PESISIRNEWS.COM, PALUTA - Simpang empat Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) masih saja langganan macet setiap harinya. Apalagi hari Rabu dan Sabtu yang merupakan hari pekan atau pasar di tempat itu. Dimana jalan yang sudah kecil dijadikan parkir sembarangan kenderaan bermotor. Untuk itu sebagian besar masyarakat Paluta merasa persoalan macet di persimpangan ini tidak pernah ada habisnya.
Andi Harahap, salah seorang warga Pasar Gunung Tua mengatakan, kondisi pasar yang selalu macet sudah berlangsung lama. Apalagi parkir pasar yang menjadi pusat transit barang dan jasa itu juga menjadi salah satu pemicu kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi pasar.
"Parkir sembarangan dan truk yang melakukan bongkar muat barang di badan jalan adalah penyebab utama kemacetan di pasar Gunung Tua ini," ucapnya.
Terlebih kata Andi bahwa pada pasar ini yang merupakan simpang empat sebagai pusat bertemunya kendaraan dari berbagai sudut, menambah jumlah kemacetan yang hingga kini belum tertangani sepenuhnya.
"Tidak jarang para pengendara kesal ketika melintasi simpang empat pasar ini," katanya.
Untuk itu lanjutnya, Pemkab Paluta kiranya kedepan dapat merencanakan program perbaikan dan pembenahan terhadap pasar tersebut, mengingat volume kenderaan yang semakin tinggi.
Pantauan wartawan, Rabu (13/10) pada saat hari pekan, kesadaran pemakai jalan untuk sama-sama menjaga kelancaran lalu lintas masih rendah. Parkir semrawut, baik itu parkir sepeda motor, becak bermotor (betor) maupun roda empat. Belum lagi, saat mobil-mobil besar melintas, akan membuat jalan semakin macet.
Mahyuddin Tanjung pengguna jalan menuturkan, penyebab utama kemacetan adalah banyaknya angkutan umum, terutama betor maupun angkot yang parkir secara tidak teratur di depan pasar untuk menurunkan maupun menunggu sewa.
"Udah tau ini jalur utama, masih saja parkir sembarangan. Jalan jadi macet," ujarnya.
Terpisah, Kanit Lantas Polsek Padang Bolak Ipda Eka Wahyudi mengakui, kesadaran pengendara di wilayah Kabupaten Paluta khususnya Kota Gunungtua masih rendah. Peraturan lalu lintas tidak dipatuhi. Rambu-rambu lalin yang sederhana saja seperti dilarang parkir masih banyak pengemudi yang tidak mematuhinya.
"Sudah terpasang rambu di larang parkir tetap saja parkir, ujung-ujungnya jadi macet," katanya Kanit lantas. (Red)