Diapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Ini Kerja Bersama, Fokus Kami Padamkan Api
Pekanbaru Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan seluruh jajaran saat ini hanya memiliki satu fokus, yakni menuntaskan pemadaman k
Artikel
Sukabumi, Pesisirnews.com - Sebanyak 21 jiwa melayang dalam kecelakaan bus di Sukabumi, Sabtu (8/9) siang. Insiden terjadi di tanjakan leter S, tepatnya di Kampung Bantarselang, Cikidang, Kabupaten Sukabumi.
Usai peristiwa maut itu, cerita-cerita berbau mistis yang selama ini beredar di kalangan warga sekitar, kembali menjadi omongan.
Tanjakan leter S adalah jalan alternatif menuju Palabuhanratu dari arah Cibadak. Jalan yang menurun tajam dan berbelok itu kembali menelan korban jiwa. Dari pantauan Radar Sukabumi, kondisi bus pariwisata yang ditumpangi para karyawan swasta itu rusak parah. Tampak bercak darah pada badan kendaraan. Bahkan ada korban yang kondisinya terjepit, patah tulang bahkan lehernya nyaris putus.
Baca Juga:
Petugas kepolisian dibantu anggota TNI dan warga sekitar langsung mengevakuasi seluruh korban, pasca mendapat laporan kecelakaan. Seluruh korban dilarikan ke RSUD Palabuhanratu dan Sekarwangi. Sontak, tangis pun pecah dan lokasi kejadian menjadi pusat perhatian semua pihak.
Di balik peristiwa itu, Bah Sanusi (63) memberikan keterangan yang berkaitan dengan mistik di area sekitar lokasi kejadian. Pria yang akrab disapa Bah Uci mengatakan, setiap musim liburan, insiden kecelakaan di area tersebut sering terjadi.
Baca Juga:
"Kalau berbicara kejadian, ini kejadian yang kesekian kalinya. Setiap musim liburan, pasti ada kecelakaan," kata Bah Uci.
Pria yang kulitnya sudah keriput itu menyebutkan, pada tahun 1990-an, jalan alternatif Cikidang ini masih sangat sempit. Tepat di tanjakan leter S terdapat sebuah pohon besar. Warga merasa tidak punya keberanian untuk menebang pohon yang mirip dengan pohon beringin itu.
"Setelah ada pelebaran pada tahun 2000-an, pohon itu ditebang. Enggak tahu dikemanakan," imbuhnya.
Pada saat jalan masih sempit, menurut Bah Uci, sering juga terjadi kecelakaan. Setiap pengendara yang mengalami kecelakaan, sering mengaku melihat sesosok makhluk halus yang anggota tubuhnya tidak lengkap.
"Dulu sering ada penampakan makhluk yang menyerupai korban lakalantas. Mungkin itu jin yang ingin mengelabui pengendara. Tapi memang, di sini sering ada penampakan," bebernya.
Bah Uci menyebutkan, pengendara yang melintas jalan alternatif menuju Palabuhanratu itu sangat diharuskan berhati-hati. Jangan memiliki rasa jemawa dan tidak ngomong sembarangan.
"Ya seyogyanya kan harus punya etika ketika akan melewati rumah orang. Tidak boleh sombong. Intinya harus berhati-hati," pungkasnya.
Seorang warga lainnya, Iyus Aprianto (35) mengamini apa yang disampaikan Bah Uci. Ia mengaku mengalami pengalaman mistik saat tengah malam melewati tanjakan yang kini dikenal dengan tanjakan leter S tersebut.
"Waktu saya pulang dari Palabuhanratu bersama keluarga sekitar pukul 01.00 WIB. Saat tiba di tanjakan itu, kakek saya menyuruh berhenti. Di sana kami sempat membaca tahlil sebentar, setelah itu baru melanjutkan perjalanan," katanya.
"Menurut kakek saya, ada beberapa sosok makhluk seperti korban lakalantas yang berteriak minta tolong. Tapi percaya tidak percaya, memang begitu kenyataannya mengingat banyak yang mengalami kecelakaan di sini," imbuh Iyus.
Selain itu, aura di sekitar lokasi kejadian bagi pengendara sangatlah tidak baik. Artinya, pengendara yang melintas akan memiliki rasa ingin ngebut meskipun kondisi jalan berbelok dan menurun tajam.
"Hawanya pengin ngebut, bagi pengendara yang baru tentu itu sangatlah berbahaya," singkatnya.
Dihubungi terpisah, Kadishub Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana menambahkan, terlepas dari persoalan mistis yang beredar di tengah-tengah masyarakat, kondisi jalan di tempat kejadian memang menurun tajam, kondisi kendaraan dan pengendara sangat harus dipastikan dalam keadaan baik.
"Terlepas dari cerita itu, yang harus diperhatikan bagi pengendara itu tetap kehati-hatian dan kondisi kendaraan dalam keadaan baik. Karena biasanya, terjadinya kecelakaan ini karena faktor kondisi kendaraan dan human error," singkatnya.
Sumber Radar Sukabumi / Jpnn.com
Pekanbaru Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan seluruh jajaran saat ini hanya memiliki satu fokus, yakni menuntaskan pemadaman k
Artikel
TEMBILAHAN Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan menjadi momentum untuk memperkuat
Artikel
Tembilahan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskomin
Artikel
TEMBILAJAN Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir mencatat sebanyak 80 titik hotspot yang tersebar di 9 kecam
Lingkungan
Tembilahan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman mengapresiasi semangat kebersamaan, sportivitas dan kekompakan yang ditunjukkan selu
Olah Raga
INDRAGIRI HILIR Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., bersama Dandim 0314 Inhil Letkol Arm. Wahib Musto
Artikel
PEKANBARU, Minggu, 23 Agustus 2026 Polda Riau bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan stakeholder terkait terus meningkatkan kewaspadaan s
Artikel
Pelalawan Polda Riau mengerahkan tim kesehatan dan psikologi ke Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (22/8/2026), sebagai bagi
Artikel
Tembilahan Upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ind
Artikel
Kampar Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bersama Guru Besar IPB sekaligus ahli kebakaran hutan dan lahan, Bambang Hero Saharjo mel
Artikel