Sabtu, 25 Juli 2026 WIB

Hurairah Juara Dunia, Sempat Sedih Berfoto Tanpa Merah Putih

- Kamis, 02 Agustus 2018 11:47 WIB
535 view
Hurairah Juara Dunia, Sempat Sedih Berfoto Tanpa Merah Putih

Pesisirnews.com - Hurairah, 21, pemuda Indonesia asal Aceh, meraih gelar juara dunia Hapkido yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan pada 28-29 Juli 2018 lalu.

Dia berhasil mendapatkan dua medali emas dari dua kategori yang diikuti Hurairah yakni, Nakbop High Jump (teknik lompat tinggi) dan Nakbop Long Jump (teknik lompat jauh).

"Saya sangat bangga mewakili dan mengharumkan Indonesia dalam bela diri ini," kata Hurairah kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (1/8).

Baca Juga:

Kejuaraan dunia Hapkido yang dihelat di Korsel ini, dikuti sedikitnya 20 negara. Hurairah harus bersaing dan unjuk kemampuan bersama 300 lebih atlet yang mengikuti even ini.

Di partai final, pemuda asal Lamtanjong, Sibreh, Kabupateh Aceh Besar ini, berhasil menumbangkan atlet tuan rumah dan sekaligus tempat lahirnya bela diri Hapkido.

Baca Juga:

Meski telah memberikan yang terbaik kepada Indonesia, atlet kelahiran Aceh ini belum mengetahui apakah keberhasilannya diapresiasi atau ia diberikan bonus. "Belum tahu dapat bonus atau tidak," ujar Hurairah.

Sebelum meraih hasil terbaik di kejuaraan dunia Hapkido di Korsel, Hurairah telah menorehkan hasil positif dan mendapat medali emas di kejuaraan serupa tingkat Asia. Tepatnya saat ia mengkuti kompetisi di Singapura pada Maret 2018 lalu. Ia bahkan jadi atlet terbaik pada kejuaraan ini.

Meskipun jadi juara dunia dan berprestasi, Hurairah tak seberuntung Lalu Muhamad Zohri. Sprinter Indonesia yang meraih medali emas dan menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018 yang berlangsung di Tampere, Finlandia yang dibanjiri hadiah dan bonus dari pemerintah.

Hurairah, karena keterbatasan ekonomi keluarga, tak mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Orang tuanya, Harun dan Nurhayati hanya pedang gorengan di Taman Rusa, sebuah objek wisata di Aceh Besar.

"Saya sangat ingin melanjutkan kuliah. Karena setelah tamat SMA, saya tidak kuliah karena keterbatasan biaya. Orang tua saya petani dan ibu saya hanya seorang tukang jual gorengan," ungkapnya.

Seperti diketahui, cabang olahraga Hapkido hingga kini belum masuk dan terdaftar di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Kendati demikian atlet Hapkido kelas dunia terus lahir dan mengukir prestasi.

Selama ini Hurairah bersama rekan-rekannya berlatih di Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Ia berharap, mendapat perhatian oleh intansi terkait dan pemerintah. Diproyeksikan Hurairah bakan mengikuti kejuaraan dunia Hapkido di Italia pada 2020 mendatang.

Di sisi lain, kejadian yang dialami Zohri di Finlandia juga dirasakan oleh Hurairah. Ia tidak mendapatkan bendera Indonesia usai laga dan menjadi juara. Insiden ini terjadi di kejuaran Hapkido tingkat Asia Tenggara di Singapura, Maret 2018 lalu.

"Saat pengalungan medali sibuk cari bendera. Tim official juga sibuk, mereka bawa bendera tapi hilang. Ketika itu Singapuran juara dua, Brunei Darussalam juara tiga dan saya juara satu," kenangnya.

"Sedih sekali foto tanpa bendera, karena orang lain ada," tambahnya. 


Sumber jpnn.com 

SHARE:
beritaTerkait
Gagal Lolos X-Ray! Kurir Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Telusuri Asal Barang
Dekranasda Inhil Luncurkan Baju Pengantin Sri Gemilang, Angkat Keindahan Budaya Melayu
Kapolres Indragiri Hilir Beri Kejutan Ulang Tahun ke-42 untuk Dandim 0314/Inhil, Perkuat Sinergitas TNI–Polri
Gudang Narkoba Dibongkar, Polisi Buru Otak Jaringan dan Kejar Aset Lewat TPPU
Polda Riau Siapkan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan, Perkuat Green Policing Berbasis Riset
Bupati Herman Lepas 131 Jamaah Umrah PT Bimalyndo Hajar Aswad, Pesankan Jaga Kesehatan dan Doakan Daerah
komentar
beritaTerbaru