PEKANBARU, Pesisirnews.com - Baru-baru ini warganet dibuat heboh dengan tangkapan layar seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Kota Pekanbaru, berciuman dengan pacarnya saat kuliah daring di aplikasi Zoom.
Mengetahui peristiwa memalukan tersebut, Wakil Dekan I UIN Suska Riau Zarkasih meminta maaf atas kejadian itu.
Zarkasih mengatakan, mahasiswi berinisial A tersebut sudah dimintai klarifikasi.
Baca Juga:
"Pertama, kami mohon maaf atas persoalan yang viral ini. Kami sudah mintai klarifikasi dan kejadian itu saat kuliah umum. Masing-masing mahasiswa berada di tempat masing-masing, tidak di sini (kampus)," ucap Zarkasih dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (2/3/2022).
Baca Juga:
Tangkapan layar diduga mahasiswi UIN Suska Riau sedang berciuman dengan seorang lelaki (lingkaran merah) saat kuliah online. (Foto via TribunPekanbaru.com/Istimewa)
Menurut Zarkasih, perbuatan A itu sangat mungkin dikenai sanksi dan pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan secara internal.
"Kita akan proses nanti melalui rapat dewan kode etik di Fakultas dan Universitas terkait sanksi yang diberikan," kata Zarkasih.
[br]
Minta maaf dan siap terima sanksi
Dari penelusuran pihak kampus, A tercatat sebagai mahasiswa jurusan Manajemen Pendidikan Islam semester dua. A juga meminta maaf kepada pihak kampus terkait perbuatannya itu.
Zarkasih melanjutkan, perbuatan A itu terjadi saat kuliah perdana lewat Zoom yang diikuti ribuan peserta.
Dari pengakuan A, perbuatan itu dilakukan di dalam kos. Selain itu, laki-laki yang diduga kekasih A bukan mahasiswa UIN Suska.
"Dilakukan di kosnya. Pengakuannya begitu (berdua). Yang perempuan mahasiswa UIN dan yang laki-laki tidak. Kita akan rapat dulu dengan dewan kode etik," tambah Zarkasih.
Pihaknya juga tidak tahu apakah kejadian tersebut dilakukan secara sengaja atau tidak.
"Kami tidak bisa komentar lebih lanjut apakah disengaja atau tidak. (Kuliah) zoom meeting waktu itu sekitar 1.000 mahasiswa yang ikut secara perkelompok, namun dosennya beda. Yang bersangkutan juga sudah siap dengan sanksi yang akan diberikan," kata Zarkasih. (PNC)