Minggu, 11 Oktober 2026 WIB

5 Mitos Gerhana Bulan yang Masih Sering Dipercaya Hingga Sekarang

- Kamis, 01 Februari 2018 08:19 WIB
846 view
5 Mitos Gerhana Bulan yang Masih Sering Dipercaya Hingga Sekarang

Pesisirnews.com - Fenomena alam gerhana bulan telah berlansung tadi malam, 31 Januari 2018, fenomena yang luar biasa itu hampir bisa disaksikan dari berbagai belahan daerah di Indonesia. Super Blue Moon alias salah satu gerhana bulan total paling memukau telah menjadi tontonan spesial bagi para penghuni bumi.

Fenomena gerhana super blue moon mungkin menarik bagi banyak pihak, tetapi ada juga lho orang-orang yang masih punya kepercayaan terhadap peristiwa ilmiah ini. Seperti 5 mitos gerhana bulan yang masih dipercaya hingga sekarang ini.

1. Ketika gerhana, banyak yang percaya bulan dimakan raksasa atau makhluk magis lainnya

pexels.com

Tak hanya Indonesia, di berbagai negara lain pun banyak kebudayaan yang percaya bahwa bulan sedang dimakan raksasa atau makhluk magis lainnya saat gerhana.

Baca Juga:

Kalau di Indonesia kita percaya ada Batara Kala, raksasa jahat yang kepalanya gentayangan memakan matahari atau bulan sehingga menyebabkan gerhana. Sementara di Tiongkok, naga sakti yang dipercayai bertanggung jawab atas gerhana.

Beberapa kebudayaan lain juga percaya pada makhluk-makhluk magis seperti jaguar atau serigala gaib yang melahap bulan saat gerhana.

Baca Juga:

2. Konon katanya ada racun yang tersebar ketika gerhana bulan

unsplash.com

Kepercayaan ini masih hidup di sejumlah daerah di Asia. Katanya makanan yang dimasak saat gerhana bulan beracun, terutama bagi sejumlah masyarakat di India.

Kalau masyarakat Jepang percaya bahwa saat gerhana bulan ada racun yang mencemari sumber air. Itulah mengapa mereka kerap menutup sumur-sumur mereka saat fenomena alam itu terjadi.

3. Bunga yang ditanam saat gerhana bulan konon bakal tumbuh lebih cantik

unsplash.com

Tak semua mitos tentang gerhana bulan berakhir buruk. Ada juga yang berasal dari Italia dan bernada positif. Konon, tanaman dan bunga yang ditanam saat malam gerhana bulan akan tumbuh lebih sehat, indah, dan subur. Wah, coba buktikan guys.

4. Gerhana dipercaya akibat dari pertikaian antara bulan dan matahari

pexels.com

Kita bisa mencari sisi positif dari kepercayaan ini seperti yang dilakukan masyarakat Benin dan Togo ini deh, guys. Suku Batammaliba percaya gerhana disebabkan pertengkaran antara matahari dan bulan, namun masyarakat akan berusaha melerai dan mendamaikan mereka berdua.

Ada filosofi bahwa kejadian alam ini merupakan momen bagi semua orang untuk bersatu dan menuntaskan pertikaian dan dendam yang pernah ada. Kepercayaan ini masih dipegang sampai sekarang sehingga masyarakat diperkirakan bakal berkumpul untuk merayakan gerhana bulan bareng di sana.

5. Saat gerhana bulan, ibu hamil harus berhati-hati. Bahkan sampai sembunyi di kolong tempat tidur!

unsplash.com

Kepercayaan yang satu ini ternyata tidak hanya terisolasi di Indonesia saja. Banyak juga negara lain yang meyakini bahwa para ibu hamil harus berhati-hati saat gerhana bulan. Anak mereka bisa lahir sakit, cacat dan lain sebagainya jika tidak menjalankan ritual yang diharuskan.

Bahkan sampai sembunyi di bawah kolong tempat tidur segala lho. Hingga masa kini masih ada masyarakat yang percaya dan mempraktikkan berbagai ritual untuk menjaga ibu hamil di kala gerhana, tapi banyak juga yang sudah meninggalkannya.

Itulah tadi 5 mitos gerhana bulan yang masih sering dipercaya hingga sekarang. Kamu masih percaya nomor berapa aja nih? Atau malah punya mitos lain yang gak disebutkan di atas? Bagikan di kolom komentar dong.

Sumber IDN TIMES 

SHARE:
beritaTerkait
Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba
HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi
Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan
Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan
komentar
beritaTerbaru