Pesisirnews.com - Mahakam Ulu (Mahulu) merupakan satu-satunya kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki dua waktu, yakni Waktu Indonesia Barat (WIB) dan Waktu Indonesia Tengah (WITA). Memasuki Mahakam Ulu seolah-olah berada dalam lorong waktu.
"Dulu, sebelum ada handphone yang otomatis mengatur waktu, kita tahunya di Kecamatan Long Apari masuk WITA juga, tapi sekarang diketahui ternyata Long Apari masuk WIB," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Mahulu S Lawing Nilas di Ujoh Bilang, Minggu (28/1/2018), dilansir Antara.
Sebelumnya, saat melakukan fasilitasi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (RAPBKam) bagi 10 kampung di Kecamatan Long Apari, Lawing mengatakan bahwa Long Apari merupakan salah satu kecamatan di Mahakam Ulu yang berbatasan darat dengan Serawak, Malaysia.
Baca Juga:
Kecamatan lain yang juga berbatasan darat dengan Malaysia adalah Long Pahangai, namun Kecamatan Long Pahangai masih masuk WITA, sama seperti kawasan lain yang tersebar di Provinsi Kalimantan Timur.
Sedangkan waktu tempuh menggunakan kapal cepat atau "longboat" via Sungai Mahakam dari Long Pahangai ke Tiong Ohang (ibu kota Kecamatan Long Apari) sekitar 2,5 jam perjalanan.
Baca Juga:
Dalam waktu 2,5 jam perjalanan inilah saatnya memasuki lorong waktu, sehingga seolah-olah hanya 1,5 jam karena untuk WITA lebih cepat satu jam daripada WIB, padahal perjalanannya tetap 2,5 jam.
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1009681/original/060964100_1444007312-20151004VYT_Viking_01.jpg)