Kamis, 23 Juli 2026 WIB
Piala AFF

Ini Kecerdikan Indra Sjafri Saat Timnas U-19 Gebuk Myanmar 2-1

- Selasa, 05 September 2017 21:17 WIB
558 view
Ini Kecerdikan Indra Sjafri Saat Timnas U-19 Gebuk Myanmar 2-1
Kompas.com

Pesisirnews.com - Secara dramatis Timnas Indonesia U-19 sukses mengalahkan tuan rumah Myanmar dengan skor 2-1 dalam laga perdana penyisihan Grup B Piala AFF U-18 2017 di Stadion Thuwunna, Yangon, Selasa (5/9/2017). Tim Merah-Putih sempat tertinggal sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan.

Egy Maulana Putra menjadi pahlawan Tim Garuda Nusantara lewat lesakan dua golnya pada menut 72 dan 90. Sementara itu, gol Myanmar dicetak oleh Myat Kaung Khant pada menit 28.

Timnas Indonesia U-19 menggeber tempo permainan cepat sejak menit awal. Tim asuhan Indra Sjafri banyak menggeber serangan dari sektor sayap. Duo penyerang sayap Egy Maulana dan Saddil Ramdani ditopang duet fullback, Firza Andika dan Rifad Marabessy intens melakukan akselerasi ke area pertahan lawan.

Baca Juga:

Lini pertahanan Myanmar cukup tangguh membendung serangan bertubi-tubi Tim Merah-Putih. Sadar winger Indonesia punya daya ledak tinggi, bek-bek Myanmar tidak memberi ruang bagi mereka untuk masuk area kotak penalti.

Pemain-pemain lini serang Timnas Indonesia hanya bisa melayangkan tembakan jarak jauh karena mereka terbentur tembok tebal pertahanan Myanmar.

Baca Juga:

Striker, Hanis Saghara, minim dapat pasokan bola, karena sayap-sayap Tim Garuda Nusantara pergerakannya sudah dimatikan begitu masuk area 3/4 pertahanan mereka.

Pada babak pertama, tak satupun tembakan Timnas Indonesia U-19 tepat ke arah gawang. Bandingkan dengan Myanmar yang menggeber strategi serangan balik, sukses membahayakan gawang Indonesia sebanyak empat kali dari tujuh percobaan.

Memasuki babak kedua Indra Sjafri melakukan sejumlah perubahan krusial yang membuat permainan Timnas Indonesia U-19lebih agresif dan berujung terjadinya dua gol. Simak detailnya.

Umpan Diagonal

1. Umpan Diagonal

Sadar Myanmar memeragakan pertahanan berlapis, Indra Sjafri strategi menyerang. Timnas Indonesia U-19 bermain lebih efektif dengan banyak melayangkan umpan-umpan diagonal jarak jauh ke area tengah pertahanan Myanmar.

Para gelandang tidak lagi lama mendelay bola, mereka langsung memasok umpan ke depan saat melihat pertahanan Myanmar merenggang.

Bek-bek Myanmar berulangkali dibuat kerepotan menghadapi kecepatan duo winger, Egy Maulana dan Saddil Ramdani yang bermain sedikit ke tengah, untuk kemudian membiarkan dua fullbackmenguasai daerah sayap.

Tercatat sekurangnya Egy melakukan empat kali solo run yang menciptakan kepanikan di sektor pertahanan tuan rumah.

Merubah Peran Egy

2. Merubah Peran Egy

Jika pada babak pertama Egy Maulana bermain di posisi penyerang sayap kiri, pada babak kedua sang pemain posisinya sedikit bergeser lebih ke tengah. Ia seringkali jadi second striker mendampingi Hanis Saghara.

Egy sering menjalankan peran ini di sejumlah laga uji coba jelang Piala AFF U-18. Ia kerap menciptakan gol kejutan lewat pergerakan coming from behind.

Pemain satu ini punya kelebihan dari sisi kecepatan serta dribel yang oke. Saat Timnas Indonesia U-19 beruji coba melawan Espanyol B, pelatih kubu lawan, David Gallego Rodriguez, sempat menyebut permainan Egy seperti Lionel Messi. Ia penyerang liar yang bisa bermain di tiga posisi lini ofensif.

Dua gol yang dicetak pemain binaan Diklat Ragunan tersebut menegaskan berjalannya strategi Indra Sjafri, menembus tembok tebal pertahanan Myanmar.

Antisipasi Counter Attack

3. Antisipasi Counter Attack

Pada babak pertama pertahanan Timnas Indonesia U-19 kerap dibuat kerepotan menghadapi skema serangan balik cepat Myanmar.

Duet fullback Rifad Marasabessy dan Firza Andika yang aktif membantu serangan seringkali terlambat turun ke belakang.

Melihat seringnya lini pertahanan Tim Merah-Putih kedodoran Indra kemudian menarik Firza untuk digantikan dengan Samuel Simanjuntak. Perubahan ini membuat pertahanan lebih rapat.

Di sisi lain pelatih asal Ranah Minang itu juga memperbaiki komposisi pemain di lini kedua. Ia memasukkan Syahrian Abimayu serta Feby Eka Putra dengan Asnawi Mangkualam.

Peran Asnawi, yang baru saja membela Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017 menjadi amat krusial. Ia jadi pemain pemotong bola.

Trio gelandang Tim Garuda Muda secara spartan melakukan pressing yang membuat gelandang-gelandang Myanmar kesulitan memasok bola ke sektor tenhah

Komposisi Pemain

Susunan Pemain

Indonesia U-19 (4-3-3):1-Muhammad Riyandi; 12-Rifad Marasabessy, 13-Rachmat Irianto, 5-Nurhidayat Haris, 29-Firza Andika/4-Samuel Simanjuntak (64'); 6-Muhammad Iqbal/17-Syahrian Abimanyu (41'), 7-Lutfi Baharsyah, 14-Feby Eka Putra/20-Asnawi Mangkualam (89'); 10-Egy Maulana Vikri, 19-Hanis  Saghara, 15-Saddil Ramdani

Pelatih: Indra Sjafri

Myanmar U-19 (4-3-3): 18-Htet Wai Yan Soe; 2-Thet Paing Htwe, 3-Si Thu Moe, 4-Soe Moe Kyaw; 8-Myat Kaung Khant, 7-Lwin Moe Aung/15-Aung Wunna Soe (65'), 23-Eant Maw Oo; 17-Hein Htet Aung, 10-Win Naing Tun, 9-Pyae Sone Naing

Pelatih: Rabah Benlarbi

Wasit: Mohammad Zamzaidi Kaitimin (Malaysia).

Sumber Bola.com 

SHARE:
beritaTerkait
Polres Indragiri Hilir Pererat Sinergitas dengan Kejaksaan Negeri Inhil pada Hari Bakti Adhyaksa ke-66
Bupati Inhil Perkuat Sinergi Penyusunan Prioritas Pendanaan KB DBH Tahun 2027
Bupati inhil dan Wali Kota Pekan Baru Nota Kesepahaman Tentang Pembangunan dan Potensi Daerah
Tingkatkan Kapasitas Kader, Ketua TP PKK Inhil Dorong Penguatan Kelembagaan dan Public Speaking
Kapolsek Tembilahan Hulu Hadiri Sosialisasi Pengolahan Limbah dan Budidaya Azolla Bersama Mahasiswa KKN UNRI
Bupati Herman Minta Camat dan Kepala Desa Perkuat Sinergi, Percepat Koperasi Merah Putih hingga Desa Peduli TBC
komentar
beritaTerbaru