Minggu, 23 Agustus 2026 WIB

Trio PSK Terjaring Razia, Salah Satunya Nyaris Lansia

- Kamis, 22 Februari 2018 11:24 WIB
269 view
Trio PSK Terjaring Razia, Salah Satunya Nyaris Lansia

Tabanan, Pesisirnews.com - Satuan Sabhara Kepolisian Resort Tabanan pada Selasa (20/2) dini hari menggelar razia penyakit masyarakat. Hasilnya, ada tiga pekerja seks komersial (PSK) yang terjaring razia di Terminal Pesiapan.

Salah satu dari tiga PSK itu adalah Astutik yang sudah berusia 56 tahun. Perempuan yang nyaris tergolong lansia itu merupakan pendatang asal Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Situbondo, Jawa Timur.

Sedangkan dua PSK lainnya adalah Astuni (33) asal Dusun Sidorejo, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, Banyuwangi dan Juharni (39) dari Dusun Gayasan, Desa Gunung Malang, Kecamatan Sumberjambe, Jember, Jawa Timur.

Baca Juga:

Selanjutnya, ketiga PSK itu langsung digiring ke Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Tabanan untuk menjalani pembinaan. Kepala Dinas Sosial dan P3A Tabanan I Nyoman Gede Gunawan menjelaskan, ketiga PSK tersebut dibina agar tidak lagi terjerat dunia prostitusi dan bisa mencari pekerjaan lainnya.

"Mereka juga sudah menandatangani surat pernyataan untuk tidak lagi melakukan tindakan asusila. Dan kami sarankan mereka untuk pulang kampung," ujarnya.

Baca Juga:

Menurutnya, ketiga PSK ini merupakan wajah baru dan mengaku belum ada sebulan beroperasi di Tabanan. "Selama ini PSK yang terjaring operasi ada yang langsung ditipiring (dikenai tindak pidana ringan, red) dan ada juga yang dibawa ke dinas sosial. Dan ketiga PSK ini merupakan wajah baru," imbuhnya.

Apabila ketiga PSK tersebut kembali terjaring operasi, maka Dinsos Tabanan akan membawa mereka ke Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Tabanan di Tuakilang untuk ditahan selama tiga hari. "Ini untuk membuat efek jera," sambungnya.

Sayangnya, program rehabilitasi PSK tak bisa dilaksanakan tahun 2018 ini karena Pemkab Tabanan tak punya anggarannya. Padahal program tersebut diharapkan dapat membuat para PSK yang ada di Tabanan tidak lagi terjerumus ke dalam dunia prostitusi.

"Anggaran pelaksanaan program ini tergantung dari PAGU yang kami terima. Dan tahun ini memang belum bisa dilaksanakan karena ada program prioritas. Tapi bukan berarti kami mengesampingkan program ini. Karena akan kam usulkan di anggaran perubahan 2018 nanti," kilah Gunawan

Sumber jpnn.com

SHARE:
beritaTerkait
Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Patroli Udara Karhutla, Turun Langsung Padamkan Api di Pelalawan
Bupati Inhil Herman Resmikan Wisata Baru Taman Kolam Tiga Putri
Angin Puting Beliung Terjang Dua Kelurahan di Tempuling, Sejumlah Rumah Rusak
Perdana Digelar, Rakor Damkar se-Riau Satukan Kekuatan Hadapi Ancaman Kebakaran
Wakil Bupati Inhil Lepas Atlet Muay Thai Berlaga di Begaduh Championship Vol. 3
Terindikasi Akibat Penyakit Bawaan, Tahanan Rutan I Medan Meninggal Dunia*
komentar
beritaTerbaru