Selasa, 08 September 2026 WIB

Proyek Semenisasi Jalan Utama Lenggadai Hilir Tak Sesuai Bestek

- Kamis, 22 Oktober 2015 13:30 WIB
2.247 view
Proyek Semenisasi Jalan Utama Lenggadai Hilir Tak Sesuai Bestek
Jalan lenggadai hilir

RIMBAMELINTANG, PESISIRNEWS.COM - Warga masyarakat Lenggadai Hilir, Kecamatan Rimba Melintang mengaku kecewa atas pengerjaan proyek semenisasi Jalan Utama Lenggadai Hilir yang diduga tidak sesuai bestek.

Warga meminta kepada pemerintah Kabupaten Rohil melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan untuk mengevaluasi kinerja rekanan kontraktor yang melaksanakan pembangunan tersebut.

Aripin (38) warga Lenggadai Hilir, kepada wartawan Selasa (20/10) kemarin mengatakan, dirinya juga ikut sebagai pekerja semenisasi jalan tersebut  mengaku bahwa tebal jalan cuma yang seharusnya 15 centimeter hanya dikerjakan 6-7 centimeter. Dengan modus menenggelamkan mal.

Baca Juga:

Aripin mengutarakan, ketika ia bertanya kepada kepala tukang kenapa tipis sekali, ia juga mengaku bahwa ia (kepala tukang) dipaksakan oleh pemilik CV atau rekanan kontraktor.

Selain itu, ketidakwajaran pengerjaan jalan tersebut sangat tidak bisa diterima oleh akal sehat, untuk ukuran campuran adukan coran, pekerja yang sebagian dibawa kontraktor dari daerah Duri itu mengaduk setengah sak semen 50 kilogram untuk satu takaran mesin pengaduk (molen,red).

Baca Juga:

Warga lainnya, Kliwon (58) mengatakan, kecurangan pengerjaan Jalan Utama itu tak hanya di campuran semen, melainkan tanah dipinggir jalan digali dan ditimbun diatas jalan semenisasi lama dan di lobang galian itu pula mal atau papan dipasang.

"Sisi pinggir digali agar dalam dan tebal di tengah sekitar 6 centi saja. Pengecoran dimulai dengan adonan setengah sak semen," katanya saat dijumpai di lokasi pengerjaan.

Kliwon melanjutkan, selaku warga tempatan yang ikut bekerja mengaku heran dan tak ingin pembangunan di daerahnya dibuat sesuka hati atau bahkan asal jadi. Lantas ia bertanya kepada rekanan kontraktor yang biasa di sapa Eno.

"Saya tanya sama kontraktornya, kenapa pinggiran jalan untuk mal digali. Mereka tidak menjawab, malah terus melanjutkan," ucapnya kesal.

Proyek semenisasi yang dimenangkan oleh CV Devario Capital, dengan besar anggaran Rp 666.666.000 juta sebagaimana ditulis dipapan plang proyek itu, sangat tak elok. Dari berbagai sisi rekanan kontraktor berusaha mencuri ukuran, agar mendapat keuntungan yang besar, sehingga proyek terkesan asal-asalan.

Sementara itu, Manulang, salah satu pekerja yang dibawa oleh kontraktor dari Duri mengaku, ia cuma disuruh kerja. Kalaupun pinggiran jalan digali itu semua atas arahan dari pemborong pihaknya cuma bekerja. "Kami tidak diberikan bestik untuk panduan pelaksanan pekerjaan jalan tersebut, kami hanya disuruh buat begini. Apalah, kami hanya orang makan gaji," terangnya.

Ketidak beresan pelaksanaan kerja semenisasi itu, tak hanya sampai disitu, bahkan besi warmes yang panjangnya 540 centi meter itu, dipasang tidak berpapasan dengan sambungan besi lainnya. Pekerja suruhan kontraktor, menarik lebih 40 centimeter besi dari sambungan.

PPTK proyek semenisasi jalan Utama Lenggadai Hilir itu, Suhardiman ketika dikonfirmasi saat meninjau pelaksanaan proyek tersebut membenarkan, bahwa pengerjaan Jalan Utama itu memang tidak sesuai bestek, dan pihaknya juga ingin meluruskan supaya kontraktor pelaksana kembali memperbaiki ketidakwajaran pengerjaan jalan tersebut.

"Kita sampaikan ke kontraktor supaya memperbaikinya. Itu memang sangat tidak wajar, banyak sekali kejanggalannya," katanya.

Sementara itu, Datuk Penghulu Lenggadai Hilir Syofyanto, ketika dikonfirmasi wartawan mengaku berniat untuk menyetop pekerjaan jalan tersebut, kalau pekerjaan tetap dilanjutkan seperti itu jelasnya ketebalan jalan itu kurang dan di dalam bestek setebal 15 cm dan realisasi dilapangan cuma 6 sampai 7 Cm dan panjang 651 meter.

"Kalau tak beres begitu stop saja kerjanya, jangan diteruskan. Kita tak terima kampung kami dikerjakan hancur begitu," ujar Syofyanto.

Bahkan, Syofyanto sendiri sudah berusaha menegur kontraktor pelaksana, namun tidak diindahkan oleh rekanan kontraktor. Padahal, sebelumnya sempat membuat kesepakatan antara rekanan kontraktor dan penghulu dan disaksikan oleh PPTK (Suhardiman), tentang pelaksanan jalan tersebut.

Dengan kesepakatan pihak rekanan kontrakor, kata Sofyanto, kontraktor akan memperbaiki jalan yang telanjur parah dikerjakan dengan cara dibongkar kembali karena tidak sesuai dengan spek kerja.

Belum lagi diperbaiki, pekerjaan terus saja dilanjutkan. Dan pihak rekanan tidak mengindahkan kesepakan tersebut malahan melanjutkan pekerjaannya dan tidak mengikuti hasil kesepakatan.

Sofyanto menambahkan, ia merasa kesal dengan kejadian ini karena merasa direndahkan oleh pihak rekanan. Sebab kesepakan sebelumnya tentang pelaksanaan semenisasi jalan utama tersebut yang dikerjakan dinilai asal jadi. "Kita menahan kerja kemaren karena kerja mereka tidak beres atau spek kerja," ucapnya.

"Yang jelas sangat tidak bisa diterima. Kerja asal jadi macam itu bisa merugikan masyarakat, karena yang menikmatinya masyarakat. Pokoknya pengerjaan jalan kami stop," pungkasnya.(sam).

Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan KLIK DISINI

SHARE:
beritaTerkait
Plh Bupati Inhil Terima Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Barat
Polda Riau Kerahkan Drone Pemadam Api Tangani Karhutla di Siak
Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung
Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter, Perkuat Sumber Air untuk Penanganan Karhutla
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
komentar
beritaTerbaru