Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Akibat Karhutla, Kualitas Udara di Dumai Mengkhawatirkan

- Rabu, 18 Maret 2015 17:10 WIB
1.113 view
Akibat Karhutla, Kualitas Udara di Dumai Mengkhawatirkan
illustrasi
DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Akibat semakin maraknya kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kualitas udara Kota Dumai semakin hari semakin memasuki taraf udara yang tidak sehat. Berdasarkan papan Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik PT. Chevron Pacific Indonesia (PT. CPI) Kota Dumai, ISPU Kota Dumai terparah terjadi pada Selasa (17/3) kemarin yakni berada diangka 500 PSI (Polutan Standar Indeks).

Dikatakan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai Bambang Suriyanto, bahwa Selasa (17/3) kemarin merupakan ISPU terparah Kota Dumai sejak beberapa waktu terakhir. "Sebab kualitas udara baru dapat dikatakan bagus ataupun baik bila berada pada angka 0 hingga 50 PSI. Sementara bila sudah memasuki angka 300 hingga 500 PSI, udara yang kita hirup tersebut sudah memasuki kategori sangat berbahaya," katanya Rabu, (18/3).

Dikatakannya, ISPU Kota Dumai yang berada diangka 500 PSI tersebut terjadi pada Selasa (17/3) kemarin dengan waktu pengukuran pada pukul 06:49 WIB, "Namun untuk data hari ini, PT. CPI belum mengirimkan data yang biasanya KLH terima melalui E-Mail. Jadi untuk sementara ini, kita belum dapat mengetahui pasti bagaimana kondisi udara Kota Dumai saat ini apakah sangat berbahaya dan tidak sehat ataukah sudah mulai membaik," paparnya.

Dijelaskan Bambang, bahwa asap yang menyelimuti Kota Dumai terbagi atas beberapa partikel yang berukuran 10 dan 2,5 mikron yang berasal dari sisa-sisa pembakaran yang tak sempurna, dan partikel itu sangat berbahaya bagi kesehatan khususnya Balita jika terhitup.

"Kondisi ini bisa menyebabkan penyakit ISPA, dan gangguan detak jantung dan tentunya akan sangat berbahaya bagi penderita asma dan gangguan pernapasan lainnya. Oleh karena itu kami menyarankan agar masyarakat dapat mengenakan masker saat keluar rumah, dan jangan berkegiatan diluar rumah bila tidak terlalu penting," himbaunya.

Selain menghimbau agar masyarakat dapat mengenakan masker saat sedang berkegiatan ataupun beraktivitas diluar ruangan, Bambang juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Dumai untuk dapat tidak membuka lahan dengan cara membakarnya, tidak membakar sampah, dan tidak merokok bagi yang merokok. "Hal ini sangat penting untuk kita jaga bersama, sebab dengan adanya antisipasi dan pencegahan-pencegahan dini tentunya kita dapat turut berpartisipasi dalam memperbaiki status ataupun kindisi udara Kota Dumai," tutupnya.

Kendati kondisi udara sudah berada diangka 500 PSI, namun Polisi Kehutanan belum ada mendapatkan laporam atas adanya kejadian Karhutla di Kota Dumai. "Berdasarkan pantauan dilapangan, kami tidak menemukan titik api. Jadi untuk sementara kami menduga bahwa asap yang menyelimuti  Kota Dumai diduga merupakan kiriman dari daerah tetangga." kata Kepala Polisi Kehutanan Kota Dumai, Joko Prabowo.

Pantauan Pesisirnews.com, sebelumnya Kota Dumai juga sempat beberapa kali berada pada titik ISPU terparah yakni diantaranya adalah pada Kamis (5/3) lalu yakni mencapai angka 356 PSI, kemudian pada Rabu (25/2) lalu yakni mencapai angka 325 PSI. Dari keseluruhan total angka ISPU tersebut, pengukurannya selalu dilakukan pada pagi hari, sebab bila sudah memasuki siang hari kondisi udara kerap lebih membaik.(Vi)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Apel Siaga Karhutla di Tempuling, Stake Holder dan MPA Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau
Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan Korporasi Sawit, Kerugian Ekologis Tembus Rp187 Miliar
Bupati Inhil Herman Tekankan Kesiapsiagaan Karhutla Hadapi Musim Kemarau 2026 di Inhil
Guna Memastikan Keamanan dan Kenyamaan Jemaah Haji,Bupati  Inhil Herman Mengecek Armada Fery
Polsek Tempuling Bersama Tim Gabungan Lakukan Pendinginan Hotspot di Tanjung Pidada
Polres Inhil Ungkap Kasus Tindak Pidana Karhutla di Tembilahan Hulu, 0,5 Hektare Lahan Gambut Terbakar
komentar
beritaTerbaru