Selasa, 25 Agustus 2026 WIB
*Butuh Uluran Dana

2 Tahun Menumpang di MDTA Darussalam, SLB Sekar Meranti Bertekad Ingin Punya Sekolah Sendiri

- Jumat, 27 Mei 2016 19:02 WIB
388 view
2 Tahun Menumpang di MDTA Darussalam, SLB Sekar Meranti Bertekad Ingin Punya Sekolah Sendiri
Kepala SLB Sekar Meranti, Syafrizal
SELATPANJANG, PESISIRNEWS.COM - Memasuki pertengahan tahun 2016, Sekolah Luar Biasa Sekar Meranti Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat, Kepulauan Meranti sudah dua tahun menumpang di MDTA Darussalam, Desa Anak Setatah. Walaupun masih menumpang, bukan tak mungkin sekolah di bawah naungan Yayasan Sekar Meranti itu menginginkan bangunan sekolah sendiri.

Wacana memiliki sekolah sendiri sudah sejak lama diimpikan pihak dan siswa SLB Sekar Meranti. Namun karena terbentur dengan masalah anggaran dana, terpaksa mimpi mereka berhenti (harus menumpang) di MDTA Darussalam terlebih dahulu.

"Sudah 2 tahun kami (SLB Sekar Meranti, red) menumpang. Keinginan kami punya sekolah sendiri, meskipun sederhana," ujar Kepala SLB Sekar Meranti, Syafrizal kepada Pesisirnews.com, Jum'at (27/5/16).

Menurut Syafrizal, pihaknya bertekad ingin memiliki sekolah sendiri bukan hanya sekedar harapan belaka. Apalagi saat ini mereka juga telah memiliki lahan sendiri yang dihibahkan oleh pihak keluarganya dengan luas 50 x 25 meter persegi.

"Seandainya nanti tidak bisa dibangun dengan ukuran dan bentuk yang memadai, cukup dengan bangunan yang sederhana saja," katanya.

Wacana itu, lanjut Syafrizal, rencananya akan dibangun dua lokal terlebih dahulu. Terlebih mereka harus menyesuaikan mana ruangan siswa yang harus di gabungkan dan mana yang tidak. Sebab, dengan jumlah siswa saat ini sebanyak 28 orang yang aktif, makanya dibuat dua lokal, masing - masing lokal sebanyak 14 orang.

"Dibangun 2 lokal nanti kita ambil per tuna, sehingga bisa diatur. Seperti anak tuna grahita bisa digabungkan sengan anak tuna rungu, tuna daksa dengan tuna netra. Sementara anak autis harus ruangan tersendiri, bahkan juga tidak harus di ruangan," katanya.

Diperkirakan anggaran membangun dua lokal dengan material kayu lebih kurang sekitar Rp 25 juta. Menurut dia, seandainya jika anggaran yang didapat lebih dari yang ditargetkan, akan ditambahkan satu lokal ruang guru.

"Iya kita lihat dana yang terkumpul nantinya. Kalau lebih, bisa dibangun untuk untuk ruangan guru. Akan tetapi, jika cukup untuk 2 ruangan saja, iya 2 ruangan yang dibangun dulu. Sementara kita para guru akan gabung dengan ruangan siswa," jelas Syafrizal.

Untuk itu, pihak SLB Sekar Meranti sangat berharap dukungan semua pihak, terutama pihak Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti untuk membantu membangun sekolah tersebut, dalam artian seikhlasnya menyumbangkan dana. Jika bersedia ingin membantu, bisa menghubungi Syafrizal dengan No Hp 085376099166.

Namun jika ingin langsung mendatangi alamat sekolah yang bersangkutan, beralamat di Jalan Utama Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat, Kepulauan Meranti.

"Kami berharap kepada semua pihak seikhlasnya bisa membantu untuk pembangunan sekolah kami. Sehingga siswa yang memiliki keterbelakangan mental bisa mendapatkan pendidikan yang layak," ujar Syafrizal.

"Bantuan dalam bentuk apapun akan kami terima," tambah syafrizal lagi.

Sekedar informasi, dari jumlah 78 anak keterbelakangan mental wajib sekolah yang berada di 12 Desa di Kecamatan Rangsang Barat, sudah terdapat 28 siswa yang aktif sekolah di SLB Sekar Meranti terdiri dari Tuna Grahita, Tuna Rungu, Autis, Tuna Daksa, dan Tuna Netra. Sedangkan tenaga didik sebanyak 7 orang dan satu kepala sekolah. (mad)

SHARE:
beritaTerkait
Diapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Ini Kerja Bersama, Fokus Kami Padamkan Api
Bupati Herman Dorong Penguatan Sinergi Pemkab Inhil dan Lapas Tembilahan
Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar
BPBD Kabupaten Indragiri Hilir Catat 80 Titik Hotspot di 9 Kecamatan
Bupati Inhil Apresiasi Semangat Sportivitas pada Turnamen Futsal HUT RI ke-81
Kapolres Indragiri Hilir Bersama Dandim/0314 Inhil Pimpin Pemadaman dan Pendinginan Hotspot di Gaung,
komentar
beritaTerbaru