia ketika hari besar
agama islam selalu dipenuhi oleh umat untuk menghadiri acara yang kita
laksanakan," ujar Bupati yang dikenal agamis itu.
Baca Juga:
Selain itu dikatakannya, peringatan Maulid Nabi dengan
mengangkat tema "Mari kita pelihara persatuan dan kesatuan kerukunan
umat beragama dalam bingkai negara Kesatuan Indonesia (NKRI)" menurutnya
sangat tepat dengan kondisi negara saat ini.
"Dengan tema ini, saya terinspirasi melihat kondisi negara
kita saat ini, kita lihat dari media, betapa umat islam sekarang ini
diuji, kita berkaca dari peristiwa 2 Desember," katanya.
Apalagi diungkapkannya, umat islam itu besar dan kompak,
ketika diarahkan untuk kegiatan keagamaan, tentu itu menunjukan
kekompakan dari berbagai lapisan baik masyarakat, pejabat, maupun
TNI/Polri.
"Ini menyadarkan kita memberikan spirit kepada kita untuk
sadar untuk memahami nilai keagamaan agar kita terapkan dalam kehidupan
sehari-hari," pungkasnya.
Sementara itu Ustadz Zulhendri Rais, LC. MA dalam
tausiahnya menyampaikan menurut fatwa seorang Ulama besar, Asy-Syekh Al
Hafidz As-Suyuthi menerangkan bahwa mengadakan peringatan kelahiran Nabi
Muhammad SAW, dengan cara mengumpulkan banyak orang, dan dibacakan
ayat-ayat al-Quran dan diterangkan (diuraikan) sejarah kehidupan dan
perjuangan Nabi sejak kelahiran hingga wafatnya, dan diadakan pula
sedekah berupa makanan dan hidangan lainnya dengan cara yang tidak
berlebihan adalah merupakan perbuatan Bid'ah hasanah, dan akan
mendapatkan pahala bagi orang yang mengadakannya.
"Karena itu bentuk wujud kegembiraan, dan kecintaan umat Islam terhadap Rasulullah SAW," pungkasnya. (advertorial)