Minggu, 14 Juni 2026 WIB

Panen Raya Ikan Lele Sistem Bioflok di Kecamatan Rambah

- Senin, 16 Maret 2020 22:01 WIB
851 view
Panen Raya Ikan Lele Sistem Bioflok di Kecamatan Rambah
Rokan Hulu

Pesisirnews.com- Kelompok Budidaya Perikanaan Ikan Lele binaan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melakukan Panen Raya Ikan Lele yang dibudidayakan dengan sistem Bioflok di Pondok Pesantren (Ponpes) Manhajusalikin, Sungai Deras, Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (16/3/2020).


Kegiatan Panen raya tersebut dihadiri Asisten II, Ir HM Ruslan MSi, perwakilan dari Bupati Rokan Hulu H Sukiman, Barikun SP Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Rohul, Camat Rambah, Kades Suka Maju, Suberdi ST dan Kelompok Tani Budidaya Ikan Lele.

Asisten II Ir H.M Ruslan M.Si mengapresiasi pembudidayaan Ikan lele dengan sistem Bioflok, karena sistem ini merupakan inovasi baru pembudidayaan ikan selain keramba dan kolam yang harus dikembangkan.

"Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mengapresiasi pengembangan budi daya ikan lele ini, karena Program pengembangan budi daya perikanan ikan lele ini merupakan program yang harus didukung guna meningkatkan ketahanan pangan, dan pemenuhan konsumsi dan asupan gizi yang berimbang yang bersumber dari ikan," kata Ruslan.

Ruslan juga berharap dengan adanya budidaya ikan lele dengan sistem Bioflok ini dapat meningkatkan produksi perikanan dan menumbuhkan kawasan sentra-sentra budidaya perikanan sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat Rohul.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Rohul ,Barikun SP mengatakan Budidaya ikan dengan sistem bioflok ini untuk mengefisiensikan biaya serta meningkatkan hasil panen ikan.

Barikun SP, menjelaskan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok ini merupakan pengembangan budidaya ikan yang dilakukan dengan memanfaatkan mikroorganisme atau limbah lele itu sendiri. Dalam prosesnya dilakukan dengan cara mengolah limbah hasil budidaya agar menjadi flol-flok atau gumpalan yang kecil sebagai makanan ikan secara alami.

"Budidaya ikan lele dengan sistem Bioflok ini beda dengan budidaya ikan kolam biasa dari terpal dan kolam tanah, kalau Bioflok ini dapat menghemat biaya pakan 70 persen, satu bioflok itu ada 3 ribu ikan dengan jumlah 10 bioflok, jadi panen hari ini sebanyak 3 ton," kata Barikun

Barikun mengharapkan, Kelompok Budidaya ikan lele yang dipusatkan di Ponpes Manhajusalikin ini merupakan kelompok budidaya yang profesional dan terampil dalam membudidaya ikan lele.

"Karena kami sangat selektif sekali dalam memfasilitasi Kelompok Budidaya Ikan Lele, Karena kelompok disini sudah profesional dan terampil, Kalau hanya untuk coba-coba gak usah nanti merugi jadi ini mereka yang terampil," jelas Barikun

Barikun mengatakan, Budidaya ikan Lele dengan Sisten Bioflok ini juga sudah diterapkan didesa-desa lain, seperti Desa Ngaso, Ujung Batu dan Tambusai Utara.

"Seperti di Desa Ngaso, hasil panennya lebih banyak dari ini, panennya seminggu sekali ada sekitar 1 setengah ton, Untuk mendapat bibit kita fasilitasi melalui Dinas DKPP Rohul dengan cara membuat proposal, sudah banyak yang kita realisasikan membudidaya ikan, di Tandun melalui anggaran ADD juga, bisa membuat Bioflok. Di Kecamatan Tambusai Utara Pemudanya juga melaksanakan secara swadaya jn kita hanya membantu bibit dan pendampingan," terang Barikun

Barikun juga memberikan semangat pada kelompok pembudidaya ikan lele ,dengan adanya Panen Raya ikan Lele ini selain meningkatkan perekononian masyarakat, juga ikut mendukung Program Pemerintah dan Bupati Rokan Hulu, H Sukiman untuk memasyarakatkan gemar makan ikan, dengan harapan semakin banyak mengkonsumsi ikan, dapat mencerdaskan generasi bangsa.(adv/Kominfo/ace)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ditreskrimum Polda Riau Nyatakan Laporan terhadap Ketua IWO Riau Bukan Peristiwa Pidana
Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan Korporasi Sawit, Kerugian Ekologis Tembus Rp187 Miliar
Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
Polda Riau Target Bangun 110 Jembatan untuk Masyarakat, 27 Tuntas 100 Persen
Kasus Anak Gajah Mati di TNTN, Ditreskrimsus Polda Riau Tetapkan Pemilik Lahan sebagai Tersangka
Meriahnya Festival 'Perang Air' di Riau: Merawat Tradisi, Jaga Persaudaraan
komentar
beritaTerbaru