Minggu, 23 Agustus 2026 WIB

Cerita Mistis Penampakan Makhluk Besar di Lokasi Longsor yang Renggut 4 Nyawa

- Senin, 10 Desember 2018 08:31 WIB
1.667 view
Cerita Mistis Penampakan Makhluk Besar di Lokasi Longsor yang Renggut 4 Nyawa
Pojoksatu.id

Pesisirnews.com - Cerita mistis di balik terjadinya longsor di Jalan Pratu Made Rambug Gang Taman Beji 4 Banjar Sasih Desa Batubulan, Gianyar, Bali, masih menjadi perbincangan masyarakat.

Longsor tersebut menggerus rumah pegawai bank swasta, I Made Oktara Dwi Paguna alias Ade (30). Longsor itu merengut nyawa istri dan tiga anaknya. Ade sendiri masih tergolek di RSUP Sanglah.

Kejadian ini dikaitkan dengan cerita mistis dan keyakinan masyarakat setempat terhadap angkernya lokasi tersebut, khususnya Tukad Tiyis (sungai) yang menggerus rumah korban.

Baca Juga:

"Lokasi itu, ya lumayan (angker)," ucap Ketut Wirama (42), Kelian Dinas Banjar Sasih, Desa Batubulan, Gianyar, ketika ditanya mengenai sisi lain dari Tukad Tiyis, lokasi kejadian.

Dia menceritakan, bagi masyarakat asli Sasih, Tukad Tiyis tersebut sudah dikenal angker alias tenget. Di areal sungai itu terdapat sebuah pura yang dia sebut bernama Pura Manik Tirta.

Baca Juga:
Rumah I Made Oktara Dwi Palguna terseret longsor. (Istimewa)

Rumah I Made Oktara Dwi Palguna terseret longsor. (Istimewa)

Selain itu, di areal sungai tersebut juga menjadi pelancaran Ratu Niang. Tempat pemujaan atau palinggih penyawangannya berada di jalur masuk Gang Taman Beji, areal perumahan tempat korban tinggal.

"Palinggih penyawangannya tepat di jalan baru masuk itu. Kalau melis atau nangluk merana biasanya dilaksanakan di sana (pelinggih penyawangan)," ucapnya.

Selain itu, masih dari cerita Wirama, kejadian-kejadian aneh, dan kemunculan mahluk gaib bertubuh besar juga kerap dilihat warga. Bahkan suara-suara aneh cukup sering terdengar.

Ia sendiri pernah mendengar suara aneh itu saat masih muda. Ia mendengar suara misterius saat memancing di tempat tersebut. Tempat itu, kata dia, memang lokasi favorit para pemancing.

"Tukad itu dari namanya Tukad Tiyis. Memang tukad ini tak ada hulunya hanya sampai Batuyang. Air tukad ini hanya dari tiyisan (rembesan) air sawah. Makanya kalau musim kemarau, tukad ini bisa kering. Tapi kalau musim hujan airnya besar," terangnya.

"Di lokasi itu sebenarnya juga favorit para pemancing. Saya juga sering dulu mancing di sana. Karena memang banyak ikan julit sama kulen. Bahkan besar-besar," ungkapnya.

Warga mengevakuasi Ade dan keluarganya yang tertimbun longsor. (Bali Express)

Warga mengevakuasi Ade dan keluarganya yang tertimbun longsor. (Bali Express)

Dia menceritakan ketika pancingnya tersangkut. Dia berusaha melepas pancingnya itu dan terdengar suara sorakan-sorakan dari rimbunnya rumpun bambu, ketika pancingnya putus.

"Kalau sudah muncul suara itu, tak peduli apa pun langsung lari. Di sana orang-orang juga kerap melihat orang berwujud besar hitam, atau pun seperti kuntilanak yang duduk-duduk di atas bambu. Kami sesama penyuka mancing di sana biasa mendengar cerita itu," paparnya.

Dikatakan Wirama, siapa pun yang pernah memancing di lokasi itu, pasti pernah mendengar, mengalami atau melihat hal-hal gaib.

"Pernah juga saat ada orang mancing, dia cerita seperti ada orang megambel dengan memukul-mukul bambu. Padahal saat itu lagi tidak ada orang lain. Begitu terdengar suara aneh, langsung sudah lari," imbuh pria tersebut, sambil kembali mencari data-data kependudukan korban dan keluarganya.

Seperti diketahui, rumah longsor Sabtu pagi (8/12) itu menewaskan empat orang korban. Mereka adalah Ni Made Lintang Ayu Widnerti, 33 (ibu), Ni Putu Delta Larasati Palguna, 6 (anak pertama), Made Dian Aditya Palguna, 4 (anak kedua) dan Nyoman Adi Anggara Palguna, 2 (anak ketiga).

Sedangkan I Made Oktara Dwi Palguna alias Ade 30 (ayah) masih dalam perawatan di RS Sanglah. Ia menderita luka cukup parah akibat longsor tersebut.(***).

Sumber
: Pojoksatu.id
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sambut HAN 2026, Pesan Menteri Imipas Agus dan KSP Dudung ke Anak Binaan "Masa Depan Kalian Masih Cerah".
Persiapan Peringatan Hari Anak Nasional 2026 Mulai Dibahas
Grand Final Joged Mande Jadi Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Inhil
Bunda Paud Inhil Katerina Susanti Buka Lomba Kolase Pada Hari Anak Nasional 2026
Bupati Inhil Harap Porsigal Perkuat Persaudaraan dan Sinergikan Potensi Daerah
UMKM Inhil Unjuk Gigi di Puncak HUT Dekranas ke-46, Produk Kriya, Wastra, dan Kuliner Tampil di Tingkat Nasional
komentar
beritaTerbaru