Akibat Karhutla, Kualitas Udara di Dumai Mengkhawatirkan
- Rabu, 18 Maret 2015 17:10 WIB
1.114 view
illustrasi
DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Akibat semakin
maraknya kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kualitas udara Kota
Dumai semakin hari semakin memasuki taraf udara yang tidak sehat.
Berdasarkan papan Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik PT.
Chevron Pacific Indonesia (PT. CPI) Kota Dumai, ISPU Kota Dumai terparah
terjadi pada Selasa (17/3) kemarin yakni berada diangka 500 PSI
(Polutan Standar Indeks).
Dikatakan Kepala Kantor Lingkungan
Hidup Kota Dumai Bambang Suriyanto, bahwa Selasa (17/3) kemarin
merupakan ISPU terparah Kota Dumai sejak beberapa waktu terakhir. "Sebab
kualitas udara baru dapat dikatakan bagus ataupun baik bila berada pada
angka 0 hingga 50 PSI. Sementara bila sudah memasuki angka 300 hingga
500 PSI, udara yang kita hirup tersebut sudah memasuki kategori sangat
berbahaya," katanya Rabu, (18/3).
Dikatakannya, ISPU Kota Dumai
yang berada diangka 500 PSI tersebut terjadi pada Selasa (17/3) kemarin
dengan waktu pengukuran pada pukul 06:49 WIB, "Namun untuk data hari
ini, PT. CPI belum mengirimkan data yang biasanya KLH terima melalui
E-Mail. Jadi untuk sementara ini, kita belum dapat mengetahui pasti
bagaimana kondisi udara Kota Dumai saat ini apakah sangat berbahaya dan
tidak sehat ataukah sudah mulai membaik," paparnya.
Dijelaskan
Bambang, bahwa asap yang menyelimuti Kota Dumai terbagi atas beberapa
partikel yang berukuran 10 dan 2,5 mikron yang berasal dari sisa-sisa
pembakaran yang tak sempurna, dan partikel itu sangat berbahaya bagi
kesehatan khususnya Balita jika terhitup.
"Kondisi ini bisa
menyebabkan penyakit ISPA, dan gangguan detak jantung dan tentunya akan
sangat berbahaya bagi penderita asma dan gangguan pernapasan lainnya.
Oleh karena itu kami menyarankan agar masyarakat dapat mengenakan masker
saat keluar rumah, dan jangan berkegiatan diluar rumah bila tidak
terlalu penting," himbaunya.
Selain menghimbau agar masyarakat
dapat mengenakan masker saat sedang berkegiatan ataupun beraktivitas
diluar ruangan, Bambang juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota
Dumai untuk dapat tidak membuka lahan dengan cara membakarnya, tidak
membakar sampah, dan tidak merokok bagi yang merokok. "Hal ini sangat
penting untuk kita jaga bersama, sebab dengan adanya antisipasi dan
pencegahan-pencegahan dini tentunya kita dapat turut berpartisipasi
dalam memperbaiki status ataupun kindisi udara Kota Dumai," tutupnya.
Kendati
kondisi udara sudah berada diangka 500 PSI, namun Polisi Kehutanan
belum ada mendapatkan laporam atas adanya kejadian Karhutla di Kota
Dumai. "Berdasarkan pantauan dilapangan, kami tidak menemukan titik api.
Jadi untuk sementara kami menduga bahwa asap yang menyelimuti Kota
Dumai diduga merupakan kiriman dari daerah tetangga." kata Kepala Polisi
Kehutanan Kota Dumai, Joko Prabowo.
Pantauan Pesisirnews.com,
sebelumnya Kota Dumai juga sempat beberapa kali berada pada titik ISPU
terparah yakni diantaranya adalah pada Kamis (5/3) lalu yakni mencapai
angka 356 PSI, kemudian pada Rabu (25/2) lalu yakni mencapai angka 325
PSI. Dari keseluruhan total angka ISPU tersebut, pengukurannya selalu
dilakukan pada pagi hari, sebab bila sudah memasuki siang hari kondisi
udara kerap lebih membaik.(Vi)