Senin, 07 September 2026 WIB
Advetorial

Bantuan 48 Ekor Sapi Dari Pemprov Riau, Rohil Komitmen Jadi Daerah Sentra Daging Sapi

- Senin, 09 Oktober 2017 19:49 WIB
527 view
Bantuan 48 Ekor Sapi Dari Pemprov Riau, Rohil Komitmen Jadi Daerah Sentra Daging Sapi

Rohil, Pesisirnews.com - Bantuan tiga ekor sapi penjantan, 45 ekor sapi betina dibagikan ketiga kelompok penerima kelompok petani yakni, Kelompok Maju Bersama Tanjung medan, Kelompok Bersama Tani Anugrah Bagan Sinembah, dan Kelompok Tani Damar Simpang Kanan.

Hal itu diungkapkan Kadis Ketahanan Pangan Dan Pertanian Rokan Hilir (Rohil), Drh Isa Alhmadi, Rabu  23/8/2017 Kemaren. 

Dijelaskannya, ini merupakan upaya  memenuhi kebutuhan pangan daging sapi Rokan Hilir. Dalam wujudkan ketahanan pangan perlu ditingkatkan penyediaan daging sapi untuk mengimbangi trend peningkatan kebutuhan protein pada konsumen.

Baca Juga:

Dikatakannya, saat ini Pemkab Rohil terus berupaya agar Rohil sebagai sentra penyediaan daging sapi. Program bantuan digulir kekelompok guna kebutuhan pangan agar bisa mencukupi dipasarkan, karena daging sapi memiliki sumber protein maka sangat diperlukan peningkatan dan kemampuan penyediaan daging sapi diwilayah Rokan Hilir.

Dikatakan Isa Alhmadi, ketersediaan daging sapi sangat dibutuhkan, optimalisasi pemanfaatan sumber daya manusia (SDM ) terkendali guna mendorong pengembangan dan pertumbuhan ekonomi didaerah Rohil, karena itu diperlukan usaha peternakan untuk peningkatan populasi dan produktivitas.

Baca Juga:

Diakuinya, saat ini kondisi peternak  belum memadai, terkendala rendahnya tingkat kelahiran dan produktivitas ternak sapi selama ini lantaran kurangnya SDM petani. Peningkatan terjadi terlambat baik itu pola pembiakan maupun pola peningkatan dan pengembangnya sangat dibutuhan lokasi kultur strategis dihamparan dataran yang tinggi, karena dataran rendah kendala pembiakan.


Prospek lokasi strategis dataran dan hamparan tinggi Dataran hamparan tinggi sangat prospek pengembangan pembiakan seperti wilayah kecamatan Bagan Sinembah, Simpang Kanan, Rimba melintang, Tanjung Medan, Pujud, Tanah Putih, serta daerah-daerah memiliki potensi yang bagus dalam meningkatkan populasi ternak belum optimal, karena sebagian kecamatan masih terdapat dataran rendah, sehingga petani kesulitan pemeliharaan sistem gembala, akibat kemampuan masih berkurang, maka daerah dataran rendah masih jauh ketinggalan program pengembangan hewan sapi potong. Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Drh Isa Alhmadi melalui Kabid Pemelihara Hewan dan Kesehatan Hewan (Keswan ) Kasbu ,Sp, juga memaparkan untuk percepatan peningkatan populasi sapi potong dimulai 2016 lalu. Direktorat Jendaral perternakan dan kesehatan hewan RI telah mengalokasi kegiatan penambahan indukan sapi potong Impor 50.000 ekor .Pelaksanaan kegiatan Bagian Rektorat Pembibitan Produksi ternak sapi 30.000 dan Bagian Rektorat Pakan ternak 20.000 ekor. Sedangkan Program Rektorat Pertanian terdiri dua kegiatan, termasuk teralokasi kegiatan 12 Kelompok peternak Bagan kecamatan Sinembah, 5 kelompok peternak khusus pengembangan indukan sapi potong melalui intergrasi sapi sawit. Sementara kelompok peternak menangani peningkatan Produksi penambahan indukan daging sapi dimasing-masing kelompok akan dapat bantuan sapi Brahman Croos 25 ekor Program Rektorat pertanian Kementan RI program peternakan sebagai acuan kegiatan stakeholder terkait untuk melaksanakan kedua kegiatan agar peningkatan Produksi sapi wilayah Rohil tahun 2016 sebelumnya. Pola peningkatan Pola Peningkatan indukan sapi dengan jumlah 125 Ekor, 5 kelompok Petani Bagan Sinembah meningkatkan jumlah populasi agar bisa ditingkatka skala usaha tiap kelompok dengam bantuan 25 jenis sapi Brahma Croos tersebut. Teknis Peningkatan Produksi bagi Peternak Teknis pemeliharaan ternak, pelaksanaan peningkatan produksi ternak melalui penambahan sapi indukan tahun 2016 juga memperhatikan, aspek teknis yang meliputi pemeliharaan, pemberian pakan Pelayan, Reproduksi, Pelayanan kesehatan hewan dan kesejahteraan hewan. Sedangkan pola pelihara dilakukan dengan, ekstensif atau pastura/ gembala dilapangan luas. Selain dapat dilakukan dengan sistem Semi intensif atau intensif pengandangan sistem tersebut. Pola pemberian pakan hewan sapi Pola pemberian Pakan Perlu diperhatikan kandungan nutrisi berupa protein, vitamin, mineral dan serat kasar yang dibutuhkan, sesuai dengan kondisi fisiologis ternak itu. Pemberian pakan dengan sistem ekstensif atau pantura dengan gembala sapi dipadang rumput dengan luas lahan diperlukan 5 atau 7 jam perhari, sehingga sapi dapat memakan berbagai jenis rumput dipadang selain itu pemberian pakan sistem semi Intensif sapi dikandangkan setiap hari dengan diberi pakan rata-rata 10 persen dari bobot badan dan pakan ditambah dengan 1-2 persen Bobot badan sapi pakan dapat ditambah dedak halus, bekatul, bungkil kelapa, gaplek ampas dan lain lain. Pemberian Kandungan mineral penguatan garam dapur penyediaan hijauan pakan ternak HPT dalam jumlah cukup sangat penting dilakukan pakan agar lebih banyak bermutu kelompok peternak menyediakan HPT sebelum sapi indukan dikandang. Dijelaskannya, penyediaan HPT didukung oleh SKPD terkait dan kelompok peternak melakukan dengan secara swadaya, seperti pakan konsentrat dan air mium guna mengantisipasi resiko adanya kematian pada ternak akibat steres dalam masa perjalanan karena berubah kondisi lingkungan dan cuaca. Wilayah Bagan senembah sangat perlu diperhatikan oleh kelompok ternak sapi untuk menambah daya tahan tubuh hewan selama beradaptasi pada pemeliharaan sapi indukan dilokasi ternak maka dilakukan pemberian bantuan Pakan konsentrat dengan mencukupi Pelayanan reproduksi dapat meningkatkan populasi dengan terwujudnya kelompok wajib berusaha dengan mengawinkan sapi indukan melalui IB atau kawin alam diutamakan dengan gunakan penjantan atau semen beku PO atau Brahman (kawin silang) pada sapi tersebut.
Pemelihara hewan Keswan dan kesejahteran hewan perlu dijaga dengan baik mulai awal kedatangan diamati fisik mendatangkan tenaga medis dan melakukan terapi bila ditemukan luka atau indikasi penyakit indvidual secepatkannya melakukan Isolasi ternak apabila terindikasi infeksi penyakit hewan menular pada sapi tersebut. Selain memberikan vitamin dan mineral melalui makanan pakan meningkatkan status keswan guna meminilisasi dampak stres akibat tranportasi dalam perjalanan kekandang tujuan. Pemeliharaan budidaya dengan pengamatan Penyakit hewan tanda klinis adanya perubahan tingkah laku hewan sapi (behaviour) dan fisik hewan dapat dilaksanakan peternak dengan melaporkan kepusat Keswan apabila ditemukan indikasi inspeksi penyakit menular dilakukan pengobatan. Juga dilakukan surveilans sesuai status penyakit hewan dilakukan viksinasi terhadap hewan pemeliharaan berada diwilayah endemis penyakit tertentu. pemberian obat cacing, pemberian vitamin, meniral dan vitamin A, D, E, melalui pakan dan oral, guna meningkatankan reproduksi. Keswan perlu diperhatikan standar minimum intensif pelayanan baik dikandang maupun digembalakan Kandang lokasi harus nyaman membuat ternak lulelusa bergerak dapat melindungi diri dari predator atau ternak penganggu lainya. Selain itu hewan dapat telindungi dari cahaya panas matahari atau hujan sehingga pakan dan minum dapat disesuai dengan kebutuhan fisiologis hewan ternak itu sendiri, "Papar Kabid Keswan Kasbu, Sp.(rd/syofyan),

Advetorial Pemkab Rohil

SHARE:
beritaTerkait
Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi
Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan
Hadiri Maulid Nabi, Plh Bupati Yuliantini Resmikan Gedung BKMT Desa Tanjung Raja
Plh Bupati Yuliantini Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Pulau Burung
Pemanfaatan Blade Server Dinkes Dipercepat untuk Dukung Kebutuhan Seluruh OPD
Polisi Tertibkan PETI di Sungai Ojolali Kuansing, Dua Rakit Dompeng Dimusnahkan
komentar
beritaTerbaru