Senin, 09 November 2026 WIB

Kisah Cinta si “Pengisap Darah” Pangeran Vlad Dracula III yang Tak Banyak Diketahui Orang

- Senin, 30 Mei 2022 20:37 WIB
4.552 view
Kisah Cinta si “Pengisap Darah” Pangeran Vlad Dracula III yang Tak Banyak Diketahui Orang
Ilustrasi: Lukisan Katharina dan Pangeran Vlad Dracula III bersama anak pertama mereka, dan penggambaran Vlad sebagai Dracula di film Bram Stoker's Dracula (1992). (Int)

(Pesisirnews.com) - Vlad III, atau Pangeran Wallachia (1416), dikenal sebagai Vlad Ţepeş atau Dracula (dalam bahasa Indonesia sering ditulis Drakula), adalah pangeran Wallachia yang berkuasa pada tahun 1448, lalu pada 1456 hingga 1462 dan pada tahun 1476.

Dalam sejarah, Vlad terkenal akan perlawanannya terhadap ekspansi Kesultanan Utsmaniyah dan hukuman kejam yang dia berlakukan pada musuh-musuhnya.

Kisah Pangeran Vlad Dracula III atau Pangeran Wallachia pada abad XV ini seakan begitu melegenda hingga ke seluruh dunia karena selama ini dia telah menjadi subjek banyak buku, artikel, film, cerita, dll.

Baca Juga:

Melansir berbagai sumber, Pangeran Vlad Dracula III, atau disebut juga Nosferatu, semakin terkenal dan populer setelah novelis Irlandia, Bram Stoker pada tahun 1897 menciptakan karakter Vlad ke dalam novel bergenre horor, berjudul: Dracula.

Novel ini sendiri diangkat berdasarkan kisah nyata dari tokoh sejarah ini, yang diterbitkan pada tanggal 26 Mei tahun itu. Dan itulah sebabnya tanggal tersebut ditetapkan sebagai ‘Hari Drakula Sedunia’.

Baca Juga:

Stoker mendasarkan ceritanya pada kehidupan Pangeran Vlad III dari Wallachia, yang berasal dari Rumania.

Dia memiliki julukan Vlad the Impaler, karena fakta bahwa dia sangat kejam dengan lawan-lawannya dan orang-orang yang mengkhianatinya akan dia siksa dengan cara yang paling buruk.

Ada lebih dari 100.000 korban tertusuk di hutan Rumania sebagai bentuk teror Vlad kepada musuh-musuhnya. Selanjutnya, Stoker menghubungkan kesadisan ini dengan vampirisme.

Ilustrasi: Pangeran Vlad Dracula III menancapkan lebih dari 100 ribu tubuh musuh-musuhnya di hutan Rumania. (Int)

Dalam film Bram Stoker’s Dracula (1992) , Vlad digambarkan sebagai orang yang putus asa karena kematian istrinya, Elisabeta, yang sebenarnya direkayasa saat Vlad tengah bertempur di medan perang.

Vlad kemudian bunuh diri dan bersumpah akan kembali dari kematian untuk membalas dendam pada Tuhan atas kematian Elisabeta.

Vlad pun menyerahkan jiwanya pada kekuatan jahat yang menjanjikan kehidupan abadi untuknya. Setelah 400 tahun berselang, Vlad the Impaler kini berganti nama menjadi Count Dracula yang dapat hidup abadi dengan meminum darah manusia.

Penggambaran Vlad dalam film tersebut tentu saja bertolak belakang dengan kehidupan Vlad yang sesungguhnya.

Sebagai pribadi, Vlad Dracula Impaler adalah pria yang menawan. Para ksatria lain iri padanya tidak hanya karena pangkat dan keberaniannya, tetapi juga karena penampilan fisiknya, karena mata hijaunya yang menawan, yang diumpamakan oleh penulis sejarah Bonifinius, 'seperti naga'.

Para wanita merasa tertarik kepadanya, sehingga meski dia telah menikah dua kali tetapi dia memiliki lebih banyak wanita simpanan dan juga memiliki beberapa anak haram.

Perlu diketahui bahwa sebelum menjadi penguasa Wallachia pada tahun 1456, Vlad Dracula III adalah gubernur militer Transylvania Selatan selama 5 tahun.

Sebenarnya masih cukup banyak detail penting tentang kehidupan nyata Pangeran Vlad, yang tidak diketahui oleh banyak orang. Hanya saja selama ini dia lebih digambarkan sebagai sosok yang kejam, tanpa ampun, dan citra negatif lainnya.

[br]

Jatuh cinta pada pandangan pertama

Dibalik sisi kelamnya ini, ternyata Vlad juga memiliki sisi romantis dan perasaan cinta layaknya manusia biasa.

Diketahui, Vlad Dracula Impaler menjalani salah satu hubungan cinta terbesarnya dengan seorang gadis Saxon Jerman yang cantik, bernama Katharina Siegel.

Katharina adalah seorang wanita muda cantik yang lahir pada April 1438 dan meninggal pada 1479.

Dia berasal dari Saxon dengan asal-usul keluarga yang sederhana. Katharina adalah putri seorang pengrajin, Thomas Siegel, yang tergabung dalam serikat penenun, dan tinggal bersama keluarganya di kota Brașov.

Awal mula Vlad bertemu Katharina, yakni pada suatu pagi ketika dia tengah bekerja dan barang belanjaannya jatuh dari keretanya. Pangeran Vlad yang kebetulan melihatnya dengan cepat berlari membantunya.

Ketika itu, Katharina berusia 17 tahun dan Vlad berusia 25 tahun. Vlad jatuh cinta padanya pada pandangan pertama, dan dia terobsesi untuk dapat merebut hati gadis muda nan cantik itu.

Saat pertama kali melihat Katharina, Vlad terpesona dengan rambut pirang dan mata birunya, terlebih Katharina belakangan diketahuinya adalah ‘kembang’ yang paling banyak dirayu oleh para pria kaya di Brașov.

[br]

Ancam bakar kota jika ada yang berani mengganggu Katharina

Dikisahkan, pada suatu hari keluarga beberapa pedagang mengganggu Katharina dan memotong kepangnya. Mengetahui hal tersebut, Vlad dengan segera menusuk para pengganggu pujaan hatinya itu.

Vlad mengancam akan membakar seluruh kota jika masih ada orang yang berani menyentuhnya lagi. Dia berhasil mendapatkan kembali kepang Katharina dan menyimpannya di istananya di bawah gembok dan kunci, seolah-olah itu adalah harta karun miliknya yang paling berharga.

Katharina dan Pangeran Vlad lantas menjalani romansa yang hebat selama bertahun-tahun, bahkan saat Vlad menjadi penguasa Walachia pada tahun 1456.

Meskipun mereka tidak menikah karena sang pangeran sudah menikah dengan seorang wanita bangsawan istana, namun Vlad memiliki 5 anak dari Katharina, yakni; Vladislav, Katharina, Christian, Hanna dan Sigismund.

Vlad Dracula III sangat mencintai Katharina, sehingga dia berniat dengan tulus untuk menikahinya setelah dia menjadi duda pada tahun 1462, karena istrinya Jusztina bunuh diri.

Ilustrasi: Lukisan Katharina Siegel dan Pangeran Vlad Dracula III. (Int)

Namun demikian, hubungan ini dianggap sebagai pelanggaran oleh keluarga tinggi Saxon, karena sebagian besar dari mereka menginginkan Katharina untuk menjadi menantu perempuan mereka.

[br]

Ditangkap dan dipenjara hingga tewas di medan perang

Vlad tidak berhasil memenuhi niatnya untuk menikahi Katharina karena pada musim gugur 26 November 1462, dia ditangkap saat melewati tempat sempit di Pegunungan Piatra Craiului, oleh Matei Corvin, Raja Hongaria dan Pangeran Transylvania di dekat Kastil Bran Transylvania yang terkenal.

Diduga bahwa hubungan Vlad dengan Katharina menjadi salah satu alasan intrik pedagang Saxon dengan mengirim sebuah surat palsu kepada Matei Corvin yang menyebabkan Vlad ditangkap.

Matei Corvin menahannya selama 14 tahun, di mana penahanan tersebut menurut Kronik Transylvania untuk meredam pengaruh Vlad. Selain itu, Vlad juga telah menikah untuk kedua kalinya dengan kerabat dekat Matei Corvin.

Di saat kekuasaan Dracula mulai memudar karena Vlad dipenjara, Perang Salib justru sedang berkobar. Sultan Mehmed II sedang gencar memimpin pasukan Turki Utsmaniyah menggempur Eropa Barat.

Dracula kemudian dibebaskan dan dia ditugaskan untuk menyambut pasukan musuh.

Ilustrasi: Pangeran Vlad Dracula III memimpin pasukan kecilnya dengan gagah berani melawan ribuan pasukan Sultan Mehmed II dari Turki pada 1476. (Int/Pinterest)

Dracula meninggalkan Wallachia dengan menitipkan anak dan istrinya di Transilvania. Tetapi kepergiannya kali ini tidak mendapat dukungan dari rakyat yang seolah tak peduli ada peperangan di luar sana.

Dia pun pergi memimpin pasukan yang jumlahnya terhitung kecil ke Danau Snagov, yang akhirnya berhadapan dengan pasukan musuh dengan jumlah berkali-kali lipat daripada jumlah pasukannya.

Pada bulan Desember tahun 1476, akhirnya dia meninggal dunia dalam perang itu.

Pangeran Vlad Dracula III tewas sebagai seorang ksatria di medan laga.

Vlad pergi untuk selama-lamanya meninggalkan Katharina yang cantik, yang akan selalu tetap ada di hatinya sebagai cinta terbesar yang pernah dia miliki. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sedih, Pria Ini Menikahi Kekasihnya yang Telah Meninggal dan Bersumpah Hidup Membujang
komentar
beritaTerbaru