Minggu, 23 Agustus 2026 WIB

Intai Pabrik Miras, Polisi Rela Tidur di Kompleks Kuburan

- Selasa, 30 Januari 2018 12:34 WIB
422 view
Intai Pabrik Miras, Polisi Rela Tidur di Kompleks Kuburan

Tuban, Pesisirnews.com - Polisi menggerebek rumah Pantun dan Suripto di Desa Tegalagung, Kabupaten Tuban, Jatim.

Penggerebekan dilakukan lantaran rumah kakak-beradik ini menjadi tempat produksi minuman keras jenis arak jowo.

Sejumlah peralatan untuk memproduksi arak ditemukan di ruang belakang rumah.

Baca Juga:

Bahkan peralatan berbahan kuningan ini masih panas. Pipa-pipa yang tersambung masih mengeluarkan cairan arak.

"Ini berarti proses produksi sedang berlangsung," ujar AKBP Sutrisno Kapolres Tuban.

Baca Juga:

Di ruangan lain, petugas juga menemukan 10.000 liter baceman dan 2.500 liter arak siap edar.

Sebagian arak telah dikemas dalam botol-botol bekas air mineral, dan sebagian lainnya tersembunyi dalam bunker bawah tanah.

Menurut Sutrisno bisnis ilegal ini dijalankan pelaku secara rapi. Selain membuat bunker bawah tanah untuk menyembunyikan arak, lokasi pabrik juga dikelilingi tembok tinggi, sehingga sulit terdeteksi.

Petugas yang melakukan lidik terpaksa harus bermalam di kuburan sekitar lokasi.

Bahkan, untuk masuk gudang pabrik arak, petugas harus melewati sedikitnya lima pintu.

"Mereka sangat rapi. Namun, polisi tetap berhasil mengamankan baceman 10 ribu liter, arak siap edar 2500 liter," sambung AKBP Sutrisno.

Kini dua bersaudara itu terpaksa bersama menginap di penjara dan menunggu ganjaran hukuman

Sumber jpnn.com

SHARE:
beritaTerkait
Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Patroli Udara Karhutla, Turun Langsung Padamkan Api di Pelalawan
Bupati Inhil Herman Resmikan Wisata Baru Taman Kolam Tiga Putri
Angin Puting Beliung Terjang Dua Kelurahan di Tempuling, Sejumlah Rumah Rusak
Perdana Digelar, Rakor Damkar se-Riau Satukan Kekuatan Hadapi Ancaman Kebakaran
Wakil Bupati Inhil Lepas Atlet Muay Thai Berlaga di Begaduh Championship Vol. 3
Terindikasi Akibat Penyakit Bawaan, Tahanan Rutan I Medan Meninggal Dunia*
komentar
beritaTerbaru