Senin, 24 Agustus 2026 WIB

Jalan Penghubung Agam ke Bukittinggi Ambles 12 Meter

- Senin, 05 November 2018 08:10 WIB
1.524 view
Jalan Penghubung Agam ke Bukittinggi Ambles 12 Meter

Pesisirnews.com - Ruas jalan provinsi di Jorong Kayu Pasak, Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam yang menghubungkan daerah itu dengan Kota Bukittinggi, belum bisa dilewati kendaraan setelah terban atau ambles sepanjang 12 meter, Jumat (2/11/2018).

Wali Nagari Silareh Aia, Iron Maria Edi di Lubukbasung, mengatakan hampir seluruh badan jalan sudah ambles karena longsor, sementara sisi kiri dan kanan jalan terdapat jurang yang dalam dan perbukitan.

"Jalan sudah tidak bisa lagi dilewati kendaraan roda dua dan empat," katanya, Sabtu 3 November 2018.

Baca Juga:

Dengan kejadian itu, kendaraan dari Padang Koto Gadang menuju ke Palembayan dan Bukittinggi harus melewati Batu Kambiang dengan jarak cukup jauh.

Jalan tersebut terban akibat longsor melanda daerah itu pada Jumat (2/11) sekitar pukul 13.30 WIB. Jalan itu terban sekitar 1,5 meter, panjang 12 meter dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Baca Juga:

Pada Jumat (2/11/2018) malam, badan jalan kembali terban karena curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Muhammad Lutfi Ar menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumbar terkait perbaikan jalan tersebut.

"Mudah-mudahan jalan diperbaiki agar lalu lintas kembali normal," katanya dilansir Antara.

Kondisi jalam ambrol di Desa Kaling Tasikmadu. (KRJogja/Abdul Alim)Ia menyatakan curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu pada Jumat (2/11) siang sampai sore, mengakibatkan empat dari 16 kecamatan di daerah itu dilanda bencana longsor dan banjir.

Ia menyatakan curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu pada Jumat (2/11) siang sampai sore, mengakibatkan empat dari 16 kecamatan di daerah itu dilanda bencana longsor dan banjir.

Bencana tanah longsor itu terjadi di Kayu Pasak, Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan pada Jumat (2/11) sekitar pukul 13.30 WIB, mengakibatkan ruas jalan provinsi terban sepanjang 12 meter dan jalan tidak bisa dilalui kendaraan.

Sementara tanah longsor di Koto Tuo, Nagari Simarasok, Kecamatan Baso pada Jumat (2/11) sekitar pukul 20.10 WIB, mengakibatkan satu unit rumah milik Armi (62) mengalami rusak berat.

Sedangkan tanah longsor di KM 43 Jorong Haraban, Nagari Nan Tujuh, Kecamatan Palupuh pada Sabtu (3/11) sekitar pukul 08.00 WIB, mengakibatkan ruas jalan tertimpa material longsor.

"Material tanah longsor yang menimbun rumah dan menimbun ruas jalan sudah dibersihkan anggota Satgas BPBD, Satpol PP Damkar, TNI, Polri dan masyarakat," katanya.

 Selain itu, bencana banjir terjadi di Kurao, Jorong Pasar Durian, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung pada Jumat (2/11) sekitar pukul 17.36 WIB, mengakibatkan delapan unit rumah terendam banjir sekitar 1,0-1,5 meter.

Dengan kondisi itu, 20 jiwa warga telah diungsikan ke daerah lebih aman dan saat ini stok air sudah mulai berkurang.

Daerah itu merupakan lokasi rawan banjir akibat meluapnya air Sungai Antokan apabila curah hujan tinggi melanda daerah itu."Tidak ada korban jiwa akibat longsor dan banjir tersebut. Untuk kerugian material sedang kita data," katanya.


Sumber Liputan6.com 

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Inhil Apresiasi Semangat Sportivitas pada Turnamen Futsal HUT RI ke-81
Kapolres Indragiri Hilir Bersama Dandim/0314 Inhil Pimpin Pemadaman dan Pendinginan Hotspot di Gaung,
Polda Riau Intensifkan Penanganan Karhutla, 313 Hotspot Terdeteksi di Wilayah Riau
Polda Riau Kerahkan Tim Kesehatan dan Trauma Healing ke Wilayah Terdampak Karhutla di Kerumutan
Bupati Inhil Dorong Optimalisasi Pelabuhan Pengumpan untuk Perkuat Ekonomi Daerah
Menteri LH dan Guru Besar Kehutanan Cek Karhutla di Kampar, Kapolda Paparkan Dashboard Green Policing
komentar
beritaTerbaru