Rabu, 17 Juni 2026 WIB

Popi Andriko, Calon Kades Milineal Berlatar Hukum Bertekad Mengabdi Demi Majukan Desa Tercinta

- Kamis, 02 September 2021 16:46 WIB
1.700 view
Popi Andriko, Calon Kades Milineal Berlatar Hukum Bertekad Mengabdi Demi Majukan Desa Tercinta
Popi Andriko, SH, calon Kepala Desa Sungai Gantang. (Dokpri)

TEMBILAHAN, Pesisirnews.com - Pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) periode tahun 2021 - 2027 akan diselenggarakan pada 12 Oktober 2021 mendatang.

Bursa calon kepala desa (cakades) pun telah terisi dengan masing-masing kandidat yang siap bertarung untuk memenangkannya.

Salah satu cakades dengan Visi dan Misi progresif yang menawarkan kemajuan untuk desanya adalah Popi Andriko, SH.

Baca Juga:

Cakades muda berusia 36 tahun ini ikut dalam kontestasi pilkades serentak di Desa Sungai Gantang Kec. Kempas Kab. Inhil.

Popi, sapaan akrab cakades ini berlatar belakang pendidikan sarjana hukum, pernah bekerja di sebuah perusahaan swasta dan aktif di dunia jurnalistik selama 7 tahun. Selain itu, ia juga dikenal sebagai sosok yang agamis.

Baca Juga:

Sebagai bagian dari generasi milenial berusia produktif, dan dengan latar belakang yang dimilikinya, Popi yakin bekal tersebut dapat menjadi modal baginya dalam mengimplementasikan desa yang berkemajuan.

Asas kegotongroyongan dan ‘Bersama Membangun Desa’ menjadi prinsip terdepan bagi Popi dalam menentukan arah kepemimpinan.

Hal ini dia tuangkan ke dalam slogan “Gotong Royong Membangun Desa Sungai Gantang Menuju Desa yang Maju, Jujur, Adil, Sejahtera, Berbudaya dan Berakhlak Mulia.”

"Niat saya maju dalam pilkades serentak tahun ini tentu bukan didasari karena keinginan meraih kedudukan atau jabatan semata, tetapi berbekal apa yang saya miliki saya yakin dapat berbuat banyak kepada masyarakat, agar desa saya menjadi desa yang mandiri, maju di segala bidang dan dikenal di seluruh nusantara,” katanya saat bincang-bincang dengan Pesisirnews.com, Kamis (2/9/2021).

[br]

Terkait fenomena banyaknya kalangan muda dengan berbagai latar belakang yang ikut dalam kontestasi pilkades tahun ini, Popi mengaku tak khawatir karena menurutnya bagaimana pun keputusan akhir ada ditangan masyarakat yang akan memilih pemimpin baru di desanya.

“Bagi saya jabatan atau kedudukan hanyalah sarana untuk mengabdikan diri secara lebih luas kepada masyarakat,” tambahnya.

Menurut Popi, keikutsertaannya dalam pilkades tahun ini selain sebagai sarana untuk mengabdi kepada masyarakat juga sebagai bentuk partisipasi dan edukasi politik, khususnya kepada para generasi muda yang ingin membangun desa.

"Sebagaimana kita ketahui, Kepala Desa adalah jabatan politis karena dipilih masyarakat, dan ini dapat menjadi ajang bagi kaum muda agar berani terlibat dalam proses demokrasi. Oleh karena itu, sebagai generasi muda saya berharap agar kaum muda dapat lebih proaktif menyampaikan gagasan-gagasannya di segala bidang. Salah satu upaya menciptakan progres bagi kemajuan negara dapat dimulai dengan membangun desa," pungkasnya.

Ketika ditanya gebrakan apa yang akan dia lakukan seandainya terpilih menjadi kepala desa, Popi mengatakan terlebih dahulu akan membenahi sistem dan tata cara pemberian pelayanan kepada masyarakat agar menjadi lebih baik, dan menghidupkan kembali aktivitas keagamaan yang dirasa semakin berkurang.

Terakhir, Popi berharap agar kontestasi pilkades serentak di Inhil tahun ini dapat menjadi pesta demokrasi rakyat di tingkat desa yang menarik, berjalan kondusif, aman dan jurdil. (PNC/Anjar)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru