Jumat, 24 Juli 2026 WIB
Asian Games 2018

Minta Maaf, 4 Pemain Basket Jepang Yang Sewa PSK Di Blok M Jakarta Tak Boleh Ikut Olimpiade

- Selasa, 21 Agustus 2018 13:05 WIB
1.099 view
Minta Maaf, 4 Pemain Basket Jepang Yang Sewa PSK Di Blok M Jakarta Tak Boleh Ikut Olimpiade
Tribunnews.com
Asosiasi Basket Jepang minta maaf atas peristiwa memalukan di Asia Games. 4 pemain basket Nasional Jepang yang diketahi menyewa Pekerja Sekes Komersial (PSK) di Blok M Jakarta, dipulangkan dari Indonesia. Seni (20/2018) malam asosiasi ini menggelar jumpa

Pesisirnews.com - Empat pemain basket nasional Jepang Keita Imamura (22), Takuma Sato (23), Takuya Hashimoto (23) dan Yuya Nagayoshi (27) melanggar aturan Komisi Olimpiade Jepang. Keempatnya dikeluarkan tak boleh ikut Olimpiade 2020 mendatang.

"Kami minta maaf sedalamnya atas kejadian ini. Tak disangka kita yang membawa bendera Jepang di acara Asian Games jadi tercoreng gara-gara kasus ini, oleh karena itu maaf sedalamnya atas kejadian ini kepada seluruh masyarakat Jepang," papar Yoko Mitsuya Ketua Asosiasi Basket Jepang kemarin malam dalam jumpa pers bersama empat pemain tersebut.

Akibat pelanggaran peraturan Komisi Olimpiade Jepang tersebut, tambahnya, keempat pemain basket Jepang harus dihapus dari daftar pemain basket nasional Jepang.

Baca Juga:

"Mohon maaf kita memang tampaknya masih terlalu manis pikirannya sehingga terjadi hal tersebut," ungkap Nagayoshi, salah satu pebasket yang dipulangkan.

Menurutnya, setelah makan malam di Blok M Jakarta, tidak ada maksud untuk bermain dengan para PSK ini. 

Baca Juga:

"Setelah kita ke luar restoran Jepang di sana, seorang wanita menegur menawarkan diri. Lalu datang pula seorang Jepang yang membantu melakukan negosiasi harga dan akhirnya kita bawa ke hotel wanita tersebut," ungkapnya lagi.

Sementara itu pemain lain Hashimoto mengakui sudah punya perasaan tak enak.

"Saya punya perasaan tidak enak sebenarnya tak boleh dilakukan apalagi pakai seragam tim Jepang. Jadi kita minta maaf sedalamnya akan kejadian ini," ungkapnya.

Dengan dipulangkannya 4 pemain basket Jepang kini tinggal 8 pemain basket Jepang yang masih ada di Indonesia untuk mengikuti Asian Games.

Kejadiannya tanggal 16 Agustus malam menurut mereka. Tidak jauh dari hotelnya mereka mampir ke Blok M makan di restoran Jepang dengan masih menggunakan seragam tim Jepang ke sana.

Rupanya seorang wartawan Jepang melihat menyaksikan kejadian mereka menawar wanita panggilan (PSK) di Blok M dan terjadilah transaksi lalu masuk ke hotel mereka. Djadikanlah berita dan dilaporkan ke ketua tim delegasi nasional Jepang Yasuhiro Yamashita.

Kejadian ini mendapat tanggapan langsung Ketua Tim Kontingen Jepang dan Ketua Asosiasi Basket Jepang sehingga segera mereka dipulangkan 19 Agustus malam dan tiba di bandara Narita 20 Agustus.

Di bandara Narita di hadapan pers pun mereka berjejer menundukkan kepala meminta maaf atas kejadian tersebut kemarin. Malam hari selewat jam 20:00 waktu Jepang kemarin (20/8/2018) jumpa pers digelar untuk wartawan.

Beberapa warga Jepang menyayangkan kejadian tersebut tetapi menganggap itu gara-gara ulah wartawan Jepang melaporkan hal tersebut.

"Semua juga main cewek pasti lah, lalu ngapain wartawan itu menuliskan berita kan berarti dia juga ada di sana main cewek pula mungkin. Ngapain sih lapor-lapor begituan, kan jadi buat malu sendiri bagi orang Jepang," ungkap Tanaka seorang warga Jepang kepada Tribunnews.com Selasa ini (21/8/2018). 


Sumber Tribunnews.com 

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Herman Tinjau Revitalisasi SDN 005 Pulau Burung, Pastikan Pembangunan Pendidikan Tepat Waktu dan Berkualitas
Bupati Herman Tutup MTQ Ke-16 Pulau Burung, Ajak Masyarakat Membumikan Al-Qur’an dan Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Polres Indragiri Hilir Pererat Sinergitas dengan Kejaksaan Negeri Inhil pada Hari Bakti Adhyaksa ke-66
Bupati Inhil Perkuat Sinergi Penyusunan Prioritas Pendanaan KB DBH Tahun 2027
Bupati inhil dan Wali Kota Pekan Baru Nota Kesepahaman Tentang Pembangunan dan Potensi Daerah
Tingkatkan Kapasitas Kader, Ketua TP PKK Inhil Dorong Penguatan Kelembagaan dan Public Speaking
komentar
beritaTerbaru