Senin, 20 April 2026 WIB

Arti Kelemah lembutan

- Kamis, 29 Oktober 2015 06:11 WIB
1.070 view
Arti Kelemah lembutan
Internet
PESISIRNEWS.COM - Suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkunjung ke perkampungan kaum Anshar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyapa anak-anak dengan memberi salam kepada mereka. Tak hanya itu, beliau lalu mengusap kepala masing-masing anak dari kalangan Anshar tersebut.
Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah menyebutkan hadits tersebut sebagai hadits sahih dalam Al-Jami'u Ash- Shahih. Dalam riwayat tersebut mencerminkan betapa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah sosok manusia yang sarat kelemahlembutan. Sikap itu tecermin manakala beliau, dengan penuh perhatian, menyapa anak-anak lalu mengusap kepala mereka. Kepribadian nan hangat beliau tunjukkan saat berjumpa anak-anak. Sebuah sikap peduli yang teramat terpuji. Sikap yang ditunjukkan beliau juga mencerminkan betapa beliau seorang yang tawadhu (rendah hati). Walau terhadap anak kecil, beliau tetap memberikan perlakuan yang baik. Tidak meremehkan apalagi menyakitinya melalui sebuah sikap. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dalam hadits sahih riwayat Anas bin Malik, bahkan memberi salam terlebih dulu kepada anak-anak. Ini menunjukkan jiwa tawadhu beliau sekaligus kepribadian beliau yang senantiasa memberi keteladanan nan terpuji.
Allah Ta'ala berfirman : ﺎَﻤِﺒَﻓ ٍﺔَﻤْﺣَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ َﻦِّﻣ ْﻢُﻬَﻟ َﺖﻨِﻟ َﺖﻨُﻛ ْﻮَﻟَﻭ ۖ َﻚِﻟْﻮَﺣ ْﻦِﻣ ﺍﻮُّﻀَﻔﻧﺎَﻟ ِﺐْﻠَﻘْﻟﺍ َﻆﻴِﻠَﻏ ﺎًّﻈَﻓ "Maka dengan sebab rahmat dari Allah, engkau bersikap lemah lembut kepada mereka. Seandainya engkau bersikap kasar dan keras hati niscaya mereka akan menjauh darimu…" (Al Imran :159)
Juga firman-Nya:  ْﺪَﻘَﻟ ْﻢُﻛَﺀﺎَﺟ ٌﻝﻮُﺳَﺭ ْﻦِّﻣ ْﻢُﻜِﺴُﻔﻧَﺃ ٌﺰﻳِﺰَﻋ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ﺎَﻣ ْﻢُّﺘِﻨَﻋ ٌﺺﻳِﺮَﺣ ﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ ٌﻢﻴِﺣَّﺭ ٌﻑﻭُﺀَﺭ َﻦﻴِﻨِﻣْﺆُﻤْﻟﺎِﺑ "Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman." (At-Taubah:128). Demikianlah sikap dari seorang yang berkepribadian agung. Beliau tampakkan sebagai pola kebiasaan sehari- hari, tidak dibuat-buat dan merupakan refleksi dari keadaan pribadinya yang teramat luhur. Sungguh telah ada pada diri rasul teladan yang baik bagi kalian. Wallahu a'lam.

Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINI

Editor: Abu Hanifah
Penulis: Al Ustadz Abu faruq Ayip Syafruddin

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati HM. Wardan Pimpin Rapat Persiapan Penyambutan Kedatangan UAS di Inhil
Ibu Kandung Tega Gorok Bayi Sendiri Dengan Pisau Cutter
Sambut Tahun Baru Islam dan HUT RI, Dewan Dakwah Kampar Adakan Lomba Khutbah Jumat Antar SMA/MA/SMK se-Kab. Kampar
Dakwah Sejuk Habib Ahmad Jindan: Orang Saleh Itu Mendamaikan, Bukan Provokasi
Diduga Sengketa Lahan Sawit,Prajurit TNI AL Duel Dengan Warga Sama Sama Pakai Golok
Dandim 0313/KPR Bacakan Sambutan Danrem 031/ Wira Bima pada Acara Puncak Milad Dewan Dakwah Kampar
komentar
beritaTerbaru