Senin, 07 September 2026 WIB

2017 Inhil Bebas Dari Pemasungan Anak

- Selasa, 21 April 2015 08:49 WIB
977 view
2017 Inhil Bebas Dari Pemasungan Anak
TEMBILAHAN, PESISIRNEWS.COM - Kepala Tenaga Kerja Sosial Anak (TKSA) Kementrian Sosial Republik Indonesia, Provinsi Riau, Sri Wahyuni SST. MSi mendukung penuh program Bupati Inhil, Drs HM Wardan MP yang menargetkan Tahun 2017 Inhil bebas dari pemasungan.

Menurut Kepala TKSA Kementrian Sosial, tindakan pemasungan terhadap pasien gangguan kejiwaan bukan merupakan solusi bagi penyembuhan pasien tersebut, namun harus dilakukan melalui tindakan pengobatan secara komprehensi dan berkesinambungan.

"Apa yang dicanangkan bupati sangat tepat. Tidak saatnya lagi ada tindakan pemasungan bagi mereka yang mengalami gangguan jika. Hal itu bukan membantu upaya penyembuhan, melainkan justru semakin memperparah kondisi mereka yang mengalami gangguan jiwa,' ujar Sri kepada wartawan, Senin (20/4/2015).

Disebutkannya, bagi masyarakat hendaknya tidak perlu malu jika ada di antara keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. Jika itu terjadi hendaknya dilaporkan kepada pihak terkait, atau kepada TKSA, terutama mereka yang masuk dalam kategori anak di bawah umur.

Masih kata Sri, jika program yang dirancang itu berjalan maksimal, tentu target Inhil 2017 bebas dari aksi pemasungan benar-benar terwujud.

"Kita sebagai TKSA, khususnya bagian Satuan Bakti Pekerja Sosial (Bakti Peksos), siap mendukung dan melakukan pembinaan, sebab gangguan kejiwaan tidak semata disebabkan oleh faktor keturunan (genetik), namun juga ada dipicu oleh faktor traumatik atau psikologis. Jika itu terjadi, tentu sangat kita sayangkan,' ucap dosen Ilmu Komunikasi ini.

Lebih jauh disebutkannya, permasalahan pemasungan tidak hanya terjadi di Inhil, namunĀ  di beberapa daerah kabupaten dan kota yang ada di Riau juga terjadi. Hanya saja pihak keluarga merasa malu, dan justru memilih untuk memasungkan anggota keluarganya jika mengalami gangguan kejiwaan.

Khusus untuk anak di bawah umur, pihaknya siap mendamping dan sejauh ini, katanya. Sudah ada beberapa anak yang berhasil ditangani terkait permasalahan gannguan jiwa yang disebabkan oleh psikologis dan traumatik.
"Hasilnya, tanpa dipasung mereka bisa sembuh dan kembali hidup normal," Ucap Sri.

Sebelumnya, dalam program yang disampaikan Bupati Inhil, daerah yang dipimpinnya harus bebas pasung pada tahun 2017 mendatang.
Salah satu penyebab terjadinya pasung, kata bupati diakibatkan oleh penyakit gangguan mental atau kejiwaan. Takut terjadi hal buruk terhadap orang lain maupun sipenderita, pihak keluarga cendrung melakukan pemasungan.

Sebagai komitmen memerangi penyakit tersebut, pemerintah kabupaten mencanangkan agar Kabupaten Inhil bebas pasung pada tahun 2017 mendatang dan apa yang dilakukan akan sangat bermanfaat terhadap dampak kesehatan dan suasana di tengah lingkungan di masyarakat. ***

SHARE:
beritaTerkait
Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung
Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter, Perkuat Sumber Air untuk Penanganan Karhutla
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan
Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi
Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan
komentar
beritaTerbaru